Blm Ada Judul

Blm Ada Judul
10.


__ADS_3

"Nanda...." Ucap Revan ketika ia melihat sosok perempuan bertubuh mungil akhirnya menampakan dirinya walaupun tidak seorang diri.


Nanda..." sapa seorang perempuan ketika Nanda turun dari ojek online.


Nanda tersenyum "Hai.. Tiara" Nanda menghampiri gadis itu.


"Nanti selesai kuliah anterin aku ke mall yuk" Ajak Tiara.


"Mau beli apa?"


"Aku mau cari kado buat Tommy, besok dia ultah" Tommy adalah pacar Tiara sejak SMA, saat ini mereka juga kuliah di kampus yang sama.


"Oh.. Oke kalau gitu.."


Bruuk...!!! tanpa sengaja Nanda menabrak seseorang.


"Maaf, aku ga sengaja" Nanda segera meminta maaf pada orang yang ditabraknya.


"Heh.. punya mata ga sih lo?" Hardik seorang cewek yang berdiri disamping cowok yang ditabrak Nanda.


"Yang ditabrak siapa, yang nyolot siapa? Lagipula temen gue udah minta maaf kok" Jawab Tiara yang tidak senang Nanda dilabrak oleh Keisha.


"Loh kok lo juga nyolot seh?" Tantang Keisha.


"Udah Tiara.. udah kita masuk yuk.." Nanda segera menarik tangan Nanda. "Maaf tadi aku ga sengaja" Ucap Nanda.


"Kamu ga kenapa-kenapa kan sayang? Ada yang sakit ga?" Keisha memeriksa badan Revan yang ditabrak Nanda.


"Apaan seh lo Kei, norak tau ga!!" Bentak Joe sambil meninggalkan Keisha. Sikap Keisha yang berlebihan dan selalu menempel membuatnya muak, apalagi dia juga bukan siapa-siapa dirinya.


Keisha mendengus kesal "Gara-gara cewek itu, Revan jadi marah sama gue, awas aja..!!"


Selesai mata kuliah, Tiara mengajak Nanda ke kantin terlebih dahulu sebelum mereka pergi ke mall.


"Yank.." teriak Tommy ketika melihat Tiara dan Nanda di Kantin. Tommy tengah bersama beberapa temannya.


"Aku mau pesen nasi goreng dulu ya, kamu mau apa nanti sekalian aku pesenin" Tanya Nanda pada Tiara.


"Samain aja Nan, yang pedes ya"


Nanda segera memesan nasi goreng dan hendak kembali ke tempat Tiara duduk namun tiba-tiba Byuuur..!! Bajunya basah tersiram kuah bakso yang dibawa Keisha.


"Ups.. sorry gue ga sengaja" Keisha tersenyum licik, ia memang sengaja menumpahkan kuah bakso pada Nanda.


Nanda mengibas-ngibaskan bajunya yang basah, tak ingin mencari masalah lagi dengan Keisha ia segera pergi meninggalkannya.


"Kamu kenapa Nan?" Tanya Tiara ketika melihat Nanda datang dengan baju yang basah.

__ADS_1


"Kesenggol kuah baksonya si Keisha, sorry ya Tiara.. aku ga bisa anter kamu, ga mungkin aku ke mall pakai baju basah gini"


"Si Keisha pasti sengaja nih.. cari gara-gara dia" Tiara hendak bangun menghampiri Keisha tapi Nanda melarangnya.


"Ga usah, biarin aja.. kalau diladenin tambah jadi dia" Pinta Nanda pada Tiara.


"Nih pakai kaos gue dulu" Tiba-tiba Revan membuka kaos yang sedang dipakainya, membuat beberapa cewek berteriak kegirangan melihat tubuhnya yang berotot.


"Wuiiiih gila si Revan.." Tommy dan teman-temannya menyoraki Revan yang masih berdiri di samping bangku Nanda.


"Tenang, gue ga punya penyakit kulit ko.."


Nanda ragu-ragu mengambil kaos milik Revan. Revan memang tidak bertelanjang dada, ia masih memakai singlet.


"Tapi.. kamu PD cuma pakai singlet gitu di kampus? aku ga papa kok, bentar lagi juga mau pulang" Tolak Nanda.


"Gue ada kemeja ko di dalam tas, kalau gue pakai singlet begini keenakan cewek-cewek kampus ngeliat body gue"


Sambil tertunduk Nanda lalu mengambil kaos milik Revan, ia segera beranjak ke toilet untuk mengganti bajunya. Tiara ikut menemani Nanda, ia khawatir jika Keisha melakukan sesuatu lagi pada Nanda. Sudah pasti Keisha bertambah kesal melihat Revan memberikan kaosnya pada Nanda.


Nanda dan Tiara kembali ke meja untuk menyantap nasi goreng pesanan mereka. Revan sudah mengenakan kemeja flanelnya, ia tengah bercengkrama dengan Tommy dan teman-temannya.


"Yank.. kita nonton yuk" Ajak Tommy pada Tiara. Tentu saja Tiara tidak bisa menolak ajakan nonton dari Tommy, terpaksa acara membeli kado ultah untuk Tommy diundur.


"Kamu ngapain seh Revan?"


"Udah tahu kan kalau itu ga sopan, terus ngapain juga kamu masih nungguin aku disini, kamu pikir aku suka?"


"Gue mau minta maaf, hp lo mati ga bisa dihubungin, gue tunggu buat jemput lo tapi ga keluar-keluar"


Putra mengamati Revan dan Nanda, jika ada perilaku Revan yang diluar batas ia baru akan bertindak.


"Tapi aku ga nyaman Revan, ini bukan rumah ku, aku numpang disini, jadi tolong jangan seperti ini" Nanda menghela nafasnya, ia mencoba memberi pengertian pada Revan.


"Mau lo gimana?" Tanya Revan pasrah.


"Mau aku, ya kita bersikap biasa aja seperti dulu-dulu, ga usah anter atau jemput aku" Jawab Nanda.


Revan menghela nafasnya, ia akan menuruti permintaan Nanda "Tapi ada satu syarat" ujarnya.


"Selama lo belum suka sama gue lo ga boleh pacaran atau jalan sama cowok manapun"


Nanda membelalakan matanya "Syarat apaan itu? Aku ga setuju"


"Ya udah, kalau gitu tiap hari gue akan kesini" Ancam Revan.


Nanda menatap tak percaya pada Revan. "Oke, aku setuju" Kata Nanda sambil memajukan bibir bawahnya.

__ADS_1


Revan tersenyum, ia lalu mengenakan helm dan menyalakan motor. "Deal ya" Tanya nya sambil memberikan tangan untuk berjabat tanda persetujuan.


Nanda tak menjawab, ia hanya menjabat tangan Revan.


"Oke, gue balik.. bye"


Putra menatap Nanda yang terlihat kesal. "Gimana? Udah beres kan? Ga perlu aku turun tangan?"


"Iya masalah dia nungguin disini udah beres, tapi..." Nanda menghela nafasnya, ia mengingat syarat yang tadi diajukan Revan.


"Tapi apa?"


"Hmm.. gpp, masih bisa aku atasi"


Yang penting bagi Nanda, Revan sudah tidak akan mengganggunya lagi, jika ia tidak jalan dengan cowok lain.


Saat ini ia sudah memasuki semester 6, tinggal 2 semester lagi jika ia lulus kuliah ia akan terbebas dari makhluk yang namanya Revan.


Keesokan harinya ketika Nanda hendak berangkat kuliah, ia melihat tidak ada lagi sosok Revan yang menunggu.


"Huh.. aman" ucap Nanda, ia segera memesan ojek online untuk mengantarnya.


Setelah tiba di depan gerbang kampus ia melihat Revan sedang berdiri menatapnya.


"Kan gue bilang lo ga boleh jalan sama cowok lain" Sapa Revan ketika Nanda melewatinya.


"Kamu gila apa, itu kan ojek online. Lagian kenapa kamu masih ngikutin aku?"


Revan tersenyum "Kan lo cuma bilang kalau gue ga boleh nungguin di depan rumah lagi atau antar jemput lo. Jadi di kampus gue masih bisa deketin lo"


Nanda menghentikan langkahnya, ia menatap Revan yang sedang tersenyum seperti orang tak berdosa. "Jaga jarak 5 meter dari aku"


"Tiara...." Panggil Nanda ketika melihat Tiara sedang berjalan bersama Tommy.


"Nanda.. kamu kemana aja? Ponsel kamu juga mati" Tanya Tiara sambil melirik ke arah belakang Nanda.


"Aku.. ga enak badan, kemarin aku lupa naro ponselku dimana?" Jelas Nanda.


Tiara melihat Revan yang berdiri beberapa meter di belakang Nanda.


"Kenapa sama dia tuh?"


"Udah biarin aja" Nanda menarik tangan Tiara untuk masuk ke dalam kelas.


Tommy menghampiri Revan. "Lo naksir berat kayanya sama Nanda, dia cewek polos loh ga kaya cewek-cewek lo yang kemarin-kemarin"


Revan hanya tersenyum tipis "Bukan urusan lo" Jawab Revan sambil berlalu.

__ADS_1


__ADS_2