Blm Ada Judul

Blm Ada Judul
9.


__ADS_3

"Keren kamu Nan" Puji Tiara ketika menemani Nanda mencuci rambutnya di kamar mandi.


"Kalau selama ini aku diam, bukan berarti aku takut. Aku cuma mau kuliah yang bener, ga ada musuh. Tapi dia sendiri yang mancing-mancing dari kemarin" Nanda mendengus kesal. Jika bukan karena Revan, sudah pasti ia tak akan mengalami hal seperti ini.


Nanda dan Tiara keluar dari kamar mandi, Nanda mengenakan kaos Revan yang sebenarnya ingin ia kembalikan. Di luar ternyata Revan sudah berdiri menunggu Nanda.


Nanda dan Tiara saling berpandangan melihat Revan yang memakai kemeja flanel dengan kaos yang sudah dipegangnya.


"Aku pinjem kaos kamu lagi, niatnya mau aku balikin tapi berhubung baju aku basah lagi, jadi aku pakai kaos kamu ini" Jelas Nanda.


"Jadi gue pakai lagi ini kaos?"


"Terserah lo itu seh" Jawab Tiara. "Ini semua gara-gara lo tahu gak? Kalau lo berhenti deketin Nanda, si Keisha ga bakal macem-macem lagi ke Nanda"


"Nanda, kan gue udah bilang, kalau lo selalu di samping gue, lo bakal aman"


"Revan, lo ngerti gak seh?? Kalau lo menjauh dari Nanda, hidupnya dia jauh lebih aman" Ucap Tiara.


Revan langsung menarik tangan Nanda yang dari tadi hanya diam. "Jangan pikir buat lari dari gue"


"Apaan sih Revan.. sakit tahu" Nanda mencoba melepaskan tangannya.


Namun tiba-tiba Revan menarik tubuh Nanda dan mencium bibirnya.

__ADS_1


Nanda terkejut, ini benar-benar diluar dugaannya. Tiara yang berdiri di samping Nanda pun sama terkejutnya.


Nanda segera mendorong Revan dan menamparnya.


"Aku benci kamu" Nanda segera pergi meninggalkan Revan dan Tiara. Ia tak menyangka jika ciuman pertamanya direbut dengan paksa oleh pria yang tidak disukainya.


-


-


Sudah dua hari semenjak kejadian itu, Nanda tidak pergi kuliah. Ia malas jika harus bertemu Revan. Ia juga sengaja mematikan ponselnya.


"Nanda...." Panggil Adinda


"Iya kak, pusing banget kepala aku" Ujar Nanda beralasan, ia tak ingin orang lain tahu alasan ia tak pergi kuliah.


"Kita ke dokter yuk" Ajak Adinda.


Nanda menggeleng "Ga usah kak, aku udah enakan"


"Ya udah kalau gitu kamu istirahat, Kakak nemenin Nenek Ros masak dulu ya" Adinda pun beranjak ke dapur.


Ketika Nanda hendak menutup pintu tiba-tiba ada yang memanggilnya "Nanda.."

__ADS_1


Nanda keluar dari kamarnya. "Kenapa Kak?" ia melihat Putra berjalan ke arahnya.


"Kata Pak Tono pacar kamu udah dua hari nunggu di luar"


Nanda mengangkat alisnya "Pacar??"


"Iya, yang anter jemput kamu, sekarang orangnya juga masih ada di luar"


"Ya ampun, si Revan gila juga dia" pikir Nanda.


"Kak, dia bukan pacar aku... aku ga mau ketemu dia, aku juga ga mau ditungguin kaya gitu sama dia"


Putra mengerutkan keningnya. "Oh kalian lagi berantem?"


"iiih.. dibilang aku ga pacaran sama dia, aku risih aja di anter jemput mulu sama dia, dia itu playboy kampus, fans nya banyak banget di kampus, jadi aku kena imbasnya kalau tiap hari dianter jemput sama dia, cewek-cewek pada musuhin aku" Terang Nanda.


"Jadi ini alasan kamu ga kuliah??" Selidik Putra.


"Sssst.. jangan kenceng-kenceng nanti aku omelin" Pinta Nanda.


"Ya udah temuin aja dulu sana, biar dia ga nungguin di luar lagi"


"Temenin ya, please...."

__ADS_1


__ADS_2