Blm Ada Judul

Blm Ada Judul
a


__ADS_3

Lo ikut aja Nan, banyak temen-temen yang ikut juga" Ajak Tommy pada Nanda.


"Ga deh Tom, aku mending pulang aja" Nanda tak ingin menjadi obat nyamuk bagi Tommy dan Tiara walaupun ada beberapa teman Tommy yang ikut tapi Nanda tak cukup dekat dengan mereka.


"Dia pulang sama gue" celetuk Revan


Nanda melihat kearah Revan. "Ga usah.. aku bisa pulang sendiri"


"Udah biarin aja Nan, Kalau Revan nganterin kamu, Keisha ga bakal berani macem-macem" Ucap Tiara.


"Gue titip temen gue ya... jangan macem-macem loh" Tiara memperingati Revan.


"Ga bakal macem-macem gue.. paling satu macem doang" Jawab Revan sambil nyengir.


uk pulang.." Revan langsung menarik tangan Nanda untuk segera mengikutinya ke area parkir.


"Ga usah deh Revan.. aku pesen ojek online aja" Tolak Nanda, ia tak ingin menambah kecemburuan lagi pada Keisha.


"Gue ga repot dan gue dengan senang hati nganterin lo pulang" Ia memberikan sebuah helm kepada Nanda.


Nanda masih terdiam sambil memegang helm yang diberikan Revan. Ia belum pernah diantar pulang oleh seorang pria, ia bingung bagaimana harus menolak ajakan Revan.


"Kok malah bengong??" Revan segera mengambil helm yang dipegang Nanda lalu memakaikannya pada Nanda.


Nanda yang terkejut dengan tingkah Revan berusaha untuk menghindar.

__ADS_1


" Apa perlu gua gendong lo biar lo naik ke motor gue?" Ancam Revan karena melihat Nanda yang selalu menghindarinya.


Nanda membelakakan matanya, ia tak ingin Revan melakukan apa yang baru saja diucapkannya, Nanda segera naik ke motor Revan.


Motor Kawasaki Ninja yang dibawa Revan cukup tinggi dengan jok motor yang cukup miring, sehingga membuat Nanda sedikit menahan tubuhnya agar tidak menyerempet turun ke tubuh Joe.


"Lo belum pernah dibonceng apa? Masa pegangannya sama motor? kaku banget"


"Ehm... itu.. aku ga enak" Nanda bingung bagaimana menjelaskan pada Revan, ia tak ingin menambah masalah dengan Keisha dengan memegang tubuh Revan.


"Kalau lo ga mau peluk gue, kan bisa pegang kemeja gue"


Dengan terpaksa Nanda memegang ujung kemeja Flanel yang dipakai Revan. Keisha yang mengamati mereka dari jauh semakin memendam kekesalan pada Nanda.


Sepanjang jalan jantung Nanda berdetak dengan cepat, bukan karena ia dibonceng oleh cowok ganteng seperti Revan, tapi justru karena Revan mengendarai motor dengan ugal-ugalan, salip kanan salip kiri, belum lagi banyak pengendara yang mengumpat kearah mereka karena kesembronoan Revan membawa motornya.


"Lo kenapa? Kok pucet banget" Revan mencoba menahan ketawa melihat Nanda yang gemetaran.


"Udah cukup sekali ini aku naik motor sama kamu, aku ga mau lagi.. aku takut, sepanjang jalan aku kaya naik roller coaster" Nanda memegang lututnya, ia merasa kakinya sangat lemas.


Perjalanan yang biasa ditempuh 40 menit kalau ia naik ojek online, dengan Revan kini ditempuh dalam waktu 20 menit.


"Hahahaa... lucu banget seh lo, motor kaya gini tuh kalau naik ya peluk yang bonceng, jadi ga bakal semengerikan itu" Revan tertawa melihat Nanda yang masih gemetaran.


Nanda melihat Revan dengan kesal, sepertinya Revan memang sengaja membawa motor dengan ugal-ugalan.

__ADS_1


"Nanda... kamu kenapa?" seseorang menyapa Nanda dari dalam mobil yang baru keluar dari gerbang Rumah Nenek Ros.


"Eh.. Kak Putra, ada Kak Dinda ya di dalam?" Nanda berusaha tersenyum pada Putra. Revan tertegun melihata senyuman Nanda, jarang sekali melihat gadis itu tersenyum pada seorang pria.


"Iya, aku habis nganter Kakak kamu, kamu gpp?" Tanya nya Putra yang aneh melihat Nanda yang sedang berjongkok memegang lututnya.


"Gpp Kak.. cuma pegel aja" Jawab Nanda sambil tersenyum dan berusaha untuk berdiri.


"Oh.. aku pergi dulu ya"


"Iya Kak, hati-hati" Kepergian Putra membuat senyum di wajah Nanda perlahan menghilang, ia menunjukan muka masamnya lagi pada Revan, cowok yang sudah membuat jantungnya hampir copot.


"Ya udah aku masuk dulu" Kata Nanda


"Udah ga ditawarin mampir, bilang makasih juga ga, padahal udah dianter pulang"


"Aku ga minta dianter pulang sama kamu, sepanjang jalan jantung ku hampir copot gara-gara kamu bawa motor yang ugal-ugalan, terus aku harus bilang terima kasih gitu?" Nanda mendengus kesal sambil berjalan masuk ke dalam rumah Nenek Ros.


"Gue akan bikin lo tersenyum kaya gitu ke gue" Joe berkata dalam hati sambil tersenyum sendiri.


"Kak Dinda..." Nanda segera memeluk sang kakak yang sedang bercengkrama dengan Nenek Ros di taman belakang.


"Apa adik ku ini nakal Nek?" tanya Dinda menggoda Nanda.


"Nanda itu gadis yang baik, dia lebih pandai darimu di dapur dan juga pijitannya itu mantul" Nenek Ros memuji Nanda.

__ADS_1


"Bagus lah Nek,


__ADS_2