
"Hallo, iya Kak kenapa? Aku baru selesai kuliah, Oh.. iya oke kalau begitu"
Nanda menutup panggilan telepon dari Adinda.
"Siapa Nan?" Tanya Tiara.
"Kakak ku, minta aku datang ke apartemennya"
"Oh.. jadi nanti kamu dijemput sama Kakak mu?"
"Hm.. bukan dijemput Kakak ku tapi dijemput asissten pribadi kakak ipar ku" Jelas Nanda, pipinya sedikit merona membayangkan ia akan dijemput oleh Putra.
"Mau dijemput sama asissten pribadi kakak ipar kok senyum-senyum gitu.. kaya mau dijemput pacar aja" Goda Tiara.
Wajah Nanda semakin merona, selama ini ia tak pernah dijemput oleh Putra. Jadi membayangkan Putra menunggunya membuat jantungnya berdebar tak karuan.
Braak..!! Tiara menggebrak meja dengan tangannya membuat Nanda terkejut.
"Jangan-jangan.. dia cowok yang kamu suka???" Tiara memandang Nanda sambil tersenyum lebar "Aku harus lihat pokoknya...." Pekik Tiara sambil memeluk Nanda.
"Tiaraaa... malu tahu..!" Protes Nanda karena merasa risih dipeluk oleh Tiara. Tiara tak peduli ia hanya tertawa.
Nanda dan Tiara berjalan ke arah parkiran, tak berapa lama seseorang menelepon Nanda.
"Iya aku diparkiran, kakak dimana? Oh.. aku jalan keluar ya.."
"Dimana?" Tanya Tiara penasaran.
__ADS_1
"Di halte depan, kamu mau ikut ke depan juga?"
"Iya lah..." Jawab Tiara sambil menarik tangan Nanda.
"Pelan-pelan Tiara.. kenapa kamu jadi yang ga sabar?" Nanda tak ingin jika Putra curiga dengan sikap Tiara.
"Kamu cemburu ya???" Tiara mulai menggoda Nanda.
"iiiih.. apaan seh, bukan gitu, aku takut nanti Kak Putra curiga loh sama sikap kamu"
"Curiga kenapa??" Tiara menghentikan langkahnya.
"Curiga kalau aku suka sama dia" Jelas Nanda sambil menunduk. Selama ini ia hanya memendam perasaannya sendiri.
"Ya bagus doong kalau dia tahu, siapa tahu cinta kamu ga bertepuk sebelah tangan" Tiara tersenyum sambil menarik tangan Nanda. Nanda terpaksa mengimbangi langkah Tiara yang menuntunnya.
"Iya itu" jawab Nanda.
Tiara semakin tak sabar untuk menyapa pria yang mengendari mobil tersebut. Belum sempat Nanda dan Tiara mengetuk kaca mobil tersebut tiba-tiba Revan menarik tangan Nanda dari belakang.
"Lo ngapain disini? Gue nyariin lo tahu gak?" Kata Revan kesal. Nanda yang tidak mengerti maksud perkataan Revan menatap ke arah Tiara dan Revan bergantian.
"Apaan seh lo Van?" Kata Tiara sambil berusaha melepaskan tangan Revan dari Nanda.
"Lo ga usah ikut campur" Balas Revan.
"Gak usah ikut campur gimana? Nanda sahabat gue, gue ga suka sahabat gue di deketin lo" Tiara tak kalah sewot dari Revan.
__ADS_1
"Nanda..." Panggil Kak Putra yang ternyata sudah keluar dari mobil, ia berjalan menghampiri Nanda.
"Ada apa?" Tanyanya sambil melihat tangan Nanda yang masih dipegang Revan.
"Enggak Kak, ini... " Nanda berusaha melepaskan tangannya yang semakin kencang dipegang Revan.
"Lepasin aku Revan.." Pinta Nanda
"Tolong lepasin tangan Nanda" Kata Putra pada Revan.
Revan hanya diam, menatap Putra yang juga menatapnya.
"Saya masih bicara baik-baik sama kamu, jangan sampai saya buat keributan disini" Nada bicara Putra sudah berubah.
Revan sepertinya tidak gentar, ia semakin kencang memegang tangan Nanda.
"Revan sakit..." Nanda meringis kesakitan. Revan menatap Nanda yang kesakitan, ia langsung melepaskan pegangan tangannya.
"Kamu gpp kan?" Tanya Putra sambil melihat pergelangan tangan Nanda.
"Gpp Kak.." Jawab Nanda sambil melirik ke arah Revan. "Aneh banget neh cowok" pikirnya.
"Ya udah masuk yuk" Putra membukakan pintu mobil untuk Nanda.
"Aku duluan ya Tiara..." Nanda pamit pada tiara sambil tersenyum, Tiara lalu melambaikan tangannya.
"Dasar aneh.." Ucap Tiara pada Revan yang masih berdiri mematung melihat kepergian Nanda.
__ADS_1