Blm Ada Judul

Blm Ada Judul
2.


__ADS_3

Hari itu Nanda memutuskan untuk tidak ke kampus.


"Pak Kevin nyuruh kamu periksa ke rumah sakit" Ucap Putra sambil menyetir.


"Ga usah deh Kak, beneran aku gpp, cuma karena tadi tuh cowok kekeh ga ngaku salah dan minta ganti rugi, jadi aku telepon Mas Kevin"


Putra segera membawa Nanda pulang ke rumah Nenek Ros, ia juga meminta Bi Inah membawakan kotak P3K, dengan perlahan Putra memberikan obat luka pada lutut Nanda yang lecet.


"Maaf, jadi merepotkan Ka Putra"


"Harusnya kamu ga usah naik ojek online lagi, biar Mas Budi mengantar jemput kamu"


Nanda menatap pria yang sedang mengolesi lututnya dengan obat, entah sudah berapa lama ia memendam rasa pada pria yang ada di hadapannya itu.


Bukan ia tak berani menyatakan cintanya, hanya saja perjalanan cinta sang kakak membuatnya takut untuk menjalin hubungan dengan pria.


"Besok kamu ke kampus?" tanya Putra. Namun yang ditanya hanya diam saja.


"Nan.. Nanda.." Putra berulang kali memanggil Nanda, gadis itu sedang larut dalam pikirannya sendiri sehingga tak memberikan respon.


Putra sedikit menekan luka lutut Nanda.

__ADS_1


"Aww.. pelan-pelan kak, sakit tahu" ucap Nanda lirih sambil meniup lututnya.


Putra tersenyum "Kamu itu diajak ngomong malah bengong, awas kesambet loh"


"Siapa yang bengong??" Bantah Nanda sambil cemberut.


"Kalau cemberut gitu nanti ga ada yang naksir loh" Goda Putra.


"Biarin, aku juga ga pengen ada yang naksir kok"


Putra menyatukan alisnya "Yakin mau jomblo selamanya?"


Nanda berpikir sebentar "Kalau emang takdirnya sendiri, mau gimana lagi"


"Cowok yang aku suka itu kamu.." Nanda cuma bisa berkata dalam hati, ia tak punya keberanian untuk mengungkapkan perasaannya.


"Udah kok" Jawab Nanda sambil menundukan wajahnya menutupi wajahnya yang merona.


Putra langsung menatap Nanda "Oh ya??Siapa??"


"Hmm... namanya........ K - E - P - O " Jawab Nanda sambil tersenyum meledek.

__ADS_1


"Bilang aja ga ada.." Ucap Putra


"Ada... aku normal loh, aku masih suka sama cowok" Nanda mendengus kesal.


Putra hanya tersenyum "Terus kalau udah ada yang disuka, kenapa belum jadian? dia nolak kamu ya?"


"Aku.. aku ga berani bilang sama orangnya" Nanda menunduk malu, harus kah ia nyatakan perasaannya yang selama ini ia pendam.


"Dasar bocil... ya udah kalau pun nanti cowok itu ga membalas perasaan kamu, tenang aja.. masih ada aku yang jagain kamu" Putra berdiri dan mengacak-acak rambut Nanda dan pamit untuk kembali ke kantor.


Nanda menghela nafas, dari tadi ia menahan detak jantungnya. Berada di hadapan pria yang ia sukai, membuat jantungnya berdetak tidak karuan.


"Apa ada wanita yang kamu suka kak? Apa kamu ga bisa merasakan perasaan ku pada mu?" bathin Nanda.


"Tapi... aku juga takut menjalin hubungan sama cowok.. Hufftt.. kayaknya memang lebih baik begini"


Nanda senyum-senyum sendiri melihat plester yang dipakaikan oleh Putra tadi. "Apa karena aku adik ipar Mas Kevin, dia jadi baik sama aku?"


"Aaarggghh.. sudah lah Nanda.." ia menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri.


Bi Inah yang dari tadi memperhatikan interaksi dua orang itu ikut tersenyum. "Anak muda zaman sekarang, masih aja malu-malu kucing"

__ADS_1



__ADS_2