BOS TAMPAN YANG SOMBONG

BOS TAMPAN YANG SOMBONG
bab 25


__ADS_3

pagi pun mulai tiba.


sinar matahari mulai menampakkan dirinya


angin pun menghembuskan daun yang terjatuh


suara kicauan burung mulai terdengar


burung burung berterbangan kesana kemari


namun dua ingsan yang baru saja menikah kemarin masih belum bangun dari tidurnya yang nyenyak...


5tok ... tok.. tok..


suara ketukan pintu terdengar dari kamar pengantin baru tersebut..


" yaya ... ferdy.. bangun ... sudah siang ... cepat ayo segera bangun..." teriak mama dari luar kamar...


tapi belum ada sahutan dari dalam kamar pengantin tersebut...


" ferdy ... yaya... ayo bangun.." teriak mama lagi..


" iya ma.." teriak ferdy..


mama pun turun kebawah dan melanjutkan aktivitas memasakanya dan menyiapkan sarapan...


" frey... bangun.." ucap ferdyan sambil menoel pipi freya..


"emmmm....." erangan freya.. karena masih mengantuk..


" frey... ayo bangun.." ucap ferdyan lagi..


freya membuka matanya perlahan dan ia duduk dengan masih mengantuk.


" aku mandi dulu... nanti kamu jangan tidur lagi.." ucap ferdyan sambil mengecup pipi freya..


" ..emmm... iya.." ucap freya

__ADS_1


ferdyan masuk ke kamar mandi dan melakukan aktivitas pagi harinya yaitu mandi.. sedangkan freya ia tertidur lagi...


15 menit berlalu.... ferdyan keluar kamar mandi hanya mengenakan handuk...


ia melihat istrinya yang masih tidur... dan ya dengan baju tidur yang tipis sehingga menampakkan lekuk tubuh freya...


melihat freya seperti itu ferdyan mulai bergairah... ia mendekati istrinya dan ******* bibir mungil nya freya...


merasa ada yang terganggu freya membuka matanya.... ia melihat wajah tampan ferdyan...


namun ferdyan tidak menghiraukan jika freya bangun ia melanjutkan aksinya dengan penuh semangat...


adik kecil milik ferdyan mulai aktif dan ya itu mengenai bagian tubuh freya...


sontak freya kaget dengan sesuatu yang mengenai tubuhnya... ia buru buru mendorong tubuh ferdyan dan segera bergegas bangun..


" kenapa kamu mendorongku..." tanya ferdyan..


" ada sesuatu yang mengenai tubuhku..."ucap freya dengan malu malu..


" ya aku .... aku..." ucap freya tertahan karena ferdyan melancarkan serangannya ******* bibir freya dengan ganasnya...


namun freya tidak menolak ataupun melawan ferdyan... karena ia merasa nyaman dengan apa yang dilakukan ferdyan...


dan saat ferdyan menelusuri leher putih milik freya... suara ketukan pintu dari luar kamar ... terdengar dengan keras...


" sayang .... sudah selesai apa belum ayo sarapan..." teriak mama..


" sebentar lagi ma.... " ucap freya..


freya pun bergegas untuk segera mandi... ferdyan kesal dengan mamanya karena ia tidak bisa melanjutkan kegiatannya lagi...


ferdyan memasang muka dinginnya dan keluar dari kamar terlebih dahulu...


" selamat pagi sayang..." sapa mama..


"pagi juga ma..." jawab ferdyan dengan wajah datarnya...

__ADS_1


" mana freya nak..." tanya mama


" masih dikamar ma.." jawab freya..


dan ya... freya turun dari kamar dan duduk disebelah ferdyan...


" pagi sayang..." sapa mama


"pagi juga ma.... " jawab freya dengan senyum manisnya...


" sayang setelah sarapan kalian akan kemana..." tanya mama


" ferdyan mau ke kantor ma..." jawab ferdyan..


" kok buru buru sayang... kenapa gak dirumah aja dulu" tanya mama


" nggak ma... ferdyan masih banyak kerjaan..." ucap ferdyan


" dan ya ma... ferdyan sudah beli rumah dan hari ini... freya dan ferdy akan pindah..." ucap ferdyan


" loh kenapa terburu buru mas..." tanya freya


" iya ferdy... kenapa terburu buru..." tanya papa..


" ma pa.. ferdy sudah menikah dan juga ferdy sama freya pengen mandiri.." ucap ferdyan


" iya kan sayang... " ferdyan meminta persetujuan freya...


" iya mas...mas ferdy betul ma pa ... kita sudah menikah... toh freya juga harus mengikuti kemana suami freya pergi ma.. " jawab freya.


" ya sudah sayang ... kalau begitu keputusan kalian... mama sama papa setuju setuju saja... tapi sayang jangan lupa sering sering kesini ya..." pinta mama..


" iya ma... pasti kami sering kemari..."ucap ferdyan...


" ya sudah ayo makan.. keburu dingin..." ucap papa meng akhiri perbincangan..


dan kemudian hanya terdengar suara dentingan sendok dan piring menghiasi suasana ruang makan keluarga tersebut...

__ADS_1


__ADS_2