
makanan yang dibawa oleh ferdyan ditaruh diatas meja.. dan ia segera menuju kamar untuk memanggil istrinya agar segera makan malam karena udah jam 20.15.
" sayang ayo makan.." ucap ferdyan dengan suara yang lantang..
" sebentar lagi mas aku masih pakai lotion dulu.." ucap freya.
ferdyan pun mendekat.. dan mencium aroma sepesial dari istrinya yang tidak pernah berubah..
" hem apa kamu mau menggoda diriku dengan aroma wangi di tubuh mu.. " tanya ferdyan sambil memeluk freya dari belakang dan memainkan rambut freya dan sesekali mencium tengkuk freya.
" mas.. geli tau.." ucap freya sambil berusaha menghindar dari ciuman ferdyan namun tidak dapat mengelak karena kekuatan yang dikeluarkan ferdyan lebih besar..
" hem mau menjauh lagi.." tanyanya sambil mengangkat satu alis.
" enggak kok.." ucap freya berusaha untuk tidak membuat sang singa marah.. karena jika marah pasti langsung dilahap tanpa ampun.
" jadi..." ucap ferdyan menggantung..
" jadi apa.. katanya mau makan.." ucap freya berbalik badan melihat wajah suaminya yang tampan itu.
"sekarang " tanya ferdyan.
" iya.." ucap freya manja..
" ayo.." ucap ferdyan hendak melepas pakaiannya..namun ditahan oleh freya.
" mas kenapa bajunya mau dilepas.." tanya freya bingung..
" katanya mau makan.. ya ini aku lepas dulu satu persatu kan baru bisa makan.." ucap ferdyan sambil tersenyum sesekali dan kembali ke wajah datarnya.
" mas bukan makan itu.. tadi kan udah 2 kali.." ucap freya.
ucapan freya membuat ferdyan manyun dan melepaskan pelukannya dari freya..
" jangan marah dong.. masa nggak kasihan sama debay nya yang ada di dalam kandungan." tanya freya sambil memandang suaminya itu.
" iya deh.." ucap ferdyan sambil menghemvuskan nafas kasar.
ferdyan berjongkok di hadapan istrinya dan hendak membuka baju istrinya namun ditahan oleh freya.
" mas ferdyan mau ngapain.." tanya freya.
" mau bicara sama debay nya." ucap ferdyan.
" oh aku kirain mau apa.." ucap freya sambil nyengir.
" emang mau apa." goda ferdyan pada istrinya.
" enggak apa apa kok yank.." ucap freya malu dan memerah pipinya..
ferdyan pun melanjutkan kegiatan yang tertunda.
" jagoannya papa.. lagi apa.." ucap ferdyan yang berdialog sendiri.
__ADS_1
" dedek lapar pa.." jawab freya dengan suara yang dibuat buat seperti anak kecil.
" kamu lapar ya nak.. kalau begitu ayo makan" ucap ferdyan lagi dan membuat freya tersenyum.
" iya papa" ucap freya lagi dengan gayanya dibuat buat.
ferdyan bangun dari jongkok dan menunduk kearah freya.
" karena kamu lapar maka kita makan dulu dan nanti setelah makan kita akan bertempur lagi oke..." ucap ferdyan membuat bulu kuduk freya gemetar.
" ya udah ayo." ucap ferdyan manis sambil menggandeng istrinya.
freya yang terpukau dengan sikap suaminya yang kadang genit over protektif dan juga terkadang manja juga membuat freya semakin mencintai suaminya.. walaupun akhir akhir ini suaminya bernafsu tinggi entah apa penyebabnya ia pun tak tahu.
freya pun mengambil piring dan gelas berisi air putih, ia mengambilkan suaminya nasi dan membuka bungkusan yang ada didepannya.
dan ia pun tercengang melihat bahwa makanan yang disiapkan suaminya adalah ayam panggang kesukaannya..
¹singkat.
" dari aku.." ucap freya bingung.
" iya .. udah cepet makan aku nggak mau ya nanti anak ku ngileran hanya karena mamanya gak segera makan." ucap ferdyan.
freya pun tersenyum dan segera mengambilkan porsi makan untuk suaminya terlebih dahulu.
baru kemudian ia menyiapkan makan untuk dirinya sendiri.
" buka mulut.." ucap ferdyan datar.
" udah jangan banyak protes." ucap ferdyan tidak mau dibantah.
freya pun mengikuti kemauan suaminya itu yang terkadang tiba tiba dalam melakukan sesuatu.
ferdyan menyuapi istrinya dengan penuh kehati hatian tidak mau sampai istrinya nanti tersedak karena dirinya.
"ferdayn membuka mulutnya.
freya yang mengerti kode itu ia pun segera menyuapi suaminya dengan penuh perhatian membuat ferdyan merasa senang.
namun tiba tiba ia merasakan sesak didalam dadanya yang entah apa akan terjadi sesuatu yang mereka belum ketahui saat ini.
freya melihat ferdyan yang seakan menahan sakit memberikan segelas air putih kepada suami tersayang nya.
ferdyan menerima gelas air dan meminumnya dengan perlahan namun tiba tiba gelas terjatuh.
prank....
membuat freya dan ferdyan kaget..
" kenapa mas ..." ucap freya yang khawatir dengan keadaan suaminya yang tiba tiba menjatuhkan air dalam gelas itu.
" enggak ada sayang.." ucap ferdyan bingung hendak menjawab apa karena ia tidak tau apa yang terjadi pada dirinya.
__ADS_1
" biar freya yang bersihkan pecahan gelas nya mas." ucap freya lalu mengambil sapu dan tempat pengeruk sampah.
freya mengambil satu persatu pecahan beling yang ada dilantai.. tanpa sengaja tangannya tergores oleh pecahan kaca itu.
" aduh..." pekik freya.
membuat ferdyan menoleh dan melihat apa yang terjadi..
" kenapa sayang.."tanya ferdyan.
"" tangan mu terluka.. cepat duduk sini dulu" ucap ferdyan khawatir
ferdyan bergegas untuk mengambil kotak obat didekat dapur.. dan segera mengobati luka yang ada ditangan freya tadi dengan penuh kehati hatian.
setelah membalut luka freya ferdyan yang melanjutkan untuk membersihkan pecahan kaca itu.
setelah kejadian tadi merekapun segera menyelesaikan makannya.
setelah makan, mereka memilih untuk ke kamar dan beristirahat.
freya yang dari tadi memendam beberapa pertanyaan yang hendak ia lontarkan pada ferdyan tadi malah belum sempat karena ke khawatiran ferdyan tadi.
namun ia berusaha untuk memeberanikan diri untuk bertanya..
" mas.." ucap freya memanggil dengan lemah lembut.
" iya " ucap ferdyan langsung meletakkan ponsel yang ia pegang tadi untuk melihat apakah ada yang penting dalam urusan pekerjaan.
" emm aku mau tanya boleh.." tanya freya meminta jawaban.
ferdyan faham akan apa yang ditanyakan freya.. ia pun mendekatkan diri pada freya kemudian memeluk freya saat itu juga.
" mas tadi kenapa.." tanya freya.
" nggak ada sayang.. hanya saja dadaku terasa sesak tadi.. tapi sekarang sudah tidak.." ucap ferdyan menenangkan freya agar tidak cemas dengan keadaan ferdyan.. yang ferdyan juga tidak tau apa penyebabnya.
" beneran nggak apa apa." tanya freya.
" iya sayang nggak apa apa.. mungkin aku kecapean aja.." ucap ferdyan sambil mencium puncak kepala freya.
" oh gitu ya mas.." ucap freya mengalah.. namun sebenarnya ia masih merasa aneh saat ini.
ferdyan pun lebih baik mengakhiri percakapan ini dan istirahat ia tidak mau istrinya berfikiran yang aneh aneh.
" ya udah ayo tidur .. udah malam.." ucap ferdyan.
freya hanya mengangguk. dan merapatkan diri kepada ferdyan..
ia merasa kalau akan ada sesuatu hal yang akan terjadi di masa depan. namun freya tidak tau apa itu.. ia hanya ingin dekat dekat dengan suaminya itu.
namun disisi lain ferdyan juga merasakan hal yang sama tidak ingin jauh jauh dari istri tercintanya itu.
kandungan freya sudah 1 bulan namun belum terlalu terlihat. Dan seminggu lagi adalah hari uke 2 bulan menikah.
__ADS_1
besok ia ingin memeriksakan istrinya. untuk mengecek kesehatan istrinya dan bayi freya.