
Di Rumah keluarga Rahman
cahaya matahari memasuki celah celah jendela, suara burung di pagi hari yang cerah.
Ferdyan berusaha untuk membuka matanya karena silaunya mentari pagi yang masuk ke kamar melalui jendelanya...
Dipagi yang cerah ini Ferdyan bangun pagi untuk melakukan aktivitas yaitu mandi sarapan dan berangkat ke kantor..
Setelah mandi Ferdyan mengenakan jas yang rapi dan siap untuk berangkat kerja ke kantor.
Disaat menuruni anak tangga yang tadinya mama Dewi yang hendak menyusulnya ke kamar Ferdyan, namun diurungkan niatnya karena putra sulungnya sudah turun mengenakan jas yang rapi dan terlihat sangat tampan walaupun raut wajahnya dingin..
Tidak lupa Ferdy mengucapkan selamat pagi untuk semua orang.. dan mereka semua serempak menjawab "selamat pagi juga"
beberapa menit kemudian hanya terdengar dentingan suara piring dan sendok yang mengiringi suasana senyap diruang makan.
Disaat Ferdy hendak bangkit dari tempat duduknya ditahan oleh sang papa.
" Kamu jangan lupa Minggu depan kamu akan bertemu dengan calon istri mu. Persiapkanlah diri mu dengan baik.."
Ferdyan mengangguk dan berpamitan untuk berangkat kekantor.. ia pun mengambil mobilnya di garasi dan keluar dari gerbang rumahnya untuk menuju kantor ....
______________________________________________------------------------------------------------------------------------
#Di perjalanan menuju ke kantor
perjalanan antara kantornya dengan rumah sekita 30 menit jika tidak macet... dan apa bila macet maka akan sampai memakan waktu hingga 1jam.
Disaat ia melaju kan mobilnya dia melihat gadis yang duduk di halte bis menunggu untuk mendapatkan bus untuk ditumpangi nya... Ia pun berinisiatif untuk berhenti didepan gadis itu..
Ferdy membuka kaca mobilnya dan memanggil gadis itu untuk ikut dengannya karena mungkin saja satu arah dengan perjalanannya.
" Ayo cepat masuk dalam mobil.. kamu ngapain disitu nungguin bis gak bakalan ada yang datang..."
Karena memang dari tadi ia menunggu bis tidak kunjung datang, Freya pun ikut masuk dalam mobil Ferdyan.
Suasana didalam mobil hening tidak ada suara.. kemudian Ferdy berinisiatif untuk menanyakan dimana tempat gadis itu kerja.
__ADS_1
" hey cewek sialan... tempat kerja kamu dimana?.."
Freya melirik pengendara mobil dan menatap dengan raut wajah tidak suka dengan omongannya yang kasar dan sombong...
" aku ke perusahaan R.." jawab Freya singkat..
Ferdyan pun bingung kenapa juga bisa satu tempat kerja dengan dia.. kemudian suasana hening kembali seperti semula.
Setelah beberapa menit kemudian mereka sampai di gedung perusahaan R yang sangat megah dan tinggi...
Freya turun dari mobil dan mengucapkan terimakasih kepada pemilik mobil karena sudah mau mengajak ia untuk naik mobilnya sehingga ia tidak telat dalam pekerjaan nya. kemudian ia lari menuju ke dalam kantor tanpa sadar Ferdy mengulum senyum melihat tingkah gadis yang sedang berlari... namun ia tepis pikiran itu karena ia akan dijodohkan oleh pilihan orangtuanya.
Ferdy pun memarkirkan mobilnya di tempat biasa nya yang digunakan. Lalu turun dan masuk kantor melalui pintu depan... seperti biasa banyak karyawan yang lalu lalang menyapanya namun dia tak pernah menjawab sapaan dari karyawan nya, hanya dengan anggukan kepala yang dilontarkannya.
" Selamat pagi Bos..." sapa karyawan
Meskipun sombong dan dingin sang bos tetap banyak karyawati yang terpesona akan ketampanan nya... Banyak karyawati yang ngefens padanya... Namun bagi Ferdyan itu adalah hal biasa yang selalu ia terima bertahun tahun saat ia bekerja di perusahaan R.
Ferdyan pun masuk dalam lift khusus presedir untuk menuju ruangan nya, karena memang ruangan nya berada dilantai paling atas..
Saat keluar dari lift dan lewat pantri ia melihat sosok gadis yang tadi pagi duduk di mobil bersamanya sedang bercanda dengan teman temannya.
"kalian disini mau kerja apa mau ngrumpi...." dengan nada yang ketus sehingga mengagetkan para karyawan yang sedang berada di pantry..
" ke-kerja pak.." jawab karyawan yang merasa ketakutan akan gertakkan bosnya.
" kalau kerja kenapa masih disini... dan ini juga kamu ruangannya dimana? cepat kembali ke tempat kerjamu.. " sambil menunjuk gadis yang berada disamping Kirana .
Ya Kirana adalah teman baru Freya waktu dia baru masuk kekantor ini.. karena mereka sudah bertukar nomor telepon saat pendaftaran untuk calon penerima karyawan baru.. mereka berdua sering kontekan sehingga membuat mereka berdua akrab satu sama lain...
Kirana memiliki sifat yang agak pendiam dan sedikit merasa takut akan hal hal yang terutama tentang kemarahan atau pun hukuman.. jadi dia tau kesalahan nya karena jam kerja malah keluyuran ke pantry karena memang mereka berdua kehausan.
Ferdyan pun pergi dari tempat itu dan menuju ke ruangannya karena tidak mau menghabiskan waktunya untuk hal yang tidak penting seperti tadi..
Disaat Ferdy Sudah masuk kedalam ruangannya, Freya melirik temannya yang masih menunduk takut.. Freya pun menyenggol lengan temannya agar menyudahi tundukannya...
Freya sangat kesal karena melihat tingkah laku orang yang pernah mau menabrak nya waktu itu.
__ADS_1
" Siapa sih orang itu .. belaga banget... sombong angkuh ihhh.. nyebelin banget deh lihatnya..." saking gregetan nya freya mengumpat di samping temannya.
Mendengar ocehan teman disampingnya Kirana langsung membungkam mulut Freya karena takut nanti akan ketahuan oleh orang lain...
" hussss ... diam Freya nanti kalau ketahuan oleh orang lain bagaimana?.. " dengan pelan pelan ia berbicara pada Freya.. lalu melepaskan tangannya dari mulut Freya.
" emang nya kenapa sih kalau ketahuan oleh orang lain..." Freya menjawab sambil memonyongkan bibirnya dan ngambek karena temannya telah membela orang itu...
" Iya ampun ... Freya ...masa kamu nggak tahu kalau tadi adalah CEO kita...!!!" sambil menepuk jidatnya..
"apa..." sambil menutup mulutnya karena kaget atas kenyataan yang ada bahwa cowok yang hampir menabrak nya kemarin adalah bos nya...
Kemudian mereka berdua masuk keruang masing masing untuk melanjutkan pekerjaannya..
disaat Freya mengerjakan pekerjaan nya ada suara telfon yang berdering.. benar saja itu telpon nya tapi dari nomor yang tidak di kenal.. akhirnya Freya membiarkan telepon itu... namun tidak disangka sampai berkali kali menelpon akhirnya diangkat oleh Freya ..
" hallo...." ucap Freya ramah kepada orang disebrang telponnya..
namun Ferdyan merasa kesal kepada gadis itu karena tidak pernah ada telpon nya tidak di jawab sampai begitu banyak....
" hallo...." dengan suara keras dan marah
" kenapa kamu tidak menjawab telepon dari ku hah...." masih dengan nada kesalnya ia bicara kepada gadis itu...
merasa kaget dan panik karena ia tahu persis siapa pemilik suara ini akhirnya diapun menjawab dengan sedikit ketakutan...
" ma- maaf kan saya pak.... saya kira ini nomernya orang tidak penting yang hanya iseng dengan menelpon saya.." Freya menjelaskan kepada orang itu karena memang ia tidak tahu kalau nomor telepon itu milik bosnya...
Dengan rasa yang tambah marah karena jawaban dari gadis itu .
" apa kamu bilang .. nomor ku tidak penting??... kamu pikir aku tidak penting buat mu huh....!!!" dengan masih emosi yang marah...
" ma maaf pak bukan maksud saya seperti ituu". jawab Freya sedikit gugup karena dirasa memang ia bersalah...
" maaf kamu bilang.... apa cukup dengan kata maaf huuhhh.... dasar cewek sialan.."
lagi lagi ia memaki Freya dengan kata " cewek sialan".. Freya merasa sedih dengan perkataan yang terlontar dari mulut cowok itu... Freya pun diam tidak menjawab perkataan cowok itu...
__ADS_1
" Heiiii.. kamu masih dengerin nggak.... cepat kesini bawakan aku jus jeruk... aku tunggu di ruangan ku cepat gak pakai lama..." lalu Ferdy menutup teleponnya..
Freya pun menghela nafas panjang dan kemudian berjalan menuju pantri...