
Berawal mula ada seorang gadis yang bernama nila telah lulus pendidikan di SMA,gadis remaja berusia 18 tahun itu adalah gadis yang sangat cantik dan pintar.
Dibalik itu semua kehidupan tak sesempurna dirinya,nila adalah anak ke-5 dari 7 saudara,nila adalah perempuan satu-satunya diantara saudara-saudaranya itu.
Kehidupan nila sangatlah memprihatinkan karena orang tuanya hanyalah buruh tani,yang sehari-hari bersahabat dengan alam dari hujan dan panasnya terik mentari.
Tapi nila tidak menyesal dilahirkan dikeluarga yang jauh dari kata cukup.ia sangat bersyukur karena biarpun mereka kekurangan dalam materi tapi keluarga mereka adalah keluarga yang akur.
Setelah lulus dari SMA nila tidak dapat melanjutkan pendidikannya ke universitas karena biaya yang sangat besar.
Nila bertekat untuk keluar kota mencari pekerjaan untuk bisa meringankan beban keluarganya terutama orang tuanya.
Sampainya dikota,nila seperti sangat takut melihat betapa berisiknya kota itu,kendaraan roda 2 dan 4 seperti tidak henti-hentinya mondar mandir seperti setrika baju.
Namun nila memberanikan diri untuk mencari pekerjaan disitu karena tidak ada pilihan,lagi pula lama-lama ia akan betah seiring berjalannya waktu.
Dengan langkah kaki yang pelan tapi pasti nila segera keseberang,tempat dimana pasar tradisional yang sangat luas bak lapangan bola itu.
Masuk dalam pasar nila melihat disekeling banyak sekali penjual menjual bermacam-macamkebutuhan pribadi maupun rumah tangga.Ada juga yang menjual berbagai macam makanan seperti bakso,pangsit,sate dan lain-lain.
Melihat itu nila sangat bingung mau bekerja apa,karena ia tidak memiliki skill apapun untuk melamar kerja karena ia baru saja lulus sekolah.
Saat itu nila merasa lapar,cacing diperutnya seakan-akan bernyanyi menandakan bahwa mereka sangatlah menginginkan sedikit cemilan biar mereka diam dan tak berbunyi lagi.
Dipojok sana tepatnya dikedai sate itu ia melihat secarik kertas putih terpapang tulisan yang membutuhkan karyawan.
Tanpa pikir panjang nila segera melangkahkan kakinya kekedai itu,lalu menanyakan apa masih ada lowongan kerja.
"Assalamualaikum bu,apa masih menerima karyawan?"ujarnya kepada ibu tua itu yang mungkin seumuran dengan ibunya dikampung.
"Waalaikum salam nak masih,apa kamu mau kerja disini?"sembari tersenyum karena melihat nila begitu cantik jelita.
"Ya bu,nila mau bu asal itu halal."ujarnya lagi.
"Ok,kamu bisa kerja hari ini."balas ibu ini dengan tegas
"Terimakasih bu."membalas dengan senyum.
"Tapi bu."dengan nada rendah.
"Apa nak."mempertanyakan apa yang ingin nila katakan.
"Boleh aku minta sedikit lontongnya bu karena nila belum makan."
"Boleh nak,bentar ibu siapi dulu ya."sembari mengambil piring untuk membuat makanan untuk nila.
__ADS_1
"Terimakasih bu."ujarnya kepada ibu yang baik hati itu.
"Oh...nama kamu nila ya,ini nila makanannya,dimakan sampai habis ya."
"Lah kok,ibu memberi saya seporsi sate lengkap,nila hanya minta lontongnya saja bu."ujarnya terkejut.
"Gak apa-apa nila,yang penting kamu makan dulu baru boleh kerja ya entar kamu pingsan lagi."sembari melempar tawa kecil kepada nila.
"Terimakasih bu."sambil menyantap makanan yang diberi ibu itu.
Selesai makan nila beranjak mencuci piring bekas ia makan tadi,ia bersyukur sekali memiliki ibu yang baik hati ini yang sering orang bilang bos tapi tidak berlaku untuk panggilan ibu ini,karena ia memperlakukan nila seperti anak sendiri.
Sudah setengah tahun nila bekerja dikedai sate itu tepatnya dikedai sate padang.
Semenjak nila bekerja disitu,sate padang itu semakin rame karena nila bekerja dengan baik dan tekun selalu ramah kepada para pelanggan sehingga banyak yang suka makan ditempat tersebut.
Pada hari senin ibu bos nila memberikan informasi bahwa dalam minggu ini ia tidak bisa menemani nila berjualan karena ibu bos nila mau pulang kampung ke padang untuk beberapa waktu.
Nila sangat sedih,selama ini ia sangat nyaman dengannya,apalagi ibu bosnya itu sudah ia anggap seperti ibu kandungnya sendiri.
Untungnya selama ibu pergi ada yang akan menggantikannya untuk menemani dan membantu nila,pria itu adalah rama anak bungsu dari ibu bosnya itu.
Dedi baru saja pulang dari kota batam karena kontrak kerjanya di batam sudah selesai.
"Ya bu,Terimakasih ya bu"Ujarnya dengan hati yang lega.
"Sama-sama nila"Melemparkan senyum.
Tak lama kemudian nila melanjutkan pekerjaannya sembari menata tempat kedai tersebut.ibu bosnya beranjak pergi dan meninggalkan nila.
Namun beberapa jam kemudian disaat nila tengah sibuk melayani banyak pelanggan yang menyantap kedai satenya.
Ada seorang pria yang bertanya kepada nila dengan suara yang halus sampai nila pun tidak mendengarnya.
"Permisi....???"dengan nada yang rendah.
"Permisi....???,apa ini kedai sate ibu nur.
"Oh ya...benar bang"terkejut karena pria ini ada dihadapannya.
"Kamu nila kan"menunjukan jari telunjuk tepat didagunya nila.
"Iya aku nila,kamu siapa ya kok bisa tau namaku"tanya dengan penasaran.
"Perkenalkan aku rama putra ibu nur"ujarnya
__ADS_1
"Oh...bang rama"yang baru pulang dari batam kann"
"Iya...?"jawabnya.
"Hari ini lumayan nila kedainya banyak sekali orang beli"sambil menatap nila.
"Iya bang begitulah"Ujarnya.
Apa yang bisa aku bantu nila"sembari mengapai piring-piring yang kotor diatas meja.
"Itu piring gak usah bang biar nila aja yang cuci" membalas senyum.
"Jadi abang bantu apa....???"
"Abang kipas aja satenya bang biar cepat matang"ujar nila.
"Siap nila"sembari memberi hormat kepada nila.
Melihat rama begitu lucu dan ramah,nila juga kagum kepada rama karena dia pria yang tampan,dia juga tidak ringan tangan selalu membantu nila sepanjang hari walaupun ia adalah anak yang mempunyai kedai itu.
Sorepun tiba keduanya lekas membereskan peralatan kedai yang harus disimpan didalam gerobak,mereka sangatlah kompak seperti sudah lama mengenal padahal baru saja bertemu.
Keringat pun membasahi sekujur tubuh nila,keringat yang mengalir disela-sela rambutnya terus turun ke wajah putih nila itu.
Melihat nila bercucuran keringat,rama pun memberikan sapu tangannya untuk mengusap keringat nila.
Nila menerima sapu tangan dari rama langsung mengusap keringat yang dari tadi membasahi semua wajahnya.
Rama pun menanyakan nila tinggal dimana agar bisa mengantarkan nila pulang kerumah.
"Nila...???rumahmu dimana biar aku antar"
"Gak usah bang,dekat kok..."ujarnya sambil menggelengkan kepalanya.
"Gak apa-apa nila,biar tau rumahmu dimana"
"Nanti merepotkan abang lagi"sambil melambai-lambai tangannya.
"Gak merepotkan kok nila"dengan nada yang rendah dan sopan.
"Ok bang"masih merasa gak enakan sama dedi.
"Ayo...kita pulang,abang parkir motornya di depan" mempersiapkan nila duluan.
Mereka pun keluar dari pasar tersebut menuju parkiran dimana motor rama diparkir.
__ADS_1