
Pak kades segera menemui putrinya yang sudah sadar dari pingsan nya.
Pak kades mengelus kening putri nya seraya bertanya.
"Nak kamu udah mendingan...?"
"Alhamdulillah udah pak...?"
"Nak bapak mau tanya sama kamu,kenapa kamu bisa ada di sungai dan sampai kamu di bawa arus sungai nak?" tanya si bapak dengan rasa penasaran.
"Mirna...hanya?" ujarnya dengan rasa takut.
"Hanya apa nak..? katakan sama bapak".Menunggu jawaban dari putrinya itu.
"Mirna hanya ingin mandi di sungai saja pak".
"Kenapa kamu gak bilang sama bapak biar yeti bisa nemenin kamu ke sungai nak,jangan sendiri seperti ini bahaya nak...?"ujar bapak nya dengan rasa cemas.
"Mirna sebenarnya mau pamit sama bapak tapi takut gak di izinkan pak"
"Bapak akan izinkan bila kamu beri tau bapak,kamu kan tau sendiri bapak? apa yang kamu minta pasti bapak kabul kan"?
"Iya pak mirna tau mirna salah...Mirna minta maaf pak?"
"Iya nak...tapi jangan seperti ini lagi ya,buat bapak khawatir,untung ada anak muda yang bernama Dimas itu yang udah nolongin kamu nak,kalau tidak bapak tidak tau apa yang akan terjadi sama kamu nak"
__ADS_1
"Dimas...??? siapa dia pak"
"Bapak juga kurang tau tapi katanya ia anak kampung sebelah nak"
"Pak...boleh Mirna bertemu dengannya,Mirna mau berterima kasih"
"Boleh nak...bapak panggil kan dulu"
"Nak dimas,putri saya mau bertemu dengan nak Dimas"
Dengan langkah pasti Dimas pun memasuki ruangan dimana Mirna dirawat.
"Silakan masuk nak.." Ujar pak kades kepada Dimas.
"Ya pak...terima kasih pak" ujar dimas.
"Halo...perkenalkan nama ku Dimas" sambil mengulurkan tangannya.
"Em....Aku Mirna,senang berkenalan dengan kamu" Sembari tersenyum.
Melihat senyuman Mirna,dimas pun seperti nya terpesona melihat senyumnya,karena dibalik senyum Mirna terlihat gigi gisul nya dan disebelah bibirnya terdapat lesung pipi yang sangat menggemaskan.
Begitu juga Mirna yang sangat terpesona dengan ke tampanan dimas yang membuat hatinya dag dig dug.
Keduanya terlihat saling bertatapan mata,sepertinya mereka terjebak dipandangan pertama.
__ADS_1
"Eheeem....!!!" tegas pak kades memberi kode.
keduanya segera melepaskan tangan yang tadinya bersalaman erat.
"Pak aku mohon pamit untuk pulang karena hari sudah sore takutnya nanti keluarga ku mencemaskan aku" ungkap dimas.
"Ya nak...sebaiknya begitu,pasti orang tua mu sudah menunggu mu dirumah" saut pak kades.
"Mirna...saya pamit pulang ya,jaga kesehatan kamu ya" melemparkan senyum kepada mirna.
"Iya Dimas...? Terimakasih untuk hari ini,kamu hati-hati dijalan ya? ujar mirna dengan penuh perhatian.
"Iya mir...sama-sama,pak dan semuanya aku pergi dulu" sambil melambaikan tangan kepada warga sekitar.
Setelah pergi meninggalkannya kampung sebelah dimas yang sudah tiba dirumah nya disambut oleh orang tua nya yang sudah duduk dikursi teras rumah.
Mereka menanyai dimas kenapa pulangnya terlambat padahal dari pagi dimas pamit untuk pergi memancing.
Dimas pun menceritakan perihal yang telah ia alami tadi.
Orang tuanya pun terkejut dengan cerita dimas dan sangat bangga kepada putra bungsu nya itu karena telah berani menyelamatkan orang yang mengalami musibah.
Tak henti-hentinya mereka memuji anak bungsunya itu.
Sampai akhirnya kedua orangtua dimas ingin bertemu dengan orang yang telah dimas selamatkan itu.
__ADS_1
...****************...
...Bersambung...