
Mata nila seakan tak percaya apa yang dilihatnya,begitu kerennya ia kalau menunggangi kuda besi itu,motor yang dimiliki rama adalah motor satria fu yang pada saat ini adalah motor yang sangat tren dan belum banyak pabrikannya.
Dengan menelan ludah nila bertanya kepada dedi.
"Ini motornya bang"tanyanya seakan tidak percaya.
"Iya...?ini motor aku"sembari memegang motornya itu.
"Kalau gak salah motor ini belum banyak yang punya,hebat abang udah punya motor ini"Ujarnya bangga.
"Gak juga nila,udah banyak kok yang punya"sambil tersenyum.
"Iya bang...kata teman aku kalau motor ini masih enlimated bang"Ujarnya
"Iya ya..terserah nila aja"tersenyum lagi.
"Ayo nila naik kita pulang kerumah kamu"sambil menepuk jok motor dibelakangnya.
"Iya ya bang"bergegas naik ke motor itu.
Mereka pun pulang ditemani langit yang jingga menandakan waktu senja akan berlalu.
Sesampai dirumah dikost nya nila,nila menawarkan rama untuk mampir untuk minum teh,tetapi rama mengatakan hari udah mau magrib jadi lain kali aja karena mereka udah bau keringat dan asap habis beraktivitas seharian.
Rama pun berpamitan kepada nila untuk pulang.
"Nila...?abang pulang ya"sambil menghidupkan motor.
"Iya bang...?hati-hati"Sambil melampaikan tangan.
"Ok...langsung mandi ya" ujarnya sambil tersenyum.
"Iya..abang juga,Terimakasih tumpangannya".
"Iya...?sama-sama nila"sambil membunyikan klakson motor.
Nila masuk dan menutup pintu sedangkan rama bergegas pulang kerumah.
pagi pun tiba,mentari pagi seakan-akan menyambut nila dengan sinarnya.nila pergi kerja seperti biasa dengan ditemani rama karena ibunya belum pulang dari kampung.
Mereka berdua sangat serasi sehingga banyak orang mengira bahwa mereka adalah pasangan muda yang baru menikah.
Keduanya menyangkal dengan pendapat banyak orang,ya mungkin semua orang mengganggap mereka adalah pasutri tapi kenyataannya nila dan rama adalah teman kerja biasa.
Walaupun demikian nila dan rama seperti memiliki rasa suka sama suka bila melihat gerak-gerik mereka.
Jarum jam menunjukan pukul 12.00,rama meminta nila break dulu untuk membeli makanan untuk makan siang,nila pun bergegas untuk membeli makanan diwarung nasi.
Baru ingin melangkahkan kaki,nila lupa bertanya rama mau lauknya apa.
"Bang...?lauknya apa bang"tanya nila dengan lembut.
__ADS_1
"Apa aja nila,terserah kamu aja"Ujar rama sembari tersenyum kepada nila.
"Ok bang,,,gimana ayam bakar sama sambal ijo mau bang".
"Ya...Jadi itu seperti enak".
"Baik bang,nila pergi dulu ya"
"Oh ya nila,hati-hati"sambil tersenyum.
Tidak lama kemudian nila pun pulang membawa nasi bungkus,mereka pun makan bersama.
Moment itu seolah membuat mereka akrab seperti pasangan yang sedang kasmaran dimana rama menatap nila dengan penuh perasaan.
Rama seperti tidak bisa membohongi perasaannya lagi kepada nila,rasanya ia ingin sekali mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya kepada nila.
Saat itu rama merencanakan sesuatu,gimana ia bisa jalan sama nila berdua melihat malam yang indah.
Sementara nila juga mempunyai perasaan yang sama,dia sangat mengagumi rama biarpun dia adalah anak bosnya tapi rama sama sekali tidak menganggap nila itu sebagai karyawan tapi rama memperlakukan nila seperti adik yang ia sayangi.
Mereka berdua terbawa suasana hati yang begitu indah sampai mereka tidak menyadari bahwa ada pengunjung yang datang untuk membeli satenya.
Terkejut dengan kedatangan pengunjung,rama dan nila bergegas menyudahi makan siang mereka dan melanjutkan aktivitas mereka lagi.
Hari itu pun berlalu senja telah menunjukkan wajah dengan warna jingga yang indah,keduanya bergegas untuk pulang.
Sementara itu rama ingin mengatakan sesuatu kepada nila bahwa ia ingin mengajak nila jalan malam ini.
"Mau ngomong apa bang...?"tanya nila.
"Nanti malam kamu ada waktu gak"ujar rama.
"Nanti malam ya...?"sambil mikir.
"Iya nanti malam"menunggu jawaban dari nila.
"Gak ada sepertinya bang,kenapa bang"tanya nila.
"Kalau begitu...?apa boleh abang main ke kost kamu"
"Oh itu...?tentu boleh bang"jawab nila.
"Ok...!nanti malam jam 20.00 aku ke kost kamu ya"
"Baik bang"Ujar nila dengan hati yang senang.
Keduanya segera pulang untuk mempersiapkan pertemuan mereka malam nanti.
Rama sepertinya tidak sabar menunggu malam tiba agar bisa mengutarakan isi hatinya kepada nila.
waktu telah menunjukan pukul 19.30,keduanya bersiap-siap untuk bertemu.
__ADS_1
Disisi lain rama begitu keren dengan celana jensnya dan baju kaos hitam yang dilengkapi hoody yang pas dengan tubuhnya.
Sedangkan nila tampak begitu cantik dengan gaun merah yang indah dan rambut yang terurai panjang begitu mempesona.
Terdengar sayup-sayup bunyi motor rama,nila pun merasa gerogi karena baru pertama kali ia berdandan seperti ini untuk seorang pria yang begitu ia sukai dan kagumi.
Tak lama kemudian rama pun sampai di kost nya nila.rama pun mengucap salam dan mengetok pintu nila.
"Tok,tok,tok"
"Assalamualaikum nila"sambil mengetok pintu.
"Waalaikum salam"membuka pintu.
Betapa terkejutnya nila melihat penampilan rama yang sangat keren dan ganteng.
Sama halnya dengan rama juga terkejut melihat nila,ia tidak percaya nila yang selama ini membantunya dikedai akan semanis dan secantik ini dengan mengenakan gaun merah yang sangat indah.
"Nila...?Kamu cantik sekali"sambil menelan ludah.
"Iya bang"tersipu malu.
"Abang juga keren dan ganteng kok"balas nila dengan senyum.
"Ah...?biasa aja aja nila"sambil senyum dan tertunduk malu.
Mereka pun saling memuji satu sama lain.
"Silakan duduk bang"menawarkan kursi kepada rama.
"Terimakasih nila"memberi senyuman.
"Abang mau minum apa"tanya nila.
"Teh aja nila tapi gak terlalu manis ya"ujar rama.
"Ok bang,nila ke belakang dulu bang ya"
"Ok nila".
Gak berapa lama kemudian nila membawa secangkir teh untuk rama dan memberikan minuman itu kepada rama.rama sangat senang bisa ngobrol sama nila,apa aja nyambung dan sangat seru.
Waktupun berlalu sangat cepat,keduanya bahkan tidak menyadari bahwa hari semakin larut,jam telah menunjukan angka 10.30 artinya rama harus segera pulang dan nila harus tidur awal karena mereka besok harus bangun pagi untuk beraktivitas seperti biasa.
Namun,wajah rama tampak kesal karena ia belum bisa mengungkapkan isi hatinya kepada nila.
Rama pun menanyakan sesuatu kepada nila apa sabtu sore tepatnya malam minggu besok ia ada acara apa gak.
Dengan penuh percaya diri nila menggelengkan kepalanya menandakan bahwa sabtu sore ia tidak ada acara apapun.
Tak terbayangkan begitu bahagianya rama melihat isyarat tubuh nila.
__ADS_1
Saat itu rama mengatakan kepada nila bahwa sabtu sore ia mau mengajak nila jalan kepantai dimana pantai itu terkenal dengan keindahanannya dengan pasir putih yang begitu luas.