
Setelah itu dimas pun membuka pintu kamar dan melihat mirna tengah duduk diatas ranjang mereka yang dipenuhi hiasan bunga Warna warni bernuasa putih dan pink menambah suasana romantis dikamar itu.
Tapi mirna seakan duduk terdiam setelah mendengar percakapan ibunya dengan ibunya tadi.
Dimas pun menghampiri mirna yang hanya duduk terdiam saja diatas ranjang mereka.
Dimas pun meletakkan tangannya ke pundak mirna.
"Mirna kamu kenapa...?semenjak ibu membicarakan soal cucu tadi kamu hanya diam,emang ada masalah yang kini kamu pikirkan...?" tanya dimas sambil memandang istrinya itu.
Mirna hanya diam tidak menjawab apa-apa pertanyaan dimas.
Dimas pun jadi bingung kok tiba-tiba mirna jadi pendiam seperti ini biasanya mirna periang dan suka sekali bicara.
"Mirna ada apa...coba cerita sama saya,saya kan udah jadi suami kamu jadi apa masalah mu itu juga masalah ku mir,ayo dong bicara...?" sambil membujuk mirna agar dia mau cerita.
"Benar kamu mau tahu apa yang saya pikirkan" ujar mirna kepada dimas.
__ADS_1
"Iya mir...apa pun itu mir saya siap mendengarnya" jawab dimas meyakinkan mirna.
"Saya sebenarnya di diagnosa dokter tidak bisa hamil,jadi saya takut kamu akan meninggalkan saya karena saya mandul" sambil menutup mata dengan kedua tangannya takut air matanya akan jatuh membasahi wajahnya.
"Mir...kamu jangan begini dong itu kan hanya ucapan dokter kalau pun itu benar saya tidak akan meninggalkan kamu gara-gara tidak bisa memberikan saya keturunan" ujar dimas sambil mengelus kepala mirna.
"Tapi orang tua kita gimana...? mereka pasti akan sangat sedih dan kecewa bahwa saya tidak bisa memberikan mereka cucu dimas" mirna menangis menjadi-jadi.
"Udah...udah kamu jangan nangis lagi nanti mereka dengar jadi gak enak kan" sambil menenangkan mirna.
"Sssss....udah udah nanti kita pikirkan jalan keluarnya ya,jadi kamu jangan nangis lagi"sambil memeluk mirna agar mirna bisa tenang.
Dimas pun menyuruh mirna untuk ganti baju pengantinnya karena baju pengantin itu sangat berat dan panas.
Mirna pun segera ke kamar mandi untuk ganti baju,meski pun mereka sudah sah menjadi suami istri tapi mereka masih belum terbiasa dengan keadaan yang mereka alami sekarang.
Setelah mirna ganti baju nya,dimas pun bergegas ke kamar mandi untuk ganti baju.
__ADS_1
Mereka berdua masih membahas permasalahan mereka dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk membicarakan ini kepada orang tua mereka agar bisa mendapatkan solusi dari permasalahan yang mereka alami.
Kedua pergi keluar kamar dan menemui kedua orangtua nya.
Mereka langsung membicarakan apa permasalah mereka kepada orang tuanya dan orang tuanya sangat memahami situasi yang di alami oleh anak mereka.
Dengan diskusi yang panjang mereka pun mendapatkan titik terang untuk membawa mirna ke tempat ibu suci yang banyak orang mengatakan bahwa dia bisa mengobati permasalahan orang-orang yang susah mendapatkan keturunan.
Tanpa berpikir panjang mirna pun setuju dan menyanggupi permintaan kedua orangtua nya itu dan memutuskan akan segera berobat kesana agar bisa mempunyai anak.
Dimas pun juga mendukung keputusan istrinya itu lagi pula bila mereka berusaha dengan keras pasti mendapatkan hasil lebih baik.
Tanpa menunggu waktu yang lama mereka memutuskan untuk pergi ke rumah ibu suci besok karena mereka harus cepat karena mirna dan dimas masih pengantin baru.
...****************...
...Bersambung...
__ADS_1