Bosku adalah Mertua ku

Bosku adalah Mertua ku
Episode 5


__ADS_3

Suasana itu pun menjadi hangat,mereka melepaskan rindu satu sama lain karena sudah lama sekali mereka tak bertemu.


Begitu juga dengan Dimas dan Mirna semakin akrab dan lebih mengenal satu sama lain.


Tak terasa terdengar suara Azan mereka pun berhenti bicara dan terkejut karena tak menyadari hari sudah menunjukkan pukul setengah satu.itu berarti hari sudah siang dan waktunya untuk sholat zhuhur.


Orang tua Dimas langsung beranjak pamit untuk pulang karena ingin menunaikan kewajibannya.


Namun saat itu ibu Mirna malah menyuruh orangtua dimas untuk sholat di rumahnya saja,lagian mereka juga sudah berteman lama jadi ibu mirna menganggap orangtua dimas sebagai keluarga mereka sendiri.


Orang tua Dimas menerima tawaran orangtua Mirna dengan senang hati.


"Baiklah kami sholat di rumah kamu aja" saut ibu Dimas.


"Nah begitu donk,lagian udah lama banget kita gak sholat bareng" ujar ibu Mirna tersenyum.


"Dimas kamu bareng ibu dan bapak sholat berjamaah dengan keluarga Mirna ya...?"


"Iya bu...?" ujar dimas sembari mengangguk


"Nah sekarang kalian pergi wudhu dulu nanti setelah itu baru kami" sambil menunjukan arah kamar mandi tempat berwudhu.


"Iya bun terima kasih ya" saut ibu Dimas sambil menepuk pundak ibu Mirna.


Setelah itu mereka pun bersama-sama menunaikan ibadah sholat berjamaah.


Sungguh pemandangan yang begitu indah seperti melihat kedua keluarga yang utuh.

__ADS_1


Selesai mereka sholat,orangtua dimas pun pamit untuk segera pulang karena hari sudah siang.


"Terimakasih atas semua bun" ujar ibu dimas.


"Iya bun sama-sama kami juga berterima kasih sudah menyempatkan waktu untuk berkunjung kesini" saut ibu mirna.


"Iya bun" memegang erat tangan ibu mirna.


"Ya udah kami pulang dulu ya,mirna tante pulang ya...?" sambil tersenyum.


"Iya tan hati-hati di jalan" saut mirna.


Dimas pun berpamitan dengan kedua orangtua mirna dan mirna,Dimas juga memberikan sesuatu kepada mirna berupa secarik kertas kecil dan didalam kertas itu seperti ada sebuah benda.


Tapi mirna belum berani membuka kertas itu karena masih ada orangtua tua.


Di mobil dimas selalu memikirkan mirna,ia sepertinya penasaran dengan mirna apa mungkin mirna akan membuka kertas yang telah ia berikan kepada mirna.


Sementara itu mirna juga penasaran dengan kertas yang diberikan dimas kepada nya.


Tak ingin membuang waktu dan rasa penasaran nya menjadi-jadi,mirna pun kemudian membuka kertas itu.


Betapa terkejutnya mirna setelah membuka dan membaca kertas itu.


Kertas itu berisi kan sebuah jepitan rambut dengan pita pink yang sangat cantik dan kertas itu pula bertuliskan sebuah puisi yang sangat romantis .


Mirna sangat senang dengan pemberian dimas,mirna tidak menyangka bahwa dimas adalah pria yang begitu romantis.

__ADS_1


Dikertas itu pula tertera nomor telepon dimas karena dari tadi mereka tidak sempat memberi nomor telepon.


Mirna pun segera menyimpan nomor telepon dimas.


Tak terasa Dimas dan orangtua nya sudah tiba dirumah mereka.


Orangtua dimas seperti nya merasa sangat senang saat berkunjung ke rumah mirna tadi.


Mereka pun segera masuk kerumah dan beristirahat.


Dimas pun pergi ke kamar sambil berbaring di tempat tidur nya.


Sambil memandang langit-langit rumah,dimas selalu membayangkan wajah mirna yang sangat manis itu.


..."apa mirna membuka kertas yang saya berikan kepadanya dan membaca puisi nya" saut dalam hatinya....


Saat menghayal dimas dikejutkan dengan bunyi telepon rumah mereka.


Ibu dimas memanggil dimas untuk mengangkat telepon.


Dimas pun bangun dari tempat tidur nya dan segera melangkahkan kaki untuk mengangkat telepon yang berbunyi tadi.


..."siapa sih yang nelpon ganggu aja nih" saut kesal dalam hatinya....


...****************...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2