
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu sudah tiba,akad nikah Dimas dan mirna akan segera dimulai.
Dimas yang begitu tampan rupawan saat mengenakan jas hitam menuju tempat yang telah disediakan.
Begitu juga dengan mirna yang tampak cantik bak bidadari saat mengenakan baju pengantin bernuansa putih itu dan menghampiri tempat yang telah ditempati oleh dimas.
Semua para tamu sangat takjub dengan kecantikan mirna tidak terkecuali dengan dimas.
Dimas sangat terpesona dengan kecantikan calon istrinya itu,dimas merasa sangat beruntung bisa mempunyai calon istri yang cantik seperti mirna.
Keduanya saling menatap seakan mereka belum percaya ini akan terjadi dan mereka akan segera menjadi suami istri.
Mereka pun bersiap untuk melanjutkan pelaksanaan ijab kabulnya.
Segera penghulu menggenggam erat tangan Dimas dan memberikan aba-aba untuk melapaskan ijab kabulnya.
Dengan kepercayaan diri yang kuat dimas berusaha menguatkan hati nya untuk mempersiapkan dirinya untuk melaksanakan ijab kabul dengan mirna.
Penghulu pun bersiap untuk menikahkan dimas dan mirna.
"Saya nikahkan engkau ananda Dimas bin surya dengan Mirna binti Arjuna dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai.
Lalu Dimas pun menjawab,
"Saya terima nikah dan kawinnya mirna binti arjuna dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai" dengan lancar dimas melapazkan ijab kabul itu dengan satu napas.
__ADS_1
"Bagaimana para saksi,sah...!!!" ujar pak penghulu.
"Sah...!!!" saut para saksi dan para undangan.
"Alhamdulillah" Dimas dan mirna merasa lega karena ijab kabul nya berjalan lancar.
Mereka pun menuju singgah sana yang berada tidak jauh dari tempat ijab kabul mereka.
Resepsi itu pun dimeriahkan berbagai acara adat dan organ tunggal yang pada saat itu adalah acara yang wajib dilaksanakan dalam resepsi pernikahan.
Tak terasa acara resepsi pernikahan dimas dan mirna akan segera selesai.
Para tamu pun berbondong-bondong untuk memberi salam dan selamat kepada kedua pengantin dan ada pula yang ingin berfoto dengan dimas dan mirna karena keduanya sangat cantik dan tampan.
Akhirnya acara pernikahan dimas dan mirna usai.keduanya kelihatan sangat bahagia karena kini mereka telah sah menjadi suami istri.
Saat masuk rumah,mereka pun langsung disambut para kerabat dan kedua keluarga besar mereka.
"Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar ya...!" ujar ibu dimas.
"Iya bun Alhamdulillah...?? kini kita jadi besanan dan anak kita akhirnya bisa menikah semoga cepat di kasih cucu ya bun" saut ibu mirna.
"Iya bun semoga saja,gak sabar nimang cucu...?" sambil tersenyum.
Mendengar pembicaraan orang tua nya,Dimas dan mirna sangat malu karena mereka baru saja menikah kok orang tua sangat tidak sabar untuk menimang cucu.
__ADS_1
"Bu...kami kan baru menikah masa mau cucu aja" Ujar mirna malu-malu.
"Ya emang nya kenapa mir lebih cepat kan lebih baik,ya kan nak dimas...???" tanya ibu mirna kepada dimas.
"Ehhh....ya bu benar" saut dimas dengan tergesa-gesa.
"Nah...nak dimas gak keberatan mir,jadi gak apa-apa kan,biar rame rumah kita" Ujar ibu mirna
dengan senang mendengar Jawaban dari dimas.
Mirna pun hanya terdiam dan segera masuk ke kamar pengantin nya itu.
"Mirna kenapa,dia kok diam bun" tanya ibu dimas.
"Iya ya...saya juga kurang tau bun" saut ibu mirna.
"Mungkin saja mirna kecapean bu karena resepsi tadi,dimas nyusul mirna ke kamar dulu ya bu" sembari melangkah menuju kamar pengantinnya.
"Ya nak dimas,sebaiknya nak dimas juga istirahat kan capek seharian kita resepsi" ujar ibu mirna.
"Betul kata ibu mirna dimas,ibu juga capek banget mau tidur dulu" saut ibu dimas sambil merenggangkan tubuhnya.
"Ya bu...Dimas permisi masuk kamar dulu ya bu" pamit dimas sembari memegang ganggang pintu kamar.
"Ya dimas"ujar ibu mirna.
__ADS_1
...****************...
...Bersambung...