
Ibu dimas pun meraih telepon rumah dan langsung menelpon orangtua mirna.
Tak lama kemudian,ibu dimas sangat senang karena telponnya sudah di angkat oleh ibunya mirna.
"Assalamualaikum,ini dengan siapa...?" tanya ibu mirna.
"Wa'alaikum salam bu,ini saya ibunya dimas" ujarnya.
"Oh ibu dimas ya,ada apa bu...?"
"Saya ada berita bagus untuk keluarga ibu...?"
"Berita apa bu...?" tanya ibu mirna penasaran.
"Sebentar lagi kita akan memiliki cucu...?"sambil tersenyum girang.
"Maksud ibu Mirna hamil...?" tanya ibu mirna.
"Ya bu ternyata mirna sedang mengandung tadi mereka baru saja pulang dari puskesmas dan ternyata pas di periksa mirna hamil bu...?" saut ibu dimas.
"Alhamdulillah ya Allah,akhirnya saya akan segera menimang cucu,bu tolong sampaikan ke mirna,ibu sangat senang dan selamat buat mirna karena sebentar lagi ia akan menjadi seorang ibu" ujar ibu mirna dengan rasa senang.
"Ya bu,nanti saya sampaikan bu,semoga diberi kesehatan dan kelancaran selalu untuk mirna sampai waktu persalinan nya"
"Aamiin ya Allah,terima banyak bu sudah memberi tahu berita yang sangat menggembirakan ini"
__ADS_1
"Ya bu sama-sama" ujar ibu dimas.
Setelah selesai menelpon,ibu dimas meminta dimas agar selalu menjaga mirna dan kandungan nya agar selalu sehat dan dimas harus menjadi suami yang siap siaga untuk istrinya.
Beberapa bulan kemudian dimana kandungan mirna sudah memasuki usia 9 bulan,ini membuat semua keluarga menjadi tidak sabar akan kehadiran sang buah hati,terutama orang tua mereka sangat mengidamkan seorang cucu.
Waktu yang di nanti-nanti pun tiba,mirna mengeluh sakit pada bagian perutnya,ia merasa kesakitan itu sangat luar biasa seperti segera ingin melahirkan.
Mendengar hal itu dimas segera bergegas menelpon ambulans untuk membawa mirna ke puskesmas agar segera ditangani oleh bidan untuk proses persalinan nya.
Suara ambulan pun datang dan dimas beserta keluarga segera membawa mirna ke puskesmas.
Di dalam perjalanan mirna selalu merintih kesakitan,ia merasa tidak tahan lagi menahan sakit yang ia rasakan.
Setelah tiba di puskesmas dimas langsung membawa mirna ke ruang persalinan.
Sedangkan keluarga dimas dan mirna menunggu diluar sembari berdoa untuk kelancaran persalinan mirna.
Ibu bidan pun langsung menangani proses persalinan mirna dan meminta mirna agar tidak panik dengan apa yang ia alami sekarang.
Tapi sepertinya mirna kehabisan tenaga dan tidak kuat lagi untuk melahirkan anaknya sehingga pihak puskesmas pun langsung memberi infus ke mirna agar bisa melahirkan anak nya.
Dimas pun sangat kasihan kepada mirna melihat mirna yang begitu berusaha untuk melahirkan anak itu.
Berapa jam kemudian ibu bidan meminta agar mirna di rujuk ke rumah sakit karena keadaan mirna sudah tidak stabil lagi dan kehabisan tenaga.
__ADS_1
Pihak puskesman pun merujuk mirna ke rumah sakit agar ditangani pihak dokter untuk melakukan operasi cesar karena kemungkinan mirna akan tidak sadarkan diri bila terlambat.
Keluarga mirna dan dimas segera memindahkan mirna ke rumah sakit terdekat.
Di rumah sakit mirna segera ditangani oleh dokter untuk melakukan operasi cesar.
Sudah 2 jam lebih mirna di dalam ruangan operasi,keluarga sangat cemas karena belum ada kabar dari pihak dokter.
Berapa menit kemudian,dokter yang menangani operasi mirna keluar dari ruang operasi.
Tampak ada yang aneh dari sikap dokter karena melihat dari raut wajahnya sepertinya ada yang tidak beres.
Benar saja dokter meminta pihak keluarga agar kuat dan sabar mendengar kabar ini karena bayi yang dilahirkan mirna sudah meninggal dunia beberapa jam saat di bawah ke rumah sakit.
Mendengar kabar itu pihak keluarga tidak kuasa menahan kesedihan mereka,mereka sangat berharap akan kehadiran cucu pertama mereka yang selama mereka nanti-nantikan.
Tapi tampaknya mirna belum mengetahui bahwa bayinya telah meninggal dunia sebab sampai saat ini mirna belum sadarkan diri.
Dimas yang tertunduk di kursi tunggu sangat sedih dan bingung bagaimana ia harus memberi tahu kabar ini kepada mirna.
Dimas tak sanggup melihat mirna apabila ia mengetahui bahwa bayi nya sudah meninggalkan nya dan dimas takut mirna tidak bisa menerima kenyataan ini.
...****************...
...Bersambung...
__ADS_1