
"Apa suci,Ayah minta maaf kepada mereka...?" sambil tertawa geli.
"Iya ayah,suci mau ayah minta maaf kepada rama dan juga orang tuanya" Ujar suci kepada ayahnya.
"Kamu gak salah suci,ayah minta maaf,emang ayah salah apa sama mereka" merasa heran.
"Ayah lupa apa,ayah telah merendahkan mereka dan menghina mereka,suci tau rama tidak seperti kita yang hidup mewah tapi rama selalu memberikan kebahagiaan kepada suci yah" sembari meneteskan air mata.
"Kebahagiaan apa suci...? CINTA maksud kamu".
"Ayah gak sudi punya mantu yang pekerjaannya tidak jelas,ayah mau kamu itu cari calon suami yang mapan seperti kita suci?".
"Ayah cukup ayah" menangis sedih dengan perkataan ayahnya.
"Ayah gak perlu bicara seperti itu,stop hina mereka yah...? sambil berlutut sambil memegang kaki ayahnya yang tengah duduk dikursi.
"Sudahlah suci...? mungkin ini sudah takdir kita untuk mengakhiri hubungan ini,aku yakin suatu saat nanti kamu akan menemukan pria yang bisa membahagiakan kamu lebih dari aku,sekarang kami pamit pergi,Terimakasih atas penghinaan ini" Tutur rama sambil melangkah meninggalkan suci.
"Rama...ramaaa....aku mohon jangan pergi,ramaaaa....!" teriak suci keras memanggil rama.
Sementara itu rama dan orang tuanya tidak menghiraukan teriakan suci.
__ADS_1
Mereka terlanjur kecewa dan sakit hati atas apa yang diperbuat keluarga suci terhadap mereka.
Setelah kejadian itu rama tidak mau lagi bertemu dengan suci dan ia merantau ke Batam agar kenangannya bersama suci bisa ia lupakan.
Pada akhirnya rama kembali lagi kerumah karena permintaan ibunya yang menyuruhnya untuk membantu nila bekerja.
Sementara itu rama yang tengah asik ngobrol dengan ibunya tiba-tiba nila datang membawa secangkir teh untuk ibu rama.
"Silakan diminum bu...?.
"Nila...! kok repot-repot si,ibu bisa buat sendiri dibelakang...?.
"Gak papa bu" sembari tersenyum.
Saat nila melangkahkan kakinya untuk pergi kebelakang,tangan rama meraih tangan nila dengan cepat.
Meminta agar nila duduk bersama mereka,rama ingin menjelaskan semuanya atas kejadian tadi dan mengatakan Sebenarnya hubungan mereka kepada ibunya.
Nila terdiam dan duduk disamping rama berhadapan dengan ibunya rama.
Melihat sikap rama meraihtangan nila,ibunya hanya tersenyum.
__ADS_1
"Nila...? ada yang ingin abang bicarakan sama kamu"
"Iya apa bang" tanya nila.
"Abang hanya ingin menjelaskan siapa suci itu"
"Emangny suci itu bukannya pacar abang" dengan suara yang sangat pelan.
"Iya...itu dulu nila,sampai akhirnya kita memutuskan untuk melamar suci tapi batal,iya kan bu" sembari bertanya kepada ibunya untuk meyakinkan nila.
"Iya nila...? yang dikatakan rama itu benar,rama tidak lagi menjalin hubungan dengan suci
saat kejadian itu" tutur ibu rama kepada nila.
"Kejadian apa bu" tanya nila dengan rasa penasaran.
"Itu gak penting nila...? yang terpenting kalian fokus dengan pekerjaan kalian yach" mengelus tangan nila sambil tersenyum.
"Iya bu...nila akan selalu fokus bu dengan pekerjaan ini,nila ingin belajar dengan tekun agar suatu saat nila bisa buka kedai sendiri seperti ibu" ujar nila dengan penuh semangat.
Mendengarkan jawaban nila,ibu rama sangat senang,ia sangat bersyukur mendapat karyawan seperti nila yang selama ini giat sekali bekerja.
__ADS_1
Ibu rama menganggap nila seperti anaknya sendiri karena ibu rama tidak mempunyai anak gadis semanis nila.