
" Sovia Sovia dimana kamu nak"
Panggil seorang perempun paruh baya sembari mengelilingi halaman rumahnya mencari seorang gadis yang tidak lain adalah Sovia putri sulungnya.
"Saya di sini bu. Di kandang Leo (kuda kesayangan Sovia sejak Leo pertama kali berikan oleh ayahnya sebagai hadiah ulang tahunnya 10 tahun lalu)". Teriak Sovia sembari memberi makan kuda kesayangannya itu.
Herlina menghampiri sovia di halaman belakang tempat Sovia berada.
" isssshh kamu ini di cari-cari ibu pikir kemana hmmmm."
" hehehe Sovia dari tadi di sini bu. Memangnya ada apa ibu mencari sovi. Apa ayah sudah datang bu?"
Ayah Sovia Mateo Fernandes adalah seorang nelayan yang kerap berlayar mengarungi lautan. Mateo hanya pulang beberapa kali dalam setahun karena kesibukannya bekerja di laut. Hal ini yang membuat Sovia kerap merindukannya tatkala ayahnya sedang melaut.
" hmm iya nak ayahmu datang.. Dya menanyakanmu. Ayahmu membawakanmu hadiah karena tangkapannya saat melaut cukup banyak kali ini." Sembari tersenyum
Mendengar hal itu Sovia langsung berlari keluar kandang untuk memhampiri ayah yang dirindukannya sejak lama.
"Pelan-pelan sovia kamu bisa terjatuh jika berlari seperti itu nak"
__ADS_1
Herlina kerap kali dibuat khawatir dengan tingkah laku anak sulungnya yang cukup atraktif itu.
" Siap ibu nyonya" Balas Sovia sembari berlari menuju kedalam rumahnya mencari ayahnya.
" Ayahhh Sovia kangen banget sama ayah" sembari memeluk lelaki paruh baya itu.
Mateo yang sedari tadi menikmati minuman yang dibuat oleh Herlina di buat kaget dengan keberadaan sovia yang tiba-tiba muncul dari halaman belakang.
" Hmmm anak ayah kemana saja dari tadi. ibumu mencarimu. ish ish makin hari anak ayah sudah jadi seorang gadis " Membalas pelukan putri kesayangannya itu.
Sementara itu Herlina menyusul dari halaman belakang sembari menyaksikan suami dan putri kesayangannya melepas rindu.
" ishh ibu ini apa-apaan si bu. Sovi gak mau menikah bu. Sovi ingin terus bersama kalian" Sovia menimpali.
Mateo kaget dengan penuturan putrinya itu.
"Anak ayah kok bicara begitu. Jangan donk. Suatu saat Sovia pasti akan menikah, bertemu dengan laki-Laki impian Sovia. Dan hidup bahagia. Anak ayah gak bisa terus bersama ibu dan ayah karna orangtuamu ini pasti akan menua nak. Tapi sebelum itu ayah pastikan Sovia sudah menemukan laki-laki baik yang akan menjagamu menggantikan ayah"
Sovia merasa sedikit kesal sekaligus sedih dengan penuturan ayahnya.
__ADS_1
" Ayah jangan ngomong seperti itu. Gak akan ada laki-laki manapun yang bisa menggantikan ayah. Sovia bahagia bisa punya ayah seperti Ayah Mateo dan Sovi mau kita bahagia seperti ini selamanya" sembari memeluk ayahnya.
Ditengah obrolan hangat keluarga Fernandes. Tanpa mereka sadari segerombolan perompak baru saja mendarat di pulau tempat tinggal mereka.
Tanpa adanya peringatan segerombolan perompak itu menembaki orang-orang yang mereka temui di pulau itu.
" Kita tidak bisa lama-lama di pulau ini. Kalian harus cepat ambil semua barang berharga yang kalian temui di pulau ini. Dan bunuh mereka yang tidak berguna" Perintah ketua perompak kepada anak buahnya.
"Doorr doorr door" beberapa tembakan mereka loloskan mengenai warga Desa yang mereka anggap menghambat tujuan mereka.
Sampailah perompak itu di sebuah rumah sederhana dan tampak nyaman yang tidak lain adalah rumah kelurga Fernandes.
"Brakkkkk" Salah satu dari perompak itu mendobrak pintu yang langsung terhubung ke ruang tamu dimana keluarga fernandes sedang mencengkrama.
" Kalian siapa? Mau apa kalian" Ucap Mateo.
" Doorrr dooorr" beberapa Tembakan dilepaskan mengarah pada Mateo.
" Ayahhhhh. Tidakkkkkk
__ADS_1