
" Kamu kira bisa seenaknya bertingkah disini. Dan ya makanan yang kamu buang itu jauh lebih berharga dari kamu budak sialan. Saya pastikan kamu akan kelaparan dalam beberapa hari ini" Ancam perompak itu dan meninggalkannya.
Melihat kejadian itu salah satu gadis yang bernasib sama dengan Sovia menghampirinya.
" Kamu baik-baik aja kan. Sudahlah kamu jangan terus menerus mencari masalah disini. Para perompak itu tidak akan segan-segan menyakitimu" nasehatnya.
" Aku lebih baik mati dari pada menjadi budak. Aku ingin mati saja. Biarkan mereka membunuhku" Balas Sovia dengan putus asa.
"Gadis-gadis yang ada di sini juga bernasib sama sepertimu. Mereka juga di rampas dari keluarga mereka termasuk saya. Kita terima saja nasib kita. Dan semoga nanti nasib kita akan jauh lebih baik.
Oiya perkenalkan nama saya Maria dari Atlasov. Kalo nama kamu siapa?"
"Saya Sovia dari Aleksandry" Sovia mulai membuka diri.
Semenjak mengenal Maria Sovia mulai membiasakan diri dengan nasibnya. Hingga pada saat Kapal yang membawa Sovia dan gadis lainnya bersandar di sebuah pulau yang terkenal dengan pasar jual beli budak di Bennet
__ADS_1
" swaaaarrre" Bunyi siraman air yang menyiram wajah sovia ketika dia sedang tertidur.
" Bangun budak sialan. Kamu kira ini penginapan hah" Hardik salah satu perompak.
" Kalian memang bajingan. kenapa kalian tidak membunuhku saja. biar saya ikut mati bersama orang tuaku yang kalian sudah bunuh".
" Kamu kira saya tidak membunuhmu karna saya kasihan padamu hah? hahaha jika aku membunuhmu lantas siapa yang akan saya jual sebagai budak? Dasar wanita bodoh" Hardiknya lagi.
"Biarkan saja aku mati bajingan keparat. Biarkan aku mati sajaaaa" Dengan histeris
Kini para gadis itu berkumpul berbaris di pasar perdangangan jual beli budak dan menunggu ada seorang saudagar kaya yang akan membelinya untuk dijadikan pelayan.
Setelah beberapa saat ada segerombolan rombongan saudagar kaya melintasi para gadis-gadis yang sedang di tawarkan. Salah satu dari mereka yakni saudagar minya dari kolguyev . Sandrido yang awalnya hanya sekedar melihat-lihat kini dia mulai tertarik dengan salah satu budak yang kini sedang ditawarkan di pasar itu.
" Apakah tuan tertarik dengan wanita cantik itu? Dia baru saja mendarat dari jauh tuan. Jika anda tertarik saya bisa menawarkan harga terbaik untukmu" Tawarnya mengetahui Sandrino sedari tadi memperhatikan salah satu budak yang iya jual.
__ADS_1
Sandrino Lasores adalah seorang Saudagar Minyak kaya raya yang ada di kotanya. Namun iya juga terkenal akan sifat kejam dan suka mempermainkan wanita. Bahkan kini di Rumahnya dia memiliki 5 orang istri yang melayaninya setiap hari.
" Gadis cantik berambut emas itu siapa? dan dari mana asal gadis itu? Bisiknya pada Dengan rasa penasaran
Sovia menyadari ada sepasang mata yang memperhatikannya. Seseorang bertubuh bongsor, tinggi dan dilihat dari perawakannya seperti seumuran dengan ayahnya kini tengah memperhatikannya sembari berbisik dengan salah satu perompak yang menjualnya itu.
Sovia memalingkan wajahnya agar orang asing itu tidak tertarik padanya.
" Dia Sovia dari Aleksandry. Kebetulan sekali gadis itu baru kami datangkan dan baru saja beberapa jam yang lalu sampai disini setelah hampir sebulan perjalanan. Jika tuan tertarik anda bisa membawanya hari ini juga tapi untuk harga gadis itu sedikit lebih tinggi tua".
" Uang bukanlah masalah bagi saya. Asalkan aku bisa membawanya pulang hari ini juga" Dengan penuh percaya diri.
Setelah beberapa kesepakatan yang dilakukan. keduanya tersenyum dan beberapa saat salah satu dari anak buah saudagar itu menarik Sovia memisahkannya dengan gerombolan gadis lainnya.
"Lepaskan lepaskan. Aku mau kalian bawa kemanaaaa lepaskannn.
__ADS_1