
"Hahahahaha.. Kalian tidak perlu bermimpi ketinggian. Aku disini cuma sementara itupun sampai kemarahan suamiku mereda dia pasti akan melunak lagi padaku sebentar lagi" Ucap Seren tidak mau kalah.
Mendengar hal itu membuat istri-istri Sandrino yang sedari tadi mengejek Seren menjadi kesal dan meninggalkan gudang tempat Seren di hukum.
" Hahahaha dasar kalian pecundang. Mainnya keroyokan nasib kalian tidak akan pernah berubah. Kalian akan tetap menjadi kacung-kasungku saat aku sudah keluar nanti. Aku harus membuat rencana untuk bisa keluar dari tempat sialan ini" Seren tidak ingin menyerah begitu saja.
Disisi lain Sovia baru mendengar perihal bahwa besok dia harus menikah dengan Sandrino. Dan kali ini Sandrino tidak akan melunak lagi dengan sikap Sovia.
" Apapun yang terjadi aku tidak mau menikah denganmu. Lebih baik aku menjadi pelayan seumur hidup dari pada menjadi salah satu dari istrimu" Ucap Sovia penuh emosi saat Sandrino mengunjungi kamarnya.
"Kamu jangan macam-macam denganku. Disini aku tidak memberi pilihan apapun kecuali kamu harus menurut apapun yang ku perintahkan padamu. Jangan pernah membantah paham? " Sembari menarik rambut Sovia membuat si empunya kesakitan.
__ADS_1
Sementara itu segala persiapan pernikahan Sandrino dengan hampir rampung dan desas desus pernikahan itu sudah tersebar luas seantero negeri termasuk ke telinga Seren yang sudah 2 hari ini di kurung di dalam gudang.
" Bagaimanapun caranya aku harus menggagalkan pernikahan itu. Posisiku akan benar-benar terancam jika Sovia menjadi istrinya. Jadi pelayan saja aku hampir tersingkirkan. Bagaimana kalau sudah menjadi nyonya di rumah ini. Lebih baik aku mati saja jika posisiku digeser oleh budak pelayan itu" Ucapnya setelah mendengar kabar pernikahan suaminya itu dari orang-orang kepercayaannya di rumah itu.
" Untuk sementara ini kalian jangan sampai telihat mengunjungiku. Dan nanti tepat tengah malam aku akan memberi kalian tugas penting. Biarkan saya sendiri dulu. Aku harus merancang rencana untuk nanti malam" Memberi perintah pada orang-orang kepercayaannya.
" Sergio pastikan besok kamu tambah anak buah untuk mengamankan acara pernikahanku. Pastikan acara ini berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan sedikitpun. Semua tanggung jawab kulimpahkan padamu. Seperti biasa kamu satu-satunya orang yang paling kupercaya dirimu ini." Sandrino memperi peringatan.
" Dan ya jangan sampai anak buah Andrew melnic mendengar kabar pernikahan ini. Buat rumor bahwa aku menikah dengan sodara jauhku saja" Menambahkan.
Esok harinya segala persiapan sudah selesai dan tibalah pada hari pernikahan.
__ADS_1
" Aku mohon aku tidak mau menikah. Tolong lepaskan aku. Aku bukan budak, aku hanyalah korban dari perompak yang menghabisi keluargaku" Sovia memohon untuk dilepaskan.
" Bukankah sudah kukatakan. Aku tidak memberi pilihan apapun. Yang harus kamu lakukan hanya menurut saja padaku. Dan ya aku membelimu bukan karena kasihan padamu. Aku mengeluarkan uang yang tidak sedikit paham? "
Mendengar hal itu membuat Sovia kian frustasi. Dia benar- benar tidak tahu harus berbuat apa lagi. Karena kali ini dia sama sekali tidak punya kekuatan.
" Sudahlah nona. Patuhi saja apa yang diperintahkan oleh tuan Sandrino. Karena itu satu-satunya jalan keluar jika nona ingin tetap hidup. Jika nona sudah menjadi nyonya di Rumah ini. Nona akan memiliki kuasa lebih besar dari nyonya Seren karena saya perhatika tuan Sandrino benar-benar menyukai nona Sovia. Dan itu akan sangat mudah untuk menjadi nyonya besar di Rumah ini" Alla meyakinkan Sovia.
Mendengar obrolan Alla membuat Sovia berpikir lagi. Dan menimbang kembali rupanya apa yang dikatakan oleh Alla tidak berpengaruh pada Sovia.
Sedari kecil Sovia selalu memimpikan menikah dengan pangeran tampan dan hari ini dia dipaksa menikah dengan Sandrino yang seumuran dengan ayahnya.
__ADS_1
Namun penolakan Sovia tidak artinya jika dibandingkan dengan kuasa Sandrino. Pada detik-detik proses pernikahan beberapa orang asing memasuki rumah Sandrino tanpa ijin si empunya Rumah.
" doorrr doorrrr. Rupanya kamu cukup nekat Sandrino