
"Diam patuhi saja perintah tuan barumu" Ancamnya.
" Aku bukan barang yang bisa kalian perjual belikan. Lepaskan aku. Lepaskan" berusaha sekuat tenaga meloloskan diri. Namun apalah daya kini.
Takdir membawa Sovia pada kehidupan yang hampir setara dengan hidup di neraka. Bagaimana tidak orang yang membelinya saat ini adalah salah satu orang yang paling kejam dan sudah memiliki 5 istri yang kini tengah menunggu kepulangannya.
Apa jadinya nanti jika Sovia ikut bersama dengannya. Dan akan seperti apa perlakuan istri-istrinya itu.
Setelah seminggu menempuh perjalanan laut kini rombongan saudagar itu sampai dan menuju kediaman mereka masing-masing termasuk Sandrino yang kini tengah membawa calon istri barunya yang baru iya beli di pasar gelap.
" sayangg akhirnya kamu pulang juga. Gimana oleh-oleh yang kemarin kupesan kamu belikan semua kan?" Ucap Seren istri pertamanya sembari menyambut kepulangan suaminya.
" Kamu tenang saja semua barang-barang pesananmu sudah saya bawakan sebentar lagi kamu akan memdapatkannya. Dan ya kepulanganku kali ini saya membawa calon istri baru yang baru saja kubeli. Kamu tidak keberatan bukan?
Seren adalah tipe istri yang mementingkan harta diatas segalanya, dia seolah buta akan segala hal yang dilakukan suaminya jika dia diberi hadiah-hadiah perhiasan dan gaun-gaun indah dari suaminya.
__ADS_1
"Toh inikan bukan yang pertama kamu membawa wanita lain ke rumah ini. Tapi tidak sampai sebulan kamu cepat bosan dengan mereka dan kembali lagi padaku" Balasnya dengan percaya diri
Seren adalah istri pertama dan merupakan istri yang paling dicintai oleh sandrino terlepas dia gila harta namun seren adalah wanita cerdik dan juga cantik sehingga dia memiliki posisi tertinggi dari istri-istri lainnya.
" Kamu memanglah wanita spesialku dan kamu memang tidak bisa tergantikan dengan lainnya" sembari mencium kening istrinya.
" Sergio cepat kamu masukan gadis itu kerumah ini. Dan antarkan dia pada kamarnya" Perintahnya pada anak buahnya.
"Baik tuan"
" Lepaskan. Lepaskan saya bisa jalan sendiri tanpa harus kalian seret" Sovia masih memberontak sekuat tenaga.
" Apa gadis itu sudah tidak waras. Memangnya Kamu bertemu dimana dengan wanita itu? Tanya seren penasaran.
" Sudahlah itu tidak penting sayang. suamimu lelah datang dari jauh. Aku butuh istirahat" Sandrino berusaha mengalihkan pembicaraan mengingat baru kali pertama membeli seorang budak di pasar.
__ADS_1
Setibanya di sebuah kamar besar Sovia menangis sejadi-jadinya. Kini dia merasa sudah tidak punya alasan lagi untuk hidup. Sembari mengusap air matanya dia mengarahkan pandangan mencari apa saja yang bisa membantunya untuk mengakhiri hidupnya.
Namun sebelum dia menggantungkan lehernya pada seikat tali. Seorang wanita paruh baya menolongnya.
" Lepaskan lepaskan biarkan saya mati. Gak ada gunanya saya hidup. Biarkan saya menyusul orang tua saya. Lepaskaaan lepaskaan" Dengan histeris
" Nyonya jangan begitu. Nyonya sadar nyonya. Dari pada nyonya seperti ini lebih baik nyoba bersikap baik dengan tuan. Semua tergantung dari nyonya sendiri. Jika nyonya patuh dengannya. Maka nyonya akan hidup seperti di Surga. Begitu pula sebaliknya" Tandas seorang pelayan yang menyelamatkannya.
" Biarkan saya pergi. Aku mohon tempat saya bukan disini. Mereka membunuh semua keluargaku. Dan aku dijual pada tuanmu" Ucap Sovia memohon bantuan.
" Jika sudah selesai memberinya makan. Kamu bisa meninggalnya sendiri Alla" Perintah Sandrino pada pelayan di Rumahnya.
Entah sejak kapan Sandrino berada di kamar Sovia. namun nyatanya kini tuannya itu berjalan menghampiri mereka berdua.
Tanpa sepatah katapun Alla meninggalkan majikannya dengan nyonya barunya.
__ADS_1
Setelah memastikan pelayan rumahnya benar-benar meninggalkan kamar calon istrinya. Sandrino mencoba mendekati gadis itu.
" Mau apa kamu di sini. Pergiii dari sini pergiiiii