
" Saya yang sudah menyuruh Sovia untuk ke pasar seminggu yang lalu. Saya tidak tau hal apa yang salah dari menyuruh seorang pelayan untuk mencarikan sesuatu yang majikannya butuhkan" Delia tiba-tiba maju dan mengakui semuanya. Sebab jika dia tidak mengakuinya cepat atau lambat Sandrino akan mengetahuinya juga dan tentu akibatnya akan jauh lebih fatal.
"Sergio seret wanita itu ke gudang. Jangan pernah ada yang berani mengeluarkannya kecuali itu perintah dariku." Titah Sandrino
" Tidakkk. Tidakk jangan kurung aku.. Aku tidak bersalah" Delia menolak mati-matian.
Namun apalah daya Sandrino telah memutuskan. Dan tidak akan ada orang yang berani menyangkalnya.
" Kalian semua bisa kembali pada kamar kalian" Perintahnya pada semua penghuni Rumahnya.
Melihat hal itu Seren semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
"Suamiku bukankah itu terlalu berlebihan menghukum salah satu istrimu hanya karena menyuruh seorang pelayan ke Pasar. Bukankah pelayan sama saja dengan budak yang punya kewajiban mematuhi semua perintah majikannya? Apakah hal ini ada sangkut pautnya dengan Andrew Melnic itu?" Seren penasaran.
Setelah memastikan istri- istri dan penghuni rumah lainnya kembali pada kamar mereka. Sandrino mulai menjelaskan.
" Kamu tau sendiri bukan jika Sovia itu ku bawa ke Rumah ini untuk dijadikan istriku. Terlepas dia membuat kesalahan dan dijadikan seorang pelayan itu hanya berlaku hanya di Rumah ini saja. Dan fatalnya Delia membiarkan Sovia keluar Rumah ini dan membuatnya menjadi pusat perhatian orang-orang. Termasuk Andrew Melnic yang saat ini sedang mencarinya" Ucapnya kesal.
" hmm baiklah.. Tapi bukankah kamu bilang jika Andrew itu lebih berkuasa darimu. Kenapa kita tidak serahkan saja Sovia padanya. Kita bisa mengambil keuntungan jika membuat Tuan Andrew senang bukan?" Memberikan saran.
Seren sebenarnya sedikit khawatir jika Sovia menggeser posisinya sebagai istri kesayangan dari Sandrino. Melihat perilaku Sandrino yang tampak lebih lembut dari biasanya ketika itu berhubungan dengan Sovia.
Sandrino rupanya masih penasaran dengan Sovia. Karena sampai detik inipun Sovia lebih memilih menjadi pelayan daripada menjadi salah satu nyonya Sandrino.
__ADS_1
" Tapi jika Tuan Andrew mengetahui kalau kamu menyembunyikannya. Bisa-bisa kita dalam masalah besar. Karena cepat atau lambat Sovia akan diketahui keberadaanya mengingat besarnya kuasa dari Tuan Andrew".
" Kita tidak akan ketahuan jika telah menyembunyikannya disini. Selama Sovia tidak keluar dari Rumah ini maka tidak ada yang perlu di khawatirkan. Sekarang sebaiknya kamu membantuku untuk mengingatkan orang-orang di Rumah ini untuk mengawasi Sovia tetap berada di Rumah ini." Memperingati.
Penuturan Sandrino membuat Seren benar-benar merasa terancam. Dia tidak ingin posisinya digantikan oleh seorang budak rendahan.
" Apakah kamu mencintai Sovia?" Todong Seren Penasaran.
" Apa kamu sudah tidak waras? Aku ini tidak punya hati. Bagaimana mungkin aku mencintai wanita. Aku hanya sebatas penasaran karena dia belum bisa ku taklukkan". Mengelak.
Meski Sandrino mengelak. Seren melihat jelas jika Sandrino mulai berubah sikap semenjak Sovia datang ke Rumah ini.
__ADS_1
Seren mulai menyusun rencana supaya bisa melenyapkan Sovia dari Rumah itu dan akan melakukan berbagai cara untuk mengeluarkan Sovia dari Rumah ini. Tanpa sepengetahuan dari Sandrino.
" Sovia. Sovia bangun Sovia