Budak Cantik Yang Kucintai

Budak Cantik Yang Kucintai
Serahkan Padaku


__ADS_3

"Tidak tuan saya pastian itu Andrew Melnic dan saat ini tengah menunggumu tuan" Ucapny lagi.


Bagai kesetanan Sandrino yang sedari tadi bersantai menikmati pijatan Seren istrinya tiba-tiba kalang kabut mempersiapkan berkemas untuk menemui tamunya.


Nampaknya tamunya saat ini merupakan orang yg lebih berpengaruh daripada dirinya.


" Suamiku kamu kenapa? Gak biasanya seperti orang kesetanan.. Diakan cuma tamu kenapa tidak disuruh kesini saja seperti tamu-tamu lain" Seren keheranan melihat tingkah suaminya.


" Apakah kamu sudah tidak waras. Dia itu Andrew Melnic. Dia bahkan 10 kali jauh lebih berkuasa dari pada saya. Dia pemilik 80% kilang minyak yang ada di kota ini. Jika kita sedikit saja membuat kesalahan bahkan detik ini juga kita bisa hidup miskin" Sandrino menegaskan.


Seren kaget bukan kepalang. Dia mengira jika Suaminyalah orang yang paling berkuasa di kota ini.


" Bukankah di Kota ini kamu juga punya kuasa?" Seren penasaran.

__ADS_1


" Sudahlah nanti biar kujelaskan. Intinya sekarang aku harus segera menemuinya. Aku tidak ingin membuatnya menungguku terlalu lama" Sembari meninggalkan Seren yang tengah penasaran menunggu jawaban.


" Kenapa anda repot-repot ke sini. Jika anda butuh saya, Anda bisa memanggil saya untuk mendatangi anda" Ucapnya segan.


"Jika berhubungan dengan bisnis tentu saya akan menyuruh orang-orangku untuk menyampaikan pesan padamu. Tapi kali ini saya ada urusan yang berbeda denganmu" sembari melihat-lihat Rumah Sandrino.


" Anda bisa meminta apa saja yang anda inginkan. Saya pasti akan mengusahakannya" Tegas Sandrino


Mengingat baru kali ini Andrew menginjakkan kakinya di Rumah Sandrino. Hal ini tentu tidak akan Sandrino lewatka kesemapatan besar untuk mendapatkan kekuasaan yanb lebih besar daripada saat ini.


Sembari menyimak sepertinya Sandrino menduga jika gadis yang diceritakan oleh Andrew adalah Sofia gadis yang selama ini dia coba taklukkan namun sampai saat ini tidak berhasil dia dapatkan. Sovia lebih memilih menjadi seorang pelayan daripada menjadi istrinya.


"Anda bisa sebutkan ciri-ciri dari gadis yang anda maksud itu. Biar saya turunkan anak buahku untuk menemukannya". Menawarkan bantuan.

__ADS_1


Sembari mengingat kembali Andrew menyebutkan detail dari gadis itu.


" Dia memiliki mata abu-abu, berambut berkilau layakny emas. Kulitnya putih pucat dan postur tubuhnya sangat indah. Hampir seminggu ini Saya telah mencarinya bahkan menurunkan beberapa anak buahku namun hasilnya nihil" Sembari membayangkan gadis itu kembali.


" Anda bisa melimpahkan tugas ini pada saya" Sandrino Menyanggupi.


" Baiklah saya percayakan padamu. Kabari Saya jika ada titik terang. Saya pergi dulu masih banyak urusan yang harus saya lakukan." Sembari meninggalkan Kediaman Sandrino


Setelah memastikan Andrew dan orang-orangnya benar-benar meninggalkan kediamannya . Sandrino memerintahkan penghuni Rumah untuk menghadapnya termasuk Sovia.


" Saya tanya sekali lagi. Siapa yang memerintahkan Sovia untuk keluar dari Rumah ini tanpa sepengetahuan saya" Ucapnya dengan tegas.


Seluruh penghuni Rumah ketakutan melihat kemarahan Sandrino termasuk Delia istri ketiganya yang pernah menyuruh Sovia membelikannya lulur seminggu yang lalu. Bukan hal yang mustahil bagi Sandrino untuk melenyapkan nyawa orang yang tidak mematuhi aturannya.

__ADS_1


Termasuk istri-istrinya saat ini.


" Jika diantara kalian tidak ada yang mau mengaku. Saya pastikan jika besok pagi kalian semua akan menanggungnya bersama-sama.


__ADS_2