Budak Cantik Yang Kucintai

Budak Cantik Yang Kucintai
Kamu Harus kunikahi


__ADS_3

" Diamm. Diamm jika tidak ingin kutembak dan menjadi mayat seperti mereka" Ucap salah satu orang yang menyeretnya turun dari kapal sembari menunjuk orang-orang Seren yang sudah terkapar tak bernyawa.


Setelah Sovia turun dari kapal betapa terkejutnya Sovia melihat Sandrino tengah menunggunya di Pelabuhan. Lebih kaget lagi ketika melihat Seren disampingnya tengah di jaga ketat oleh anak buah Sandrino.


Tatapan menyeramkan Sandrino ketika melihat Sovia di Seret menghadapnya. Karena selama ini meskipun Sovia dijadikan pelayan di Rumahnya namun Sovia tidak pernah diperlakukan tidak baik oleh Sandrino. Hanya istri-istri Sandrino yang kerap menyiksa Sovia yang tentu saja tanpa sepengetahuan Suaminya.


" Kamu berani sekali mencoba lari dari saya. Apakah kamu tidak ingat kalo saya sudah membelimu. Dan satu-Satunya orang yang berhak atas hidupmu iyalah hanya aku" Ucap Sandrino menegaskan.


Kali ini Sovia tengah menguji kesabarannya. Sandrino tidak menikahinya dan menjadikannya pelayan tidak lain karena tidak ingin memaksa Sovia. Melainkan untuk merebut hati Sovia secara perlahan.


" Kali ini kamu sudah benar-benar melewatu batasmu Sovia. Pengawal cepat bawa pelayan dan kunci dia di kamarnya" Perintahnya.

__ADS_1


Kali ini giliran Seren yan sedari tadi menunggu akan seperti apa nasibnya di tangan suaminya sendiri.


" Bukankah kamu selama ini menjadi satu-satunya istri yang kuperlakukan paling spesial diantara istri saya yang lain. Kenapa hari ini kamu berani sekali berkhianat padaku hah" Ucap Sandrino sembari menjambak rambut Seren di depan para pengawalnya.


" Ma maafkan saya suamiku. Aku hanya tidak ingin Sovia merebut posisiku sebagai Istri yang paling diistimewakan. Aku tidak ingin kehilanganmu" Ucap seren sembari menangis memohon pengampunan dari suaminya itu.


" Saya tidak ingin mendengar alasan apapun lagi darimu. Sekali berkhianat akan kupastikan kamu benar-benar kehilagan posisimu. Dan mulai hari ini posisimu sama rata seperti istri-istriku yang lain" Sandrino membuat keputusan final.


Bagaikan disambar petir mendengar keputusan dari Sandrino. Seren yang berusaha mati-matian mempertahankan posisinya sebagai istri utama. Termasuk nekat merencanakan penyingkiran Sovia namun malah perbuatannya kali ini membuatnya benar-benar tersingkirkan akibat hasil perbuatannya sendiri.


Namun keputusan Sandrino telah final. Dan tidak akan membiarkan sekali saja membuat kesalahan.

__ADS_1


" Bawa dia ke gudang. Dan kunci dia pastikan jangan ada yang membiarkannya keluar sebelum itu perintah dari saya sendiri." Perintahnya.


" Sergio" panggilnya pada anak buah kepercayaanya.


" Iya tuan"


" Kamu persiapkan segala sesuatunya. 3 hari lagi saya akan menikahi Sovia. Pastikan segala persiapan yang diperlukan. Saya percayakan semuanya padamu." Sandrino memberi perintah.


Sudah 2 hari lamanya Sovia tidak diijinkan untuk keluar dari kamarnya. Hanya Ella satu-satunya pelayan yang setiap hari keluar masuk menemui Sovia tidak lain hanya mengantarkannya makanan itulu atas perintah dari Sandrino.


Sementara itu Seren masih tidak diijinkan untuk keluar dari gudang. Terkadang Seren berteriak dan meraung raung merasa frustasi membayangkan jika saat ini dia tidak memiliki posisi penting lagi di Rumah ini. Kerap kali istri-istri Sandrino yang lain mengunjunginya tidak lain hanya ingin mengolok-ngoloknya.

__ADS_1


" Seren kasian sekali dirimu. Hahahahaha


"Kupastikan kamu akan membayar atas semua perbuatanmu pada kami. Kamu terlalu semena-mena selama ini Seren" Ucap Marta dan istri-istri Sandrino lainnya didepan pintu gudang.


__ADS_2