
Melihat Sandrino terus saja mendekatinya Sovia melempar semua benda yang ada di sekitarnya.
"sreeengg" Pecahan pot bunga menghantam keras ke wajah Sandrino menyebabkan cairan berwarna merah mengucur deras.
"Aduuuhhh tolonng.. Tolongggg" Seruan Sandrino didengar oleh semua penghuni rumahnya termasuk istri-istrinya.
"Ada apa. Ada apa" Seren kebingungan mendengar teriakan suaminya.
" Kamu berani sekali menyerang tuan kami hah" Ucap pengawal sadrino sembari mencekek leher Sovia.
" lelelepaskan saya. Lepas" Sovia menahan sesak
" Lepaskan dia Sergio. Mulai hari ini dia bukan lagi calon istriku. Mulai hari ini dia akan menjadi pelayan di Rumah ini seumur hidupnya. Dan perlakukan dia layaknya pelayan di rumah ini mengerti" Ucap Sandrino sembari menutup sebagian kepalanya yang mengucur darah dan kemudian meninggalkan kamar Sovia dengan erangan kesakitan.
" Suamiku kamu kenapa sampai berdarah begini" Betapa shocknya Seren melihat suaminya keluar dari kamar Sovia dengan kepala yang mengucur darah.
" Sergio kenapa suamiku sampai berdarah seperti itu. Apa yang sudah wanita ini lakukan hah" Sembari melirik Sovia yang tengah memegangangi lehernya.
__ADS_1
" Mohom maaf nyonya tampaknya Tuan dilempari vas bunga oleh Wanita ini" Paparnya.
Seketika itu Seren menyeret rambut Sovia.
" Kamu angkuh sekali ternyata. Apa kamu kehilangan akal sehatmu hah? Mulai Sekarang kamu akan menanggung akibat kelancanganmu itu. Kamu akan menjadi budak pelayan sampai kamu mati disini" Ucapnya sembari mendorong Sovia kelantai lalu meninggalkan kamarnya.
" Lebih baik menjadi seorang pelayan. Dari pada menjadi istri dari bandot tua itu" Ucapnya dengan suara rendah penuh penekanan.
Semenjak Sovia menyerang Sandrino kini dia diperlakukan layaknya pelayan namun bedanya perlakuan dengan pelayan lainnya, Sovia bahka tidak boleh melakukan sedikit saja kesalahan. Karena akibatnya dia akan di siksa saat itu juga oleh Sandrino ataupun istri-istrinya yang lain.
Kini sudaj berbulan-bulan lamanya Sovia menjadi pelayan di Rumah Sandrino. Sovia telah terbiasa diperlakukan dengan buruk dan segala penyiksaan yang dilakukan oleh istri-istri Sandrino sudah menjadi makanan wajib setiap harinya.
" Maaf nyonya saya baru saja dari kebun menyirami bunga-bunga nyonya seren. Nyonya sendiri yang memerintahkanku untuk menyiraminya" Sovia menjelaskan.
"Apakah kamu tuli. Berani-beraninya mengabaikan panggilanku. Apakah hanya Seren yang kamu patuhi hah? Apa kamu lupa jika tuanmu memiliki 5 istri yang harus kamu patuhi juga " Tekannya sembari menyeret rambut Sovia.
" Bububukan begitu nyonya. Saya hanya tidak mendengar panggilan nyonya karena saya ada d kebun. Maafkan saya nyonya lepaskan rambut saya." Sembari meringis kesakitan
__ADS_1
Persaingan di Rumah itu tampaknya sangat sengit antara kelima istri-istri sandrino. Terlebih lagi Sovia meskipun seorang pelayan namun gadis ini memiliki rupa yang amat cantik bahkan menurut orang-orang sekitar Sovia adalah wanita paling cantik menyaingi istri-istrinya yang lain. Sehingga timbul rasa iri sekaligus takut jika Sandrino akan meliriknya kembali.
Terlepas Sandrino sudah mencampakkannya dan menjadikannya pelayan namun tidak menutup kemungkinan dia akan tergoda lagi apalagi saat melihat kecantikan alami yang dimiliki oleh Sovia.
"Sekarang kamu harus mencarikanku lulur dengan extract mawar dan zaitun. Kamu carikan saya di pasar di depan sana.. ingat harus dengan kualitas terbaik karena malam ini adalah malam dimana giliranku melayani suamiku. Aku harus merawat diriku secantik mungkin" Memberi perintah
Sovia melaksanakan segala perintah dari majikannya itu tanpa membantah sedikitpun. Jika dia berani akan sangat fatal akibatnya.
" Permisi apakah disini menjual lulur dengan extract mawar dan minyak zaitun dengan kualitas terbaik. Saya sedang membutuhkannya untuk majikan saya. Saya bahkan telah menyusuri pasar ini sedari tadi tapi tidak menemukannya."
" Nona anda datang pada tempat yang tepat. Saya menjual lulur dengan kualitas terbaik di kota ini. Dan ya apakah nona salah satu dari istri tuan Sandrino?" Dengan penasaran
" Bukan. Saya hanya seorang pelayan di sana dan pesanan lulur ini diperintahkan oleh salah satu istri majikan saya tuan." Ucap Sovia menjelaskan.
" oh wow tapi kamu terlalu cantik untuk menjadi seorang pelayan nona. Tapi baiklah biarkan saya pilihkan lulur terbaik yang saya miliki"
Saat Sovia sibuk memilih barang-barang yang akan dia bawa pulang. Rupanya ada sepasang mata yang mengawasinya dari pertama kali Sovia sampai di pasar. Rupanya orang asing itu terus mendekat mengarah dimana Sofia berada.
__ADS_1
" Heyyyyy jangan. Jangan pergiii kembalikaaannn