Bukan Cewek Matre

Bukan Cewek Matre
Rival


__ADS_3

Rana memegang uang yang sangat banyak yang pernah ia lihat selama ini dalam hidupnya dihitungnya dengan pelan-pelan dan dicermati dengan benar uang yang berjumlah 15 juta itu membuat kedua tangannya menggenggam dengan berhati-hati dan tersenyum kepada kedua sahabatnya dengan penuh rasa syukur karena telah membantunya.


"Akhirnya gue bisa bayar kontrakan buat sehari-hari sama buat beli buku untuk kuliah. "Rana mencatat jumlah uang tersebut ke dalam buku catatan kecilnya yang telah selama ini ia gunakan untuk mencatat penghasilannya dari memoroti beberapa lelaki yang telah menjadi pacarnya tersebut dan kini telah menjadi mantan.


Rana berharap suatu saat dia bisa mengembalikan semua uang yang telah ia dapat karena Rana menyadari bahwa uang yang didapat itu bukanlah uang yang berkah. Mayang dan Nagita hanya bisa melihatnya dan mereka pernah protes karena apa yang diterima Rana seharusnya tidak perlu dikembalikan tetapi Rana tetap bersikeras dan kedua sahabatnya hanya bisa terdiam.


"Terus rencana lo sekarang apa?. "Tanya Mayang yang melipat tangan di atas dada dan ia hanya bisa memperhatikan ranah memasukkan uang tersebut ke dalam dompet yang telah usang.


"Gue mau pacaran lagi kalau uangnya udah cukup gue mau berhenti tapi sekarang gue masih butuh dan gue mau bayar kontrakan dulu oh iya lupa kalau gue masih ada kelas hari ini. "


"Kalau ke kampus aja penampilan lo masih kecil gitu Ran, nggak kepengen apa lo keliatan lebih cantik Ya lumayan lah buat dapat perhatian lebih dari dosen-dosen biar naikin nilai lo siapa tahu kan ada gunanya daripada lo susah-susah ke kampus toh kadang dosen nggak lihat dari kepintaran mahasiswanya aja tapi dari good looking juga ?."


"Iya lho Rana kamu itu cantik kalau penampilan kamu kayak waktu pas lagi pacaran gitu, coba deh sekali-kali kamu ke kampus pakai dandan dan baju yang bagus, masih ada kan yang belum dijual sama Mayang ?."


Rana merenung sejenak dan mengambil beberapa paper bag dengan beberapa baju di dalamnya yang belum terjual, rencananya ia memang tidak ingin menjual semuanya karena itu untuk modal kencan bersama beberapa lelaki kaya dan ranah harus berpenampilan menarik.


Tapi tidak pernah berada di pusat Rana bahwa ia juga harus berpenampilan menarik untuk ke kampus tetapi ia juga ingin dihargai dan melihat baju itu membuatnya teringat memiliki dan memakainya karena selama ini yang ia dapat harus segera dijual.

__ADS_1


"Gue juga pengen sih emang coba hari ini gue pakai pakaian ini siapa tahu benar kata lo May kalau dosen bakalan naikin nilai gue." Rana tersenyum dan memakainya.


Kebetulan hari ini dia dan kedua sahabatnya ada kelas sehingga mereka berangkat bersama-sama menuju ke kampus tetapi sialnya mereka malah berhadapan dengan tiga gadis populer dan elit yang terkenal dengan namanya tersebut.


Seperti menemukan rival mereka bertiga dan tiga gadis lainnya saling bertatapan dengan tajam dan tidak ingin mengalah untuk memberikan jalan hingga mereka saling berhadapan dan memancarkan kebencian.


"Gue sama temen-temen gue mau lewat nih kalian minggir dong. "Sama yang mengatakan itu dan ia malah mendapat dengusan dari ketiga gadis tersebut.


"Nggak kebalik kita malah yang mau lewat kenapa jadi kita yang harus minggir harusnya tuh kalian, " gadis yang berada di tengah itu memperhatikan penampilan Rana yang tidak biasanya dan harus diakui dengan sangat terpaksa bahwa hari ini Rana terlihat cantik sekali. " Kayaknya ada upik abu yang mau jadi Cinderella nih tapi sayang yang namanya Cinderella pasti bakalan jadi Upik aku pas jam 12.00 malam kalau lo berubah jadi upik abunya jam berapa?. "


"Oh sorry gue bukan obk aku ataupun Cinderella karena dari dulu juga gue cantik nggak perlu pakai barang-barang mewah kayak kalian yang mukanya pas-pasan dan perlu barang mewah buat terlihat lebih cantik padahal ya tetap biasa aja gue mah dipoles dikit juga udah cantik."


"Kali ini gue nggak lepasin kalian awas aja kalau ketemu lagi gue bakalan buat perhitungan."


Ketika gadis itu telah pergi tetapi kemarahan masih tertinggal di sana hingga menyulut emosi Mayang tetapi dihentikan oleh Nacita juga Rana yang tidak ingin ada perkelahian yang keterusan.


"Tih mereka sok banget sih padahal domplengan dari orang tua yang kaya aja, kok biasa ya gadis-gadis kayak gitu masuk ke kampus ini padahal otaknya pas-pasan dan wajahnya kayak papan triplek nyebelin banget."

__ADS_1


"Siapa yang nyebelin?. "


Mayang, Rana, dan Nacita menoleh ke belakang di mana suara berat dari seorang laki-laki yang tiba-tiba datang membuat mereka sadar dan langsung tersenyum dengan otomatis. Lelaki dengan tubuh tinggi dan juga wajah tampan yang membawa beberapa berkas di tangannya diberikan kepada Mayang.


"Ini tolong ya disusun karena nanti kita ada rapat aku udah konteks semua anggota buat jam 04.00 sore, ngomong-ngomong yang kalian bilang nyebelin tadi siapa ? Aku ?." Lelaki tampan bernama damar itu menunjuk dirinya dan Mayang juga kedua temannya langsung menggeleng dengan cepat.


"Nggak tadi cuma lelet yang lewat nggak usah dipikirin bukan kak Damar kok." Mayang mengibas-ngibaskan tangannya seolah-olah banyak lalat yang mengerubungi dirinya dan ia tersenyum canggung kepada lelaki yang telah lama ditaksir tetapi sulit untuk dimiliki padahal mereka tergabung dalam anggota senat mahasiswa dan Damar adalah ketuanya.


"Kirain apa ya udah ntar sore ya jangan lupa. "


Damar pergi meninggalkan Mayang yang masih terpesona akan ketampanan dirinya, seorang Mayang yang keras kepala dan kadang membuat beberapa orang takut nyatanya meleleh dengan sikap kelembutan lelaki itu. Meski Mayang adalah salah satu anggota senat namun mengapa ia masih sulit sekali untuk dekat dengan lelaki yang pertama kali mengguncang hatinya itu.


"Kebiasaan deh kalau ada kak Damar melting gitu, kalau sama yang lain aja kayak guguk lagi menggonggong serem banget. Coba deh Ran kan lo beberapa kali pacaran dan ngajarin ilmunya ke gue coba lo tembak kak Damar siapa tahu lo berhasil pacaran sama dia ?. "


"Duh gue tuh nggak berani ya Ran karena kak Damar itu nggak kayak cowok-cowok yang lain, kayaknya sebelum gue nembak dia gue udah pingsan duluan deh karena dia itu kayak langit dan bumi sama gue jauh banget bedanya. "


Mayang masih terpesona dan Rana juga Nacita hanya bisa terheran oleh hubungan damar dan Mayang yang seperti dalam friend zone karena dekat tapi tidak bisa dimiliki dan hanya dianggap teman.

__ADS_1


"Kalau gak Damar keburu pacaran sama cewek lain yang ada nangis ntar lo."


"Jangan dong gue nggak bakalan biarin dia jadi milik siapapun tapi gue juga nggak berani nyatain perasaan ke dia, oh Tuhan kenapa ada makhluk ciptaan yang seganteng itu sih tapi susah buat dimiliki ?."


__ADS_2