
Terlalu sering menginap di kos sahabatnya itu membuat Rana jarang untuk pulang ke rumah dan bertemu ibunya. Tidak bermaksud melupakan hanya saja jarak antara kontrakan dengan kamu sangatlah jauh membuat dirinya lelah dan juga membuatnya boros untuk transportasi belum lagi Rana harus berhemat karena dia adalah tulang punggung keluarga.
Masih remaja dan berkeinginan untuk memperingan beban ibundanya dengan cara melamar ke sana-sini mencari pekerjaan yang menerima pekerja paruh waktu agar bisa sekolah juga bekerja dan mendapatkan uang walaupun sedikit jumlahnya tapi itu sangat bermakna.
Saat pulang ke kontrakan bukan pelukan yang disambut juga bukan makanan yang ada di atas meja makan tetapi saat Rana mengucapkan salam dan masuk ke rumah tidak ada yang menjawab salamnya. Ternyata ibunya sedang mencuci di kamar mandi dengan segudang pakaian yang entah milik siapa.
"Ini baju siapa aja Bun ?." Yang Rana ketahui bahwa mereka berdua tidak mampu untuk membeli barang-barang juga berbelanja pakaian sehingga tidak mungkin ada begitu banyak pakaian yang berada di sana apalagi terlihat bahwa semua pakaian itu adalah baju mahal.
"Ini ada pakaian dari Bu RW sama tetangga yang lain lumayan Ran buat tambah-tambah bayar kontrakan. "
"Bunda jangan capek-capek masalah kontrakan aku udah bayar kok Bun jadi kita masih bisa tinggal lebih lama lagi di sini bunda juga lebih ringan, Bunda udah makan belum ini aku bawain makanan ?. "
Bunda mencuci tangannya kebetulan ia belum makan sejak tadi pagi dan diakui bahwa perut keroncongan membuat nya lebih letih dari biasa nya sehingga makanan yang dibawa Rana terasa sangat nikmat.
"Kamu habis gajian? ini kan belum tanggal muda Ran ?."
Ranah gelagapan pasalnya ia belum cerita kepada Bunda bahwa ia sudah keluar dari cafe untuk menekuni hobi barunya tetapi tidak mungkin Rana memberitahukan hal itu. Tentu saja larangan dari bunda akan membuatnya berhenti tapi untuk sekarang Rana benar-benar membutuhkan uang sehingga hal apapun ia lakukan dan akan berhenti sekiranya sudah cukup uang yang dihasilkan.
"Aku pindah Bun ke cafe yang lain yang baru buka tempatnya lebih besar jadi gajinya juga lebih banyak tapi cafenya dekat kampus Bun jadi aku mungkin bakalan lebih sering ke kosan Mayang sama Nacita daripada ke kontrakan, maaf ya Bun."
__ADS_1
"Ya udah nggak apa-apa Bunda malah ikut senang yang penting kamu jangan sampai kelelahan ya ingat jaga kondisi badan juga dan titip salam buat Mayang sama Nacita. "
"Aku minta maaf bukan karena bakalan jarang pulang bun tetapi aku minta maaf karena kelakuanku sekarang tidak sesuai dengan harapan Bunda dan maaf aku telah berbohong sama Bunda tetapi hanya ini jalan satu-satunya Bun, semoga keadaan kita lebih bahagia ya Bun biar aku juga bisa berhenti." Ingin sekali Rana mengatakan hal itu tetapi tidak bisa sadar diri bahwa dia terdesak adalah alasan utama.
Setelah selesai makan bunda dan Rana melanjutkan mencuci baju tersebut yang entah berapa kilo banyaknya hingga kedua tangan mereka sampai terasa kasar dan beberapa jari menjadi lecet. Ingin sekali Rana mengatakan kepada Bunda untuk berhenti mencucikan baju tetangga tetapi karena juga tidak bisa kalau mengandalkan dirinya sendiri karena meskipun yang mempunyai pacar kaya dan memoroti mereka tetap saja semua biaya masih kurang.
******
"Kita duduk di sini ya teman-temanku masih dalam perjalanan. "
"Iya santai aja."
Dua buah lemon tea yang mereka pesan telah datang tetapi teman-teman nya Edo belum juga kunjung terlihat batang hidungnya hingga 15 menit kemudian setelah menunggu barulah ada tiga orang teman Edo yang datang secara bersamaan.
Karena memalingkan muka saat mengenali salah seorang dari tiga temannya Edo dan sinyalnya ternyata itu adalah mantan pacar Rana yang entah ke berapa tetapi ia masih ingat nama dan wajahnya. Lebih lagi ketika lelaki itu menyadari bahwa saat ini Rana yang menjadi pacarnya Edo.
Rana mengalihkan pandangannya tidak berani berbicara meski teman-temannya Edo ngobrol bersama Rana berusaha untuk tidak terlihat. Lelaki yang pernah menjadi mantan pacarnya Rana sekaligus korban tersebut bernama Danu dan sekarang dia sedang memperhatikan Rana.
"Lo bawa pacar kok nggak dikenalin ke kita?. "Ucap Danu yang berusaha untuk memastikan bahwa gadis yang tengah dilihatnya ini memang benar mantan pacarnya Farah.
__ADS_1
"Oh iya gue sampai lupa kenalin ini pacar baru gue namanya Farah kita baru seminggu jadian, Farah ini teman-teman gue yang ini namanya Danu dan yang ini namanya Agus."
"Halo gue Farah."Rana hanya bisa mengatakan hal itu dengan dengan cepat mengalihkan pandangan saat kepergok melihat Danu hingga mereka bertatapan untuk sepersekian.
Antara Edo dan Agus mereka berbicara dengan begitu hebohnya hingga seolah lupa ada Rana yang ingin segera cepat-cepat pulang tetapi belum ada alasan untuk mengatakan itu dan Danu yang seperti tidak berkedip memperhatikan Rana dengan tatapan mata tajam seolah mengintimidasi membuat Rana menciut nyalinya.
HP Agus berdering membuatnya harus mengangkat telepon dan menjauh dari teman-temannya karena telepon tersebut dari rumah. Dan di sisi lain kebelet ke kamar mandi dan izin kepada kedua temannya untuk ke belakang sebentar.
Disaat hanya tinggal mereka berdua Rana tetap tidak mau untuk menegakkan wajahnya dan ia memilih melihat sekitar pura-pura tidak tahu keberadaan Danu yang sedang memperhatikannya.
"Sampai kapan elo pura-pura nggak kenal sama gue Farah? Nggak nyangka gue dunia sempit ya sampai temen gue aja lo embat."
Rana menggeratkan genggamannya dan memberanikan diri untuk menatap Danu karena ia dari tadi menahan amarah dan ingin meledak juga ingin pergi dari sini secepatnya tetapi di lain sisi Rana harus menjaga sikap karena masih menghargai Edo yang telah mengajaknya ke sini.
"Gue rasa ini cuma kebetulan dan gue nggak tahu kalau Edo itu teman lo dan lebih baik lo nggak usah ikut campur apa-apa karena hubungan kita udah selesai lebih baik kalau diem aja kecuali kalau elo emang masih berharap kita punya hubungan ?."
"Dih narsis banget sekarang."
Edo kembali begitu juga dengan Agus yang datang secara bersamaan dan sebelum mereka kembali kemeja keduanya telah melihat Rana juga Danu yang berbicara bersama nampak akrab hingga mereka penasaran Apa yang sedang dibicarakan Farah dan Danu tadi.
__ADS_1
"Kayaknya tadi kita lihat kalian berdua bicara asik banget, sebelumnya kalian pernah kenal ya ?." Tanya Edo dan Farah gelagapan.