Bukan Nikah Paksa

Bukan Nikah Paksa
nonton


__ADS_3

"kamu apa-apaan sih". Protesku saat satria menggendongku dari baseman sampai ke dalam apartemen.


"aku akan memberimu uang berapapun kamu minta". Ucap satria dengan penuh amarah.


Aku memutar bola mataku malas, bukankah rio tadi hanya bercanda? Tapi kenapa dia sebegitunya menanggapi gurauan rio.


"kamu lagi datang bulan? Sensi banget jadi orang".


Dia tidak menjawabku, namun dia justru menggendongku menuju kamarnya.


"kamu hanya milikku, dan selamanya akan menjadi milikku". Ucap satria setelah melemparkanku di atas tempat tidur.


Satria menerkamku dengan brutal, entah antara meluapkan emosi atau hanya dia sedang ingin melakukannya.


Dengan nafas terengah-engah dia menjatuhkan tubuhnya di sampingku, aku meraih ponselku untuk menghubungi naumi supaya dia menyimpan tasku.


Beberapa pertanyaan dia lontarkan, tapi seperti biasa hanya kebohongan yang keluar dari mulutku.


"jangan pernah meladeni gurauan teman-temanku, aku tidak suka". Ucapnya sambil mendekap tubuhku.


Aku mendongakkan wajahku "rio cuma bercanda, dan aku tahu itu".


"rio itu playboy, bisa saja dia serius dengan ucapannya. Aku tidak mau jika rio mengincarmu".


setelah itu hanya kesunyian yang ada, sebab baik aku maupun satria kami sama-sama diam termenung.


"malam ini kan malam minggu, kita pergi nonton yuk". Ucapku mencairkan suasana.


dia nampak berfikir sambil membelai rambutku, dan detik berikutnya dia menganggukkan kepalanya menyetujui ajakanku.

__ADS_1


*


*


aku menunggu satria yang sedang mengantri untuk membeli tiket untuk kami nonton, aku yang duduk di sebuah kursi yang berada tak jauh dari pintu masuk bioskop di kagetkan dengan kedatangan kak angel.


"hay mir, kamu mau nonton juga?". Tanya kak angel yang tiba-tiba menghampiriku.


Aku menganggukkan kepalaku.


"sama siapa?". Tanyanya lagi.


"sama...". Ucapanku terputus kala satria menghampiriku.


"ayo say... Mir".


Hampir saja satria keceplosan, untung saja aku memberi kode pada satria.


"kebetulan film yang kita tonton kan sama". Imbuhnya


Aku menganggukkan kepalaku, sementara satria nampak acuh. Kamipun masuk kedalam bioskop tersebut lalu mencari tempat duduk kita.


"hay brow". Sapa seorang pria yang tak lain rio sahabat satria


untung saja lampu bioskop sudah di matikan karena film sudah akan di mulai, jadi teman-teman satria tidak melihatku. aku duduk di samping kanan satria sedang kak angel duduk di samping kiri satria. Untung saja aku menggunakan hoodie, jadi langsung ku kenakan penutup kepalanya supaya wajahku tak begitu nampak sama teman-teman satria yang duduk di depan kursi kami.


"hem". Ucap cuek satria


"hay ngel, dengar-dengar sekarang kamu ngajar di kampus kita ya? Kok aku belum pernah melihatmu". Tanya rio pada kak angel.

__ADS_1


"iya, baru sehari aku ngajar di kampus kalian".


"wah bakal ada yang balikan nih kayaknya". Ucap juna.


"sudah jangan berisik, film sudah mau di mulai tu". Kini giliran satria yang angkat bicara.


sementara aku hanya terdiam dan fokus menonton film, aku menutup mataku kala ada adegan yang cukup menyeramkan, karena pada dasarnya aku tidak menyukai film bergenre horor.


aku melihat kak angel meringkuk di balik lengan satria, namun tak sedikitpun satria menolak hal tersebut. Itu cukup aneh bagiku, pasalnya satria selalu bersikap dingin pada semua orang.


Tapi aku mencoba berfìkir positif, bisa sajakan satria sama sepertiku menganggap kak angel sebagai kakak, karena kak angel beberapa tahun lebih tua dari kami.


Setelah film pada part-part terakhir aku memutuskan untuk keluar bioskop lebih dulu, sebab aku tak mau sampai teman-teman satria melihatku bersama satria.


aku menepuk keningku setelah di dekat parkiran, pasalnya aku lupa meminta kunci mobil pada satria.


"gimana ini, masak aku harus masuk lagi? Gak-gak, nanti kalau mereka melihatku gimana". Gumamku sambil berjalan kesana kemari.


Aku memutuskan untuk duduk di ambalan kecil sembari menunggu satria, aku melihat beberapa orang sudah keluar dari bioskop tapi kenapa satria tak kunjung keluar.


Aku berdiri namun dari kejauhan sepertinya aku melihat kak angel tengah memeluk seseorang yang sepertinya itu satria, karena penerangan di parkiran tidak begitu terang jadi terlihat samar-samar dari tempatku berdiri.


Aku meraih ponselku di dalam sakuku, aku mencoba menghubungi satria. Namun beberapa kali aku mencoba menelfonnya, namun satria tak kunjung mengangkatnya.


"ish, tidak tahu apa kalau aku sudah di gigitin nyamuk sedari tadi". Gumamku sambil menepuk nyamuk yang terus menghinggapiku.


"maaf lama". Ucap satria yang tiba-tiba sudah ada di belakangku.


"dari mana saja kamu? Di telfon gak di angkat-angkat pula".

__ADS_1


Satria nampak mencari keberadaan ponselnya di seluruh sakunya "sepertinya ponselku ketinggalan di dalam mobil".


Dia menghidupkan alarm mobil kemudian kamipun masuk kedalamnya, setelah itu mobil kamipun menerobos hiruk pikuknya jalanan ibu kota malam ini yang nampak begitu ramai mobil berlalu lalang.


__ADS_2