Bukan Nikah Paksa

Bukan Nikah Paksa
belanja


__ADS_3

Aku mendorong troli mengikuti langkah kaki pria di depanku, sesekali aku berhenti kala pria itu berhenti untuk sekedar mengambil barang lalu meletakkannya kedalam troli.


Kamipun berjalan ke arah kasir ketika semua barang yang kita butuhkan sudah kita dapatkan.


"berapa totalnya mbak". Tanya pria itu yang tak lain adalah satria suamiku


sesuai rencana tadi malam, aku Dan satria kini tengah membeli kebutuhan rumah tangga kami, mulai dari bahan makanan hingga peralatan mandi seperti nya sabun dan sampo.


"totalnya 7 juta 650 mas"


Satria mengeluarkan kartu kredit dari dalam dompetnya, lalu memberikannya kepada petugas kasir tersebut.


"boleh beli ini?". Tanyaku saat aku melihat manik-manik doraemon di rak dekat kasir.


aku menyunggingkan bibirku kala satria menganggukkan kepalanya.


"itu adiknya ya mas?". Tanya pegawai kasir tersebut sambil melihat ke arahku


"bu..."


Aku menyerobot ucapan satria "iya mbak aku adiknya" aku bergelayut di tangan satria bak seorang adik kepada kakaknya.


Satria hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah lakuku, aku melepas peganganku dan mengambil dua kantong plastik yang berisikan belanjaan kami, dan sisanya aku biarkan satria yang membawanya.


dia nampak kwalahan membawa barang-barang kami, aku yang sedari tadi berjalan di belakangnya yang berjarak lumayan jauh, sedikit berlari mengejarnya lalu meraih beberapa kantung plastik yang ada di tangannya.


aku tak perduli dengan tatapannya, setelah mengambil sebagian kecil barang bawaannya aku berjalan mendahuluinya menuju parkiran dimana mobil satria berada.


"kita cari makan dulu". Ucapnya saat kami sudah berada di dalam mobil


Aku hanya menganggukkan kepalaku tanpa mengatakan apapun, mobilpun melaju menembus ramainya jalanan malam ini. Hingga tak berapa lama satria belok ke sebuah restoran yang terlihat mewah itu.


Kami memasuki restoran tersebut kemudian seorang pelayan mengantarkan kami ke meja yang telah di pesan oleh satria.


"kamu mau pesan apa?" tanya satria saat sudah di tempat duduk kami dan di hadapkan buku menu.


"terserah". Ucapku tanpa melihat ke arahnya dan hanya fokus dengan ponsel yang ada di tenganku.


Satria nampak memesan makanan, dan setelah itu sang pelayan meninggalkan meja kami.


"apa kamu marah padaku?"


Aku menggelengkan kepalaku.


"lalu?"


Aku tak menjawab, sebenarnya aku bingung dengan yang aku rasakan saat ini. Antara marah kesal dan juga dongkol berpadu menjadi satu.


"hay sat apa kabar?"

__ADS_1


Aku mendongakkan kepalaku saat seorang wanita seksi menghampiri meja kami.


"baik" ucap satria cuek


"boleh aku duduk di sini?". Tanyanya sambil menatapku bergantian dengan satria.


Aku menganggukkan kepalaku "silahkan kak"


"angel"


Gadis itu menyodorkan tangan kanannya kepadaku, tanpa berfikir panjang aku mengangkat tanganku lalu berjabat tangan dengannya.


"mira"


"kalian?". Dia seperti mempertanyakan hubungan kami.


"dia is....".


"aku adik satria" ucapku menyerobot ucapan satria.


"sejak kapan kamu punya adik sat?". Tanya angel bingung


Ah ternyata ini teman lama satria "aku anak dari pamannya satria, jadi aku adiknya kan?"


Gadis itu nampak memanggut-manggutkan kepalanya.


Sementara satria menatapku dengan penuh intimidasi, sepertinya dia ingin temannya itu tahu status kami sebenarnya seperti apa.


Aku menggeser satu piring di hadapanku pada angel "untukmu"


"terima kasih" ucapnya sambil tersenyum padaku.


"oh ya sat, gimana kabar tante sarah dan juga om wijaya?".


"mereka baik". Jawab satria sambil makan tanpa menoleh ke arah angel.


Aku hanya mendengarkan obrolan mereka sambil menikmati makananku, sepertinya mereka teman dekat hingga angel sepertinya kenal akrab sama pak wijaya dan juga bu sarah.


aku mengambil ponselku di dalam tas kala terdengar ponselku berbunyi, dan aku melihat kontak yang bertuliskan "mamamer" terpampang di layar ponselku.


"iya hallo ma".


[kalian kemana? Sudah malam gini kok belum pulang?]


"kami habis belanja ma, dan sekarang lagi makan malam, ada apa ma?"


[mama sekarang ada di apertemen kalian]


Satria mengangkat dagunya ke arahku, aku menggerakkan bibirku tanpa bersuara "mama ada di rumah"

__ADS_1


"ya sudah ma, kami akan segera pulang". Ucapku mengakhiri berbincangan dengan mama sarah lewat sambungan telfon.


"kalian tinggal bareng?"


"i iya kak, mama papaku lagi ada di luar negeri, jadi aku tinggal bersama kak satria, iya kan kak?". Aku sedikit memberi kode agar satria mau meng-iyakan ucapanku.


Satria menganggukkan kepalanya, setelah selesai aku dan satria bergegas untuk pulang. Kasihan bu sarah jika menunggu lama.


"kak kami duluan". Ucapku saat kami berada di halaman restoran.


kamipun memasuki mobil, dengan segera satria menghidupkan mesin mobilnya dan melesat dengan cepat menuju aparteman.


Setengah jam perjalanan akhirnya kami sampai di apartemen, tak lupa aku dan satria membawa semua belanjaan kami.


Satria meletakkan barang belanjaan kami di lantai kala dia mengambil kartu untuk membuka apartemen kami, setelah pintu terbuka kami masuk bersama.


Kulihat mama sarah ketiduran di atas sofa dengan televisi yang masih menyala, mungkin karna terlalu lama menunggu kami. Perlahan aku mendekat "ma"


Mama sarah menerjapkan matanya lalu tersenyum padaku "kalian sudah pulang?".


"iya ma, mama kenapa tidak tidur di kamar saja?". Tanyaku lembut


"mama tadi ketiduran"


"terus mama ngapain kesini?". Kini giliran satria yang bertanya.


"emangnya gak boleh ya kalau mama kangen sama anak mama sendiri?"


"week and kan bisa ma, terus rencananya mama mau pulang atau aku suruh papa buat jemput mama? ini udah malem banget lo ma".


Dasar satria kurang ajar, sepertinya dia ingin mengusir mamanya sendiri.


"mama nginep sini saja". Ucapku yang langsung di setujui oleh mama sarah.


"enggak, enggak, mau tidur di mana coba?". satria masih tak terima jika sang mama menginap di apartemen kami.


"kan ada dua kamar SAYANG, mama bisa tidur di kamar bawah, kita kan tidur di kamar atas". Ucapku sambil menekan kata sayang supaya satria menyetujui permintaanku.


"hem baik lah". Ucap satria dan berlalu menuju dapur


Aku mengantarkan mama sarah menuju kamarku, mama sarah nampak terkejut dengan penampakan kamar yang akan di tempatinya malam ini.


"aku meletakkan barang-barang kesukaanku di kamar ini karena mas satria tak begitu suka dengan nuansa doraemon". Ucapku supaya mama sarah tak curiga pada kami


Mama sarah nampak memanggut-manggutkan kepalanya "kalian tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan sama mama?"


"e enggak kok ma, aku dan mas satria tidur di lantai atas". Ucapku sedikit tergagap


"ya sudah kalau begitu, mama mau tidur dulu, udah ngantuk". Ucap mama sarah saraya mencium keningku.

__ADS_1


Aku meninggalkan kamarku, lalu pergi ke tempat dimana suamiku berada.


__ADS_2