Bukan Nikah Paksa

Bukan Nikah Paksa
dosen baru


__ADS_3

"kenapa kemaren kamu tidak ke kampus mir?". Tanya naumi sesaat setelah aku duduk dibangku milikku.


"kemaren aku sibuk" ucapku sambil mengeluarkan buku dari dalam tasku.


"gimana murid barunya?". Tanyaku mengalihkan pembicaraan.


"cantik, tapi sifatnya 180° berbeda dengan sabrina, dia ramah dan juga murah senyum. itu dia baru masuk bersama lisa".


Aku melihat ke arah yang di tujukan naumi, gadis yang sangat cantik dengan tampilan yang elegan.


Obrolan kamipun terhenti ketika dosen pembimbing pagi ini memasuki kelas kami.


"mohon perhatiaannya sebentar, berhubung ibu akan melanjutkan study ibu ke sydney, maka akan ada dosen pengganti ibu untuk mengajar kalian".


Hiruk pikuk lagsung memenuhi ruang kelas kami, pasalnya bu hamidah adalah dosen terhumble yang ada di kampus ini. tidak ada jarak di antara kami, bu hamidah memperlakukan kami sudah seperti teman bahkan anaknya sendiri.


"yah bu kenapa harus pergi sih?". Celetuk salah satu temanku.


"iya bu, kenapa harus pergi". Sambung yang lain.


"ibu pergi dengan tujuan sama seperti kalian, belajar. Jadi ibu harap kalian bisa mengerti, dan ya dosen kalian yang baru tak kalah asik kok sama ibu". Ucap bu hamidah memberi pengertian.


aku hanya diam mendengar protesan demi protesan yang di lontarkan beberapa temanku, mereka semua tidak setuju dengan keputusan bu hamidah. Aku sebenarnya juga tidak setuju, tapi mau bagaimana lagi, bu hamidah punya hak untuk melanjutkan pendidikannya.


"ibu minta pengertiannya, sekarang ibu tinggal dulu. Setengah jam nanti dosen pengganti ibu akan segera kesini". Ucap bu hamidah berlalu pergi.


Sepeninggal bu hamidah aku memilih membaca buku dari pada ikut nimbrung bersama teman-temanku membahas dosen baru itu.


Tak


Tak


Tak


Terdengar suara langkah kaki yang semakin mendekati ruang kelas kami.


suit suit...


Beberapa siulan terdengar di telingaku ketika seseorang masuk ke dalam ruang kelas kami, aku hanya melihat bayangannya tanpa melihat ke arah orang tersebut, sebab aku masih fokus dengan buku yang aku baca.

__ADS_1


"selamat pagi semua, perkenalkan saya dosen pengganti bu hamidah. Saya harap kita bisa bekerja sama untuk selanjutnya".


Aku mendongakkan kepalaku kala mendengar suara yang tak asing di telingaku, dan benar saja, seorang wanita cantik dengan rambut tergerai indah yang dua malam lalu makan malam bersamaku dan satria.


Aku melihat kak angel dengan pakaian seksi itu tersenyum padaku, sepertinya dia masih mengingat akan diriku. Tapi aku masih tak percaya jika kak angel adalah dosen pengganti itu, sebab aku melihatnya masih begitu muda dan cantik.


Kak angel memperkenalkan dirinya setelah itu banyak pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan para pria yang cukup konyol menurutku, dari status kak angel, nomor ponsel, hingga alamat rumah.


2 jam telah belalu, akhirnya kak angel meninggalkan ruang kelas kami, akupun mengajak naumi untuk pergi ke kantin untuk mencari makan karena tadi pagi aku hanya makan sedikit.


"mir".


Aku membalikkan tubuhku ketika seseorang tengah memanggil namaku kala aku dan naumi berjalan di koridor kampus.


"i iya kak, eh bu".


"gak pa-pa, panggil kak aja kalau di luar jam aku mengajar". Ucap ramah kak angel


"iya kak"


"oh ya boleh aku minta nomor sat...."


"kak, semua orang tidak tahu kalau aku sepupuan sama satria, jadi pleas jangan bahas satria saat bersamaku". Ucapku


"kenapa?". tanya kak angel heran


"satria itu banyak yang suka, jadi aku tidak mau terbawa-bawa sama urusan satria". Ucapku beralasan.


kak angel memanggut-manggutkan kepalanya "oh ya boleh aku minta nomor satria?"


Aku mengeluarkan ponselku karena aku tidak hafal nomor ponsel satria, jangankan nomornya, nomorku sendiri saja aku tidak hafal.


"terima kasih". Ucap kak angel lalu pergi meninggalkanku.


naumi menghampiriku "apa kamu mengenal bu angel sebelumnya?".


"aku sempat bertemu dengannya kemaren malam, sudah ah ayo ke kantin. Aku sudah sangat lapar". Ucapku sembari mengusap perutku.


Kamipun berjalan menuju kantin, aku mencari bangku kosong untuk kami tempati. Aku menarik tangan naumi kala kulihat bangku kosong di sebelah pojok kantin tersebut.

__ADS_1


"sepertinya kita jodoh".


Ucap seorang pria bersama 3 temannya yang hampir bersamaan duduk di meja yang sama denganku.


"tidak bisakah kalian duduk di bangku yang lain?". ucapku sedikit kesal


"lihat, semua bangku penuh. Hanya tersisa bangku yang kita tempati yang tadinya kosong". Protes rio pria tadi.


Aku menghembuskan nafas kasar, lagi-lagi makan siangku ter ganggu sama geng yang biasa orang-orang menyebutnya mostwanted, sekalipun itu geng suamiku, tapi itu tetap membuatku tidak nyaman.


Mau ganti tempat? Tapi kemana? Karena apa yang di bilang rio benar adanya, tempat ini sudah penuh.


"ehem boleh minta nomor kamu gak?".


Aku tak bergeming dan pura-pura tak mendengar ucapan rio, sedang naumi terus menggoyangkan tanganku seraya memintaku untuk memberikan nomor ponselku.


"nomor rekening?". Tanyaku asal namun langsung mendapatkan tatapan tajam dari satria.


"boleh, mau aku transfer berapa kamu? Tapi imbalannya nanti malam kamu harus...".


Satria menggebrak meja lalu pergi dari tempat kami berada, semua mata tertuju padanya tak terkecuali aku. Aku melihat wajahnya penuh dengan amarah yang menyala.


"mi aku ke toilet sebentar"


Aku berjalan keluar dari kantin dan mencari sosok yang sepertinya tengah marah besar padaku.


Tapi mau mencari kemana? Bahkan kelasnya saja aku tidak tahu, mau bertanya sama orang? Itu hanya akan menambah masalah buatku.


"aw, lepas"


Seseorang menarikku dengan paksa saat aku berada di sudut koridor, aku melihat ke arah orang tersebut yang ternyata itu seseorang yang sedari tadi aku cari.


Dia menggenggam tanganku dengan erat, sambil menarikku ke area parkiran. Dari kejauhan di membunyikan alarm mobilnya.


"mau kemana kita?" tanyaku tapi sama sekali tak di hiraukannya.


Dia membuka pintu mobil dan memaksaku untuk masuk, pria itu kemudian berjalan memutar kemudian masuk dan duduk di depan kemudi.


Pria menghidupkan mesin mobilnya kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan halaman kampus.

__ADS_1


__ADS_2