Bukan Saingan Pelakor

Bukan Saingan Pelakor
Episode 1/ Pewaris Konglomerat Mendadak Miskin.


__ADS_3

Episode 1/ Pewaris Konglomerat Mendadak Miskin.


Kediaman Baskoro memang dikenal dengan keluarga paling konglomerat, dengan bisnis dimana-mana, membuat harta kekayaan keluarga Baskoro tidak ada ada habisnya. Hanya memiliki satu anak tunggal, membuat penerus kekayaan berleha-leha


Penerus kekayaan keluarga Baskoro bernama David, seorang pria dewasa yang sudah seharusnya memiliki pasangan hidup, factor kekayaan membuat David bisa mempermainkan hati wanita sesuka hatinya, hanya tinggal di kasih tip jutaan, maka dia akan mendapatkan semua hal yang ia inginkan.


Tapi siapa sangka, malam ini akan menjadi malapetaka bagi David. Dirinya pulang dalam keadaan mabuk, tepat ketika melangkah di depan ruang tamu, ayahnya yang bernama Tuan Adit Baskoro menarik lengan anaknya dengan kasar.


‘’What happen?’’ rancau David, bau alkohol menyeruak dari mulutnya ini.


Keluarga Baskoro merupakan keluarga baik-baik, mereka semua taat pada aturan agama, hanya saja anak semata wayang lah membuat itu semua berantakan.


‘’Sampai kapan kamu akan terus berulah seperti ini, hah! Memalukan keluarga Baskoro saja!’’ geram Tuan Adit Baskoro.


‘’Sampai kekayaan kita habis,’’ balas David tanpa berdosa.


Tuan Adit Baskoro memerah kesal, dirinya menampar sang putra dengan keras, plakk. Yah namanya berhadapan dengan orang mabuk, mau di tampar, di pukul, mana mempan terlebih jika sudah tingkat akut.


‘’Bi!’’ teriak Tuan Adit Baskoro.


‘’Bawa anak ini ke kamarnya!’’ titahnya ketika Bi Inah sudah datang.


‘’Ba_baik Tuan,’’


Keesokan paginya, David menghampiri meja makan dengan dongkol di hatinya, bagaimana tidak dongkol, pipi sebelah kanannya meninggalkan bekas tamparan sang papa, Tuan Adit Baskoro mengabaikan sang putra pagi ini.


Melihat menu yang terpampang di hadapannya, makanan kampung jelas bukan selera David. Dirinya mengomel pada Bi Inah.


‘’Bi, kenapa Bibi kasih David makanan kambing ini?! David nggak mau makan makanan kampungan ini! Buatkan David burger dan jus apel jangan lupa,’’ ujar David.

__ADS_1


Bi Inah menoleh pada Tuan Adit Baskoro, dan tuannya memberikan isyarat jangan mengikuti keinginan David, dirinya yang mengerti jika semua menu di atas meja makan ini permintaan sang Papa, langsung saja melangkah meninggalkan ruangan makan, dirinya juga malas bertengkar dengan sang papa.


Baru berjalan lima menit, David kembali dengan wajah lebih ditekuk, dan Tuan Adit Baskoro hanya santai dan menikmati makanan yang dianggap putranya sebagai makanan kambing.


‘’Pa, ini benar-benar nggak adil!’’ teriak lantang David.


‘’Pagi-pagi sudah membuat keributan, nggak enak di dengar tetangga!’’ ujar santai Pak Adit Baskoro.


‘’Bukan David, tapi Papa. Kenapa Papa sita semua barang David, hah!’’ geramnya.


‘’Hanya itu saja, lebih baik kamu sarapan pagi dan coba makanan ini. Oh yah, perihal itu, coba intropeksi diri, itu hukuman bagi kamu. Usia sudah matang untuk menikah, tapi masih saja keluyuran di club dengan gadis yang tidak tahu diri itu!’’ ucap Tuan Adit Baskoro menatap lekat pada sang putra.


‘’Itu kehidupan David, jadi Papa nggak berhak urus kehidupan David, mau menikah ataupun tidak, itu bukan urusan Papa!’’ David berkata dengan lantang.


‘’Jika begitu, semua aset yang Papa sita juga bukan urusan kamu! Adil kan?’’


Yah, David ke apartemen temannya yang sudah menjadi CEO sukses. Tidak terlalu lama mereka bertemu, David meminta makanan yang bisa mengisi perutnya, teman David hanya menatap heran, anak seorang konglomerat malah kelaparan.


‘’Kemana kekayaan tujuh keturunan lo itu, Vid?’’ tanyanya dengan nada ejekan.


‘’Gue lagi malas berantem sama lo yah, lo sama aja seperti bokap gue!’’ kesal David.


Temannya David mengerti situasi yang terjadi, pasti ayahnya tidak suka dengan sikap boros David. Dirinya membiarkan David untuk melahap habis makanan yang ada di dapur, yah temannya ini memang suka sekali dengan memasak, benar-benar tipikal idaman.


‘’Benar-benar salut gue sama lo, udah ganteng, Ceo yang lagi naik daun, pintar masak lagi. Misalnya lo yang jadi anak Bokap gue, uhh sudah pasti nggak ketulungan senangnya si Tua bangka yang super nyebelin itu!’’ ucap David.


‘’Hus, lo nggak mau ngomong seperti itu sama ayah lo sendiri. Lo mau tetap disini? Gue mau pergi soalnya,’’ ujarnya.


‘’Lo mau kemana? Dandanin lo ini bukan mau ke kantor,’’ ujar David yang masih sibuk dengan burgernya.

__ADS_1


‘’Gue mau pulang kampung, lo mau ikut?’’ tanyanya/


David terlihat berpikir keras, dirinya juga tidak tahu apakah bisa makan ketika temannya ini tidak ada, sudah pasti Papanya tidak akan memberikan sepeser uang pun padanya, daripada kelaparan, akhirnya David memilih untuk ikut dengan temannya ini.


Mereka masuk ke dalam mobil mewah, temannya ini tengah mengendarai dengan riang gembira. David mulai curiga dengan temannya ini, baru pertama kali senyuman indah itu merekah di wajah temannya.


‘’Lo senyum-senyum seperti orang kesurupan, karena apa? Kesambet dimana lo?’’ ejek David.


Dia hanya diam dan fokus dalam mengendarai mobil, ketika melihat ada mall besar dirinya memarkirkan mobil dan mengatakan pada David jika dirinya ingin berbelanja sebentar dan meminta David untuk di dalam mobil saja.


Yah karena masih mengantuk, David setuju. Toh dia juga tidak ada sepeser uang pun sekarang, lebih baik tidur hingga tanpa sadar temannya ini hanya sebentar ke mall, tidak menghabiskan waktu sepuluh menit, dia sudah kembali dengan barang yang sangat banyak, dan saking banyaknya ada beberapa orang yang membantu membawa semua barang belanjaannya.


Dia kembali menjalankan mobilnya tanpa membangunkan David, tiga jam perjalanan sudah ia tempuh, dan David baru terbangun ketika berada di jalanan rusak.


‘’Lah, udah berapa jam gue tidur?’’ tanya David masih menguap.


‘’Sudah tiga jam, Vid. Lo ini tidur apa mati suri sih? Heran gue sama lo, tiap malam datang ke klub, bermain dengan banyak wanita, pulang selalu dini hari, apa lo nggak merasa bosan dengan kehidupan monoton lo itu?’’ tanya temannya David.


David tidak mendengar perkataan temannya ini, karena ketika melihat ke luar jendela, terlihat pemandangan aneh, persawahan di seluruh mata memandang, orang-orang dengan pakaian kumal, dan fasilitas seadanya membuat David merasa heran, apakah ini kampung halaman seorang Ceo sukses.


Mobil pun berhenti, temannya mengajak David untuk turun, dengan masih menyimpan keheranan, David ikut turun, pemandangan aneh justru terlihat, tidak ada satu pun mobil mewah yang berjajar, dirinya seakan di ajak menuju dunia lain saja.


Temannya David mengajaknya untuk jalan kaki menelusuri jalan setapak itu, hingga terdengar jika temannya memanggil nama seorang wanita.


‘’Khadijah!’’ panggilnya.


Wanita itu menoleh, David yang melihatnya pun sontak terpana dengan wajah ayu sang wanita, hingga tak sadar dirinya malah nyemplung ke persawahan yang masih belum di tanam apapun.


‘’DAVID, LO NGAPAIN NYEMPLUNG DISANA COBA?’’

__ADS_1


__ADS_2