
Episode 7/ Wanita di Pesta Dansa Bertopeng.
David sekarang tengah menempuh perjalanan cukup panjang, dirinya memang enggan kembali ke rumah, dia akan berdiam diri dan menjauh dari kehidupannya yang sekarang dan berdamai dengan kenyataan. Entahlah, kekayaan dan kemewahan tidak membuat dia menjadi bahagia sekarang. Wanita dan cinta yang selama ini berusaha ia singkirkan jauh-jauh, wanita yang selama ini terus ia nilai sebagai permainan, ketika habis manis langsung dibuang. Nyatanya situasi sekarang justru berbeda, dirinya sangat menginginkan cinta sejati, cinta yang bisa membuat sandiwara kebahagian ini berakhir.
‘’Apa mungkin ini KARMA kepadaku? Karena selama aku hidup dan di usia yang hampir mendekati usia kepala tiga, aku selalu menganggap wanita sebagai permainan, dan sekarang … ketika aku menginginkan cinta sejati, kenapa malah seakan terasa sulit untuk menemukan wanita pilihan. Padahal seribu wanita bisa aku dapatkan dengan mudah, yang cantik dan seksi tanpa aku minta mereka sendiri yang akan datang dan menyembah. Namun bukan itu yang aku inginkan sekarang, aku merindukan belaian wanita sempurna,’’ David yang semakin galau terhadap kehidupannya.
David berhenti di sebuah taman kota, kondisi yang siang membuat taman itu masih kosong tidak berpenghuni. Tempat yang aman untuk menceritakan semua kegalauan yang terjadi, dan tentunya dia akan menghabiskan sepanjang harinya disini, tanpa ada niatan kembali ke rumah.
David melangkah dengan lemas, seakan dirinya tidak memiliki tenaga sedikitpun untuk melangkah, melanjutkan alur cerita yang terjadi, dirinya seakan ingin menyerah kepada takdir. David terus melangkah hingga langkahnya terhenti di sebuah pohon rindang, dirinya duduk seorang diri disana hanya berteman dengan kesepian dan kekosongan hati.
Sudah sore hari, David masih berdiam diri disana. Dirinya hanya termenung, sampai ada sebuah notifikasi panggilan, dengan sangat malas David mengangkat dering telepon yang telah mengganggu ketenangannya.
[Halo, Vid. Lo ada dimana? Kenapa lo nggak ada di rumah lo? Semua orang tengah menunggu lo, acara jamuan itu akan segera dimulai dalam 1 jam lagi.] Toni
‘’Gue sedang malas ikut acara jamuan itu, jika lo mau, lo saja yang mewakili gue. Gue sedang tidak mood untuk diganggu hari ini,’’
[Eh, tunggu sebentar. Lo harus hadir di acara jamuan ini, jika lo nggak datang lo akan menyesal seumur hidup lo. Gue jamin akan ucapan ini, lo harus datang pokoknya!] Toni.
‘’Gue bilang kan, gue ini sedang tidak mau diganggu. Jika lo yang kebelet nikah, lo bisa pilih salah satu dari mereka!’
[Terserah lo lah jika begitu, yang pasti gue sudah mengatakan semuanya. Dan jika lo berubah pikiran, lo bisa datang ke apartemen gue untuk mengambil jas yang sudah dipersiapkan.] Toni. Sambungan telepon akhirnya terputus, David sedikit tertantang dengan ucapan Toni.
‘’Apa lebih baik gue hadiri acara jamuan makan malam ini?’’ pikir David yang mulai dilemma antara tetap berada disana atau menghadiri jamuan makan malam keluarga sekaligus ajang untuk mencari istri yang dilakukan oleh keluarga besarnya.
Di tengah kegundahan, dirinya malah terus memikirkan Khadijah, gadis desa yang telah berhasil mengguncang hatinya. Setelah berpikir panjang, dirinya melangkah ke mobil bugatti yang terparkir dan telah memutuskan untuk menghadiri acara jamuan makan malam.
‘’Sebelum kesana, dirinya akan ke apartemen Toni untuk memakai jas yang sudah dipersiapkan oleh temannya itu.
David sudah memakai jas, dirinya sangat gagah dan tampan, wanita mana yang tidak akan berpaling darinya, ketampanan sekaligus kesan mewah melekat indah di tubuh David. Dirinya memang berencana akan ikut acara jamuan, tapi hanya sekedar itu. Dirinya masih belum berminat untuk mencari kekasih hidup, entahlah hatinya masih harus memantaskan kepada siapa untuk berlabuh.
Ketika tengah mengendarai bugatti berwarna silver, panggilan telepon dari Toni kembali berdering.
[Vid, lo ada dimana? Jangan bilang jika lo nggak tertarik dengan ucapan gue sore ini, gue pastikan lo akan menyesal karena menolak jamuan makan malam ini.] Toni.
__ADS_1
‘’Iya, bawel. Ini gue lagi perjalanan kesana, sabar bentar ngapa coba. Lo pikir Jakarta ini nggak macet apa!’’ kesal David kepada sahabatnya yang terus meneror untuk menghadiri acara malam ini.
[Heheh, iya. Gue cuman mastiian aja lo bakal datang, oh yah jika lo malas bertemu dengan kolega bisnis Bokap lo, gue saranin lo pakai topeng wajah. Karena gue dengar dari pelayan disini, ajang pencarian calon istri untuk lo bakal ada pesta dansa menggunakan topeng.] saran Toni.
‘’Kenapa mereka merancang seperti itu sih? Mana mungkin gue akan berdansa dengan salah satu dari mereka!’’ David semakin kesal dengan kelakuan dan rencana yang telah disusun oleh keluarga besarnya.
[Sudahlah, lo nggak perlu kesal seperti itu, pesta dansa menggunakan topeng itu keren loh. Dan gue nyaranin mobil lo jangan sampai masuk kesini, kapan perlu mereka semua tidak tahu akan kedatangan lo. Lo tunggu di persimpangan biar gue jemput, setelah itu lo masuk dari pintu belakang.] saran dari Toni.
‘’Hei, sejak kapan ada aturan seperti itu? Gue yang punya rumah, kenapa malah seakan maling yang ikut pesta!’’
[Lo ikuti saja aturan main yang telah direncanakan untuk lo, gue yakin lo pasti akan sangat suka dengan rencana gue ini. Lo akan berperan layaknya seorang pangeran yang tengah mencari cinta sejati.] Toni.
‘’Terserah lo saja, gue ikut ke acara jamuan itu karena lo juga yang maksa!’’ ujar David.
Sambungan telepon terputus, dan sekarang David tengah focus mengendarai mobilnya. Hingga berada di persimpangan jalan rumah mewahnya, sudah terlihat mobil Toni yang tengah menunggu.
‘’Ayo, masuk!’’ ajak Toni.
David menurut, mobil bugatti milik David akan diurus oleh orang kantor Toni. Mereka masuk lewat pintu belakang, disana telah menunggu Mbok Inah yang sudah dianggap seperti keluarga oleh David.
‘’Heheh, kali ini Mbok Inah setuju dengan rencana Den Toni. Di dalam sana acara jamuan akan segera dimulai, lebih baik Den David tunggu disini dulu. Hingga pesta dansa akan dimulai baru Den David berkeliaran dengan bebas disana, sembari memilih pasangan yang akan diajak berdansa untuk malam ini,’’ ucap Mbok Inah yang kembali ke ruangan utama, tempat perjamuan itu terlaksana.
David terpaksa menunggu di dapur hingga arahan Mbok Inah muncul, ditemani dengan Toni mereka bersembunyi di sebuah Gudang yang tersedia. Sudah satu jam dan sepertinya acara dansa akan segera dimulai, David yang sudah mulai mengantuk mendadak terkejut dengan kedatangan Mbok Inah yang mengabari jika jamuan makan malam telah usai, dan saatnya pesta dansa akan segera dimulai.
Sementara itu di ruangan yang sangat luas, keluarga Baskoro sangat kesal akan ketidak hadiran David, padahal acara ini mereka rancang khusus untuknya, malah orang pentingnya yang tidak terlihat pucuk hidungnya.
‘’Baskoro, bagaimana ini? Kemana David? Kenapa dia tidak terlihat juga, jangan katakan jika kamu tengah menyembunyikan David mala mini? Agar semua gadis dari seluruh penjuru kota hanya menunggu kedatangan David!’’ geram Nenek Pertama.
‘’Kenapa harus menyalahkan saya? Sudah saya katakan jika saya tidak tahu dimana keberadaan David saat ini, dan bukannya kalian semua yang melihat sendiri, jika ponsel David tidak bisa dihubungi sedari tadi. Lantas jangan memasang alibi atau alasan apapun, yang berkaitan dengan pencegahan akan ini semua!’’ Tuan Adit Baskoro yang kesal dengan keluarga besarnya sendiri.
‘’Dan satu lagi, bukannya kalian semua yang tahu jika David tidak pernah mau di jodohkan seperti ini! Tidak kah ingat dengan kejadian satu tahun yang lalu? Kenapa masih berharap jika David akan menghadiri acara seperti ini?!’’ ucap Tuan Adit Baskoro.
Dirinya memilih untuk kembali ke kamarnya, lebih baik ia beristirahat daripada harus semalaman suntuk mengikuti acara yang dibuat oleh keluarga besarnya. Tuan Adit Baskoro memang tidak menyukai acara seperti ini, dirinya lebih memilih untuk menyumbangkan Sebagian hartanya untuk membantu mereka yang miskin, seperti membangun panti asuhan untuk orang kurang mampu bisa tempati, membangun fasilitas Pendidikan, seperti sekolah dan perpustakaan keliling.
__ADS_1
Justru kesederhanaan dan sikap dermawan Tuan Adit Baskoro bertolak belakang dengan keluarga besarnya sendiri, mereka justru lebih menyukai ketenaran dan kemewahan, jika sudah memiliki satu acara, maka akan dipastikan acara itu akan di bandrol dengan harga yang sangat fantastis, seperti mala mini, Tuan Adit Baskoro dengan berat hati mengeluarkan 2 kali pengeluaran yang biasa digunakan untuk menjamu kolega bisnisnya.
Dirinya tidak memperdulikan acara di lantai 1, dirinya memilih untuk istirahat karena esok harinya dia memiliki jadwal rapat yang padat dengan kolega bisnis dari Jepang. Ketika itulah ketika semua orang yang hadir di acara pesta dansa topeng tengah menyibukkan diri bersenda gurau dengan tidak lupa property mereka.
David muncul menggunakan Topeng yang sudah disiapkan oleh Toni, mereka berdua berkeliaran sembari terus mencari wanita yang mungkin akan berhasil membuat David jatuh cinta dan mengajak wanita itu berdansa mala mini.
Semua wanita yang ada di acara pesta dansa ini sangat cantik, David hanya tinggal memilih wanita mana yang akan ia ajak berdansa, namun rupanya sudah lebih dari tiga puluh menit, tidak ada yang bisa menarik dimata David, mereka semua terkesan membosankan.
‘’Vid, nggak ada kah wanita yang bisa membuat lo tertarik dari ribuan wanita yang hadir?’’ bisik Toni.
David hanya menggelengkan kepalanya, dia mulai muak dengan acara ini, dan meminta kepada Toni untuk membiarkan dirinya seorang diri. Toni pun setuju, mungkin dengan mencari wanita idaman seorang diri, maka David akan dengan mudah menemukannya.
David memilih untuk menjauh, dirinya melangkah ke taman luar rumah mewahnya, suasana yang jauh lebih tenang. Dirinya terus melangkah hingga matanya terpusat pada seorang wanita yang hanya terlihat matanya saja dari kejauhan yang kebetulan berada di tempat yang sama dengan David.
Wajah wanita itu tertutup dengan pakaian seperti wanita arab yang pernah ia lihat di beberapa series film, pakaiannya juga jauh lebih sopan dibandingkan pakaian wanita yang ada di dalam sana. Jiwa penasaran David semakin menjadi-jadi, dirinya mendekat kepada wanita itu.
Hanya saja ketika itulah gadis itu lari meninggalkan taman mewah milik David, belum sempat David mengejar wanita itu, kakinya malah tersandung. David masih berusaha mencari keberadaan wanita yang ia lihat, rasa penasarannya setidaknya berkurang ketika ia melihat seseorang yang dicarinya tengah menemani anak kecil yang tengah menangis.
David memilih untuk bersembunyi, dirinya ingin mengetahui hal apa yang akan dilakukan olehnya untuk menghibur anak kecil yang tengah menangis. Mungkin karena takut dengan topeng yang menutupi wajahnya, anak kecil itu malah semakin menangis kencang.
Ketika itulah topeng yang ia pakai terbuka, terlihat sosok cantik jelita ketika wajahnya terpampang nyata, dari kejauhan David memperhatikan semua interaksi yang terjadi. Hanya saja sorot teduh dari wanita itu kembali mengingatkan David pada seseorang, tapi apakah mungkin itu terjadi?
‘’KHADIIJAH?’’ pikir David.
Ketika David masih berpikir jika wanita yang ia lihat adalah Khadijah, maka di tempat yang tidak jauh ada beberapa anggota keluarga besarnya yang tidak sengaja melihat semua kebetulan ini, mereka sangat tidak menyayangkan seorang David yang dikenal playboy, sering gonta-ganti pasangan jika sudah berada di club malam, justru tidak terlihat batang hidungnya di dalam pesta dan malah di temukan di taman seorang diri dan tengah mengagumi seorang wanita.
‘’Kamu kenal dengan wanita itu?’’ tanya salah seorang pria, jika dilihat dari segi usia dan penampilan, maka terlihat sama seperti Tuan Adit Baskoro.
‘’Tidak kenal, Pa. rasanya aku baru pertama kali melihat ada wanita dengan pakaian seperti itu, tidak sama seperti pakaian seksi yang ada di dalam sana,’’ jawab seorang pemuda yang berdiri di sampingnya.
‘’Kamu selidiki gadis itu, dari segi penampilannya saja, dia tidak terlihat dari kalangan bangsawan. Jangan sampai David lebih memilih gadis itu dibandingkan putri dari salah satu kolega bisnis kita, paham!’’ titah pria tua kepada anaknya.
‘’Paham, Pa. tenang saja, untuk menyelidiki bukanlah hal yang sulit bagiku!’’
__ADS_1
‘’Dan aku juga tidak akan membiarkan gadis yang bukan dari kalangan atas yang malah menjadi hak waris keluarga baskoro yang super ini!’’