
Episode 11/ Sainganku Bukan Kaleng-kaleng.
‘’Apa kabar Khadijah?’’ sapa pria tampan, tatapan mata yang mampu membuat David kesal dilanda cemburu,
Namun sayangnya sepanjang perjalanan, mereka berdua sangat akrab, bahkan David diabaikan oleh Khadijah dan Rini. Jelas hatinya mendadak panas, ketika pria tampan itu mengenakan jas putih kebanggaannya.
Akhirnya David tahu jika pria tampan ini seorang dokter lulusan terbaik dari Amerika, terlebih ketika Khadijah begitu intens bertanya dan menanggapi semua obrolan yang terjadi, benar-benar merasa tidak dianggap.
‘Huh, baru menjadi dokter saja sudah songong, apa dia tidak tahu jika gue ini anak konglomerat!’ batin David dengan kesal.
Sepanjang perjalanan David hanya diam, hingga mereka berdua kembali ke rumahh sederhana Khadijah. Khadijah yang heran pun lantas menanyakan alasan kenapa David malah memberikan wajah ditekuk hari ini.
‘’Kenapa, Mas?’’ tanya Khadijah heran.
‘’Tidak apa,’’ balas David berlalu kembali ke kamar yang pernah ia tempati bersam Toni ketika di awal mereka datang di desa itu.
Khadijah mengerutkan keningnya karena heran, ada apa gerangan David seakan tengah kesal akan sesuatu, namun ia tidak mau terlalu berlarut-larut, melihat kondisi meja makan yang kosong melompong, membuatnya semangat 45 untuk memasak.
Sementara David di dalam kamar, masih terus memikirkan siapa pria itu? Kenapa sangat dekat dengan Khadijah, seberapapun ia berusaha untuk menyingkirkan perasaan hatinya yang tengah dilanda cemburu, semakin kuat rasa penasarannya itu kepada pria tampan barusan.
‘Apa lebih baik aku ikuti pria itu?batin ku seakan bergejolak sekali ketika melihat keakraban antara Khadijah dengannya, namun … aku bukan siapa-soapa Khadijah, mana mungkin untuk cemburu?’ David seakan bermoolog sendiri dengan batinnya, ia benar-benar seakan kehabisaan akal karena dilanda cemburu, padahal Khadijah dengan dirinya tidak ada status yang mengingat, bukan sepasang kekasih, namun entah kenapa David seakan tidak rela jika ada pria lain yang dekat dengan Khadijah.
David diam-diam melangkah keluar kamar, ia tidak ingin ketahuan oleh Khadijah. Namun siapa sangka aroma harum dari masakan Khadijah begitu menggoda, hingga tanpa sadar kaki David malah melangkah ke sumber aroma harum itu.
Dirinya tersenyum-senyum sendiri ketika melihat Khadijah tengah asik memasak, padahal David belum pernah melihat wajah Khadijah dibalik niqab, entah kenapa ia sangat yakin jika wajah dibalik niqb itu sangat cantik.
‘’Eh, Mas David. Mau kemana? Apakah Mas David sudah lapar?’’ tanya Khadijah sedikit kaget dengan kedatangan David yang bagaikan jelangkung.
__ADS_1
‘’Belum, kalo gitu aku keluar sebentar yah,’’ ucap David, dirinya masih harus mencari tahu tentang pria tampan itu, jangan sampai malah pria itu yang mendapatkan Khadijah, sungguh tidak rela rasanya.
‘’Mau kemana Mas?’’ tanya Khadijah, namun David sudah keburu pergi.
‘Aneh sekali sikap Mas David hari ini,’ pikir Khadijah, dirinya kembali menyibukkan diri dengan masakannya.
Sementara itu, David tengah melangkahh tanpa arah di jalanan desa, namun sialnya orang yang ia nantikan masih belum nongol juga, itu semua membuat David kesal, terlebih cuaca hari ini sangat terik, akhirnya David memilih untuk berteduh sejenak di bawah pohon rindang.
Dirinya kembali teringat sudah seharian dia tidak menyentuh ponselnya, sudah sangat yakin jika Toni akan sibuk mencari keberadaannya saat ini, dan benar saja ketika sinyal internet muncul, Nampak jelas pesan dari Toni yang begitu banyak.
David hanya senyum-senyum sendiri ketika melihat dan membaca pesan yang dikirimkan oleh Toni, memang Toni sudah layak saudaranya sendiri. Bahkan untuuk hal-hal penting Toni memang bisa di andalkan, namun entah kenapa David yang biasanya akan dengan senang hati menceritakan semua kisahnya, malah saat ini enggan untuk bercerita kepada Toni.
‘Apa sebaiknya aku katakan kepada Toni, jika aku tertarik kepada Khadijah?’ pikir David.
Namun tidak lama kemudian, ponselnya berdering dan terlihat jika Toni menghubunginya, memang sudah sepuluh panggilan tidak terjawab dan itu semua berasal dari Toni. David mengangatnya dan terdengar celotehan panjang Toni yang bagaikan ibu tengah mengomeli anaknya.
[Sampe capek gue cariin lo, malah nggak ketemu. Sekarang katakan lo ada dimana? Jangan bilang jika lo ada di club malam baru, bermain dengan para wanita, mabuk-mabukkan!] Toni.
Jelas sekali Toni sangat kesal kepada David, namun ia tidak berada di tempat yang disebutkan oleh Toni, hatinya juga merasa aneh, kenapa seorang David tidak tertarik lagi untuk pergi ke klub malam dan bersenang-senang dengan banyak wanita.
[Vid! Lo masih disana kan? Sekarang katakan dimana posisi lo!] Toni.
‘’Santai aja lah, Ton. Lo tuh sudah seperti mak yang cariin anaknya, oh yah, ngomong-ngomong lo cari gue kemana aja? Gue jadi penasaran, dan gue tebak, lo pasti tidak tidur seharian ini,’’ David.
[Ya jelaslah gue ini tidak tidur seharian, sekarangg lo dimana, Vid? Kenapa lo sulit banget sih untuk dihubungi,] Toni.
Namun ketika David masih berbicara dengan Toni, terlihat pria yang ia cari muncul bersama Amak dan Abak, mereka bertiga terlihat sangat akrab, bahkan membuat David semakin kesal.
__ADS_1
‘’Nanti saja lah gue katakan, gue masiha ada urusan. Yang penting gue ini tidak ada di klub,’’ David.
[Vid …. Tut tut.]
Sambungan telepon langsung diputus begitu saja oleh David, dirinya sangat penasaran dengan pembicaraan yang terjadi di ujung sana, tidak mungkin hanya obrolan biasa.
David berusaha mengejar, dengan susah payah namun akhirnya berhasil.
‘’Nak David, sudah kembali? Dimana Khadijah?’’ tanya Amak yang kaget dengan kedatangan David seakan dikejar maling, bahkan sampai-sampai Mak melirik ke belakang, untuk memastikan alasan kenapa David ngos-ngosan.
‘’Khadijah tidak ada kuliah hari ini, Mak. Dan Khadijah tengah memasak,’’ balas David dirinya masih berusaha untuk mengatur nafasnya.
Amak yang memperhatikan jika David dan pria tampan itu saling pandang satu sama lain, seakan memberikan isyarat jika mereka berdua butuh saling kenal satu sama lain.
‘’Oh, yah Nak David, perkenalkan ini teman lamanya Khadijah. Namanya Cleo, dan sekarang sudah sukses menjadi dokter bedah lulusan terbaik,’’ ucap Amak yang memperkenalkan siapa pria tampan ini.
David hanya memberikan respon biasa saja, toh dia jauh lebih kaya dari pria tampan yang bergelar dokter, David putra tunggal dan pewars satu-satunya di keluarga baskoro.
‘’Nak Cleo, ini David temannya Toni dari kota,’’ imbuh Amak kepada Cleo.
Mereka berdua pun saling jabat tangan, namun David malh semakin merasa jika pria ini akan menjadi saingan beratnya untuk bisa mendapatkan Khadijah, terlebih Abak yang mengundang Cleo untuk makan malam bersama.
‘’Terima kasih, Bak. Cleo sangat senang mendapatkan undangan makan malam, terlebih ada hal yang akan Cleo katakan kepada Khadijah,’’ ucap Cleo dengan sangat ramah.
Jelas hati David kembali panas, kecemburuan yang sudah mendidih, hal apa yang akan dikatakan oleh Cleo kepada Khadijah malam ini?
NANTIKAN UPDATE BERIKUTNYA.
__ADS_1