Buku Harian Si Ojol Tua

Buku Harian Si Ojol Tua
Bag. 12


__ADS_3

Malam ini Opa sengaja Rehat menghilangkan penat, jadi libur ngalong.


Sambil menikmati secangkir kopi ditemani si hijau yang asiknya rame-rame. tiba-tiba pikiran Opa teringat dan sekaligus kangen dengan customer pelanggan Opa yg ramah, cantik, lugu, polos dan selalu menghargai Orangtua walau hanya berprofesi sebagai ojol tua


serta yang paling opa kangen adalah tip nya selalu uaaakeh dan kini sudah pensiun dengan profesi lamanya.


Begini ceritanya:


Dapet go ride dari ubung nganter ke bandara, lumayan ini pasti tipingnya gede, "pikir Opa".


Saat sampai penjemputan, Opa dibuatnya kaget, heran dan seabrek pertanyaan.


"Aduuuuuuh, mimpi apa Opa semalem..?!!".


Seorang bidadari, lugu, polos, cantik aaaach, tiba-tiba memeluk Opa erat, mencium pipi kiri dan kanan sangat menekan, hingga terasa sakit kayak habis dipijit tukang pijit se Denpasar.


Dari suara, sepertinya tidak asing ditelinga tua Opa.


"Jiiiiiiiiiiaaaaaaaah, Opa lupa ya..?!, ini aku..!!"


Setelah Opa amati, bener dah apa yang ada dalam perasaan Opa, hanya kali ini memang penampilannya berubah 180°.


"Ayo duduk dulu Opa, sudah ingatkan sekarang..?!, tau gak puluhan kali saya order gojek, tak cancel, dan akhirnya nyantol juga ke Opa ".


Tak satupun kata yang terucap dari mulut Opa, karena masih terheran-heran dgn tingkah pelanggan Opa yang satu ini.


"Opa, sebelumnya saya minta maaf, sekaligus mau pamit sama Opa. Ini mungkin terakhir kali saya bakal merepotkan Opa dan saya pasti akan merindukan Opa..". Katanya, sambil meneteskan air mata.


"Opa.. terimakasih, selama ini Opalah yang selalu baik dan memperlakukan saya sebagai wanita selayaknya, walau Opa persis tau profesi kelam saya selama ini". Diam sesaat menyeka air matanya lalu melanjutkan ceritanya.


"Terakhir kali Opa nganter aku ke petitenget di villa beberapa Minggu yang lalu, itu adalah akhir dari profesi kelam saya, dan saya juga berterimakasih, berkat doa Opa juga akhirnya ada seseorang yang sangat tulus mau menjadikan saya sebagai seorang istri".


"Aku merdeka, Opaaa. Sampai hari inipun rasanya seperti mimpi..". Kembali isak tangisnya tersedu dan seakan sulit untuk ditahan.


Dia menyandarkan kepalanya di pundak Opa tak canggung, layaknya seorang anak kesayangan sedang curhat kepada bapaknya. Opa berusaha memeluknya dan mengusap air matanya yang kian membanjiri rautnya. Dulu sedikit liar manja ceria renyah, namun kini benar-benar polos penuh keibuan.


"Sudah jangan menangis, kayak cerita disenetron jadinya". Canda Opa.


Tanpa ragu Opa membelai rambutnya.


Dia berusaha tersenyum, walau air mata deras mengalir.


"Opa bersyukur. Tuhan mendengar jeritanmu, serta doa Opa juga. Jujur, dulu setiap kali Opa dapat costumer dirimu, Opa senang karena kamu baik dan selalu memberi tiping lumayan, menganggap Opa bukan driver, melainkan orang tua yang kamu hormati,sekaligus menangis dlm hati, perih. tapi Opa hanya bisa berdoa, agar Tuhan segera memberikan pekerjaan yang lain, atau ada orang yang dengan sepenuh hati menjadikan dirimu sebagai pendamping hidup, agar kau segera meninggalkan pekerjaan itu


". Kata Opa lirih sambil tetap mendekapnya.


Sepanjang Opa bicara tak henti-hentinya kata "terimakasih" keluar dari bibirnya yang penuh dengan ketulusan.


Sambil menatap mata Opa tak berkedip dia bercerita katanya:


"Tuhan mengirimkan seorang penolong, sekaligus suami yang baik ".


Berhenti sejenak lalu meneruskan.....


"Seminggu saya diajak menginap di rumahnya, di Jakarta, bertujuan agar bisa mengenal ketiga anaknya , dan mereka bisa menerima saya dalam keluarga itu sebagai pengganti Mamanya yang telah 10 tahun yang lalu kembali ke pangkuan Tuhan".


Sambil menggenggam tangan Opa dia melanjutkan ceritanya

__ADS_1


"Ternyata ketiga anaknya, semua langsung akrap dan menerima saya, bahkan memanggil "Mama". Dgn senyuman, walau matanya masih berkaca-kaca.


"Minggu yang lalu kami resmi menikah dan menjadi keluarga, maaf saya gak ngasih kabar karena memang dari dulu gak berani nyimpan nomor hp Opa, karena saya sadar dulu gak layak punya nomer orang sebaik Opa...".


Opa langsung menutup bibirnya yang mungil dgn tangan Opa.


"huuuuuus..!!!, Kita semua sama di mata Tuhan". Kata Opa.


"Oooo..iya, Opa masih inget gak, saya dulu pernah tanya warna hem kesukaan Opa..?!".


"Iya kenapa...?!". Tanya Opa balik.


"Sebagai kenang-Kenangan, semoga Opa mau memakainya, tadi siang saya ke toko memilihkan, satu stel Hem Biru dongker tua dan celana hitam buat Opa, berhubung takut kegedean ato sebaliknya, sebaiknya Opa pilih sendiri ukuran yang pas".. Katanya


" Opa tinggal ambil saja besok, sudah saya bayar kok, dan sepasang sepatu pantofel sama dasi, tolong diambil nanti saya kasih alamat kedua tokonya, saya gak bisa nganter, karena besok pagi penerbangan jam 05.00. sekaligus ini yang terakhir saya ngerepotin Opa nganter ke bandara". Jelasnya.


"O iyaaaa, Inget. Mulai besok, Opa gak boleh ngebid sampai malam seperti dulu. Jaga kesehatan jangan Bandel.. Biar sehat terus dan saat kami sekeluarga lancong ke Bali.. bisa ngajak Opa jalan-jalan keliling Bali.


"Daaaaaan... Mulai hari ini, aku akan WA tiap malem biar gak bandel n gak keluyuran malem-malem lagi, kalau perlu tak video call..okay ?!!". Lanjutnya Manja.


Panjang lebar dia bercerita tentang keluarga barunya, perhatian ketiga anaknya, dan keakraban dalam keluarga barunya, seorang pengusaha yang lumayan sukses, namun kehidupan kesehariannya sangat bersahaja.


"Opa...". Panggilnya lembut.


"Nanti saat acara resepsi pernikahan kami, Opa harus dateng sama Uti ya, nanti saya siapin tiket deech, tapi harus datang, kalo enggak nanti tak jemput sama papanya anak-anak. mereka semua sudah mendengar cerita tentang Opa dari saya, makanya saat mau kesini, mereka juga tau, coba anak-anak libur sekolah pasti ikut kesini, pengen ketemu sama Opa juga". Katanya.


Pertemuan ini sangat hangat dan mengharukan. Bener-bener kayak disenetron dah.. tapi faktanya emang begitu.


Terimakasih Tuhan. Engkau telah mendengar jerit falesku. Semoga dia Bahagia dengan keluarga barunya. Amin.


Dan Keluarga ini juga menjadi salah satu pendana setiap bulan kirim buat Oma. Mereka tau dari setiap postingan Opa di fb, bahkan sempat marah, kenapa tidak pernah membahas tentang kondisi Oma, padahal sering kontak lewat WA.


____


Malem itu, mungkin adalah hari yang kurang beruntung, mungkin waktu keluar rumah saat ngalong salah melangkahkan kaki. Seharusnya kaki kiri duluan melangkah keluar, atau sebaliknya, kaki kanan harus melangkah keluar duluan. atau bahkan kaki harus melangkah kedua-duanya.


Pasalnya, 4x orderan masuk lha kok semua titik antarnya melenceng semua.


Padahal, sepeda motor akhir-akhir ini manja. Dikit-dikit gak mau jalan kalo gak distarter pake kaki.


alhasil setiap kali berhenti nyari rumah CS harus star pake kaki. Mana, dinginnya malam itu kelewatan mengajak. bercandanya. uuuuuuup kok Opa jadi curhat siiiich...?!!!.


Gak. jadi ahhhh.. malu !!!. (siap ngalong kan berarti wajib sadar diri wkwkwkkwkwkwkwkwkkwkwkkwkwk..).


Yo wis.. Opa bakal cerita pada intinya AjjjjjjjA.. janji gak bakal curhat lagi kecuali terpaksa.


okay.


Opa lanjutin ceritanya.


Karena malam itu teramat dingin, Opa balik ngambil jaket dobel. Biar mampu menetralisir Hawa dingin kelewatan ngajak bercandanya.


Trip ke 4, teeeeet dari rumah dapet McD. seperti biasa nunggunya sedikit lama, karena malem mungkin McD gak nyetok banyak, baru dibuatin saat orderan masuk.


Singkat cerita :


weees...weeeees.. nyampelah

__ADS_1


Antar ke villa. krn jalanan sepi.


CS yg baik memang selalu standby dan pantau, sehingga posisi driver sampai dimana mereka sudah tau.


CS bayarnya pake gopay, ya sudah paling cuman bilang "Terimakasih..sudah bayar pake gopay ya".


Malem hampir pagi itu Opa starter motor terlalu lama, bahkan hampir ½ Jam.


Membuat CS keluar dan bertanya:


" Kenapa spedanya pak ..?!!, macet ya..?!!.. kok saya dengar dari dalam bapaknya masih disini". Tanya mbak cantik.


"Iya, tumben-tumbennya biasanya nggak separah ini.. ?!". Jawab Opa.


"Sebentar saya panggil suami saya, siapa tau bisa bantu..".


Mbak cantiknya masuk rumah, tak seberapa lama dia keluar bersama suaminya.


Gak tau lagi ngomong apa mereka berdua.


Sang suami, pun gak berhasil walaupun sudah berusaha.


Mereka berdua lagi ngomong apa, yang pasti nampak serius banget.


"Kata suami saya, ini harus diservis pak, lagian akinya mati ". Kata mbak cantik itu sambil tersenyum ramah. Lalu masuk rumah lagi, dan keluar bawa sebotol air mineral tanggung dingin.


" Iya, memang sudah sebulan lebih akinya soak... mau ganti aki belum sempat² hehehe..." Jawab Opa sambil garuk kepala dan meringis.


" Diminum dulu pak, rehat saja sejenak barangkali nanti bisa, mau hidup motornya".. Kata mbak cantik.


"Sabar ya pak.." Lanjutnya.


Kemudian bicara lagi sama suaminya.


Tak berapa lama, mbak cantik itu berkata lagi.


" Begini lho pak, maaf sebelumnya.... kata suami saya, besok bapak disuruh bawa motornya ke bengkel, sekaligus disuruh ganti akinya, biar lancar kerjanya".


Opa tersenyum sedikit kecut, maklum tenaga habis buat starter motor, khususnya malam ini.


"Maaf, kami gak bisa membantu banyak, tapi setidaknya bisalah pake ongkos servis dan ganti aki yang baru. O iya suami saya tanya, kok jam segini bapak belum pulang..?!, emangnya mulai kerja jam berapa..?!".


" Saya memang ngambil jam malem, karena siang terlalu macet jalannya dan terlalu panas. untuk seusia Opa paling gak kuat jika kerja ngambil siang hari".


Rupanya, apa yg Opa katakan disampaikan juga ke suaminya, dgn bahasa planetnya. si suami manggut-manggut hanya kasih jempol AjjjjA.


Karena sudah cukup lama, si bule itu kembali mencoba lagi. dan kali ini berhasil.


si bule tersenyum sambil merangkul pundak Opa. heeeeeeem. dapet perlakuan istimewa dari CS bikin adem di hati.


Yah gak bisa dipungkiri, bahwa bantuan dana untuk servis dan ganti aki juga membuat senang. tapi sejujurnya, perhatian CS itu yang membuat air mata haru tak tertahankan.


Terimakasih Tuhan.. Engkau terus menerus mempertemukan dg orang baik, disaat hamba-Mu tak mampu berbuat sesuatu. ????????????????.


Ternyata, pas Opa berangkat tadi gak salah melangkahkan kaki, mana harus didahulukan. wkwkwkwkwkwk.


Yg PASTI Besok ngebid sudah gak repot pake starter kaki, yg membuat kaki Opa jd bengkak sebelah.

__ADS_1


_______


__ADS_2