
Antara sinar mentari, berebut dengan awan yang sering memaksa menutupi binal teriknya
Menjadikan hawa yang berubah-ubah tanpa menentu, Kadang panas bercampur gerah, dan tak jarang dinginnya hujan mengguyur tak menentu.
Cuaca seperti inilah membuat kondisi tubuh tua ini berasa cepat lelah !!!.
Siang itu, lelah tak bisa diajak kompromi, walau baru beberapa trip terselesaikan.
Bangku milik warung kosong entah sudah berapa lama tidak dipakai berjualan di pinggir jalan pertigaan Singapadu arah Bali zoo menjadi tumpuhan tuk melepas lelah.
Opa ambil botol air putih dan beberapa teguk kopi dingin bekel dari rumah, sebagai pelepas dahaga, kemudian tak butuh waktu lama, Opa telah terlelap.
Rupanya mentari mulai membaringkan diri di ufuk barat, terpancar tinggal bias sinarnya.
"Pak, pak... pak, bisa ngantar saya gak.?!!". Kata seseorang tepat di depan Opa membaringkan diri.
Sontak Opa duduk, walau mata masih enggan untuk dipaksa melihat sumber suara yang membangunkan Opa.
"Maaf mas, saya tertidur. heeeeeem, kalau pesan gojek lewat aplikasi saja". Jawab Opa lirih, sambil memasang topi.
"Lho saya pesan gojek lewat aplikasi, dan tak liat masuk ke aplikasi bapak kok, coba buka hp bapak..!!".
Mendengar itu, Opa langsung buka, ternyata benar !!!. Opa baru sadar, ternyata saat Opa rehat gak mematikan aplikasi.
"O..maaf mas, saya gak denger". Jawab Opa.
"Gak apa pak, mungkin bapak terlalu lelap istirahatnya, sehingga gak denger ada orderan masuk".
Singkat cerita :
Opa berusaha meyakinkan, bahwa dia seharusnya pesan goride, bukan gosend.
"Sengaja saya pesan lewat gosend pak, karena dari tadi saya pesan gak bisa-bisa, jadi terpaksa pesan lewat gosend".
Alasan costumer gak salah sih, karena jarak antar yang melebihi dari ketentuan telah diatur. oleh pihak aplikator, melebihi jarak yang sudah ditentukan gak bakalan diterima.
"Ya, kalau saya harus nambah ongkos gak apa pak ".Katanya.
Yaaaah, sebagai driver tua yang pantang cansel dan pantang menolak order, akhirnya.... okelaaah !!!, lumayan, emang sudah cukup lama juga Opa gak pernah dapet long trip.
"Tunggu sebentar bisa kan ?!, saya habiskan ini dulu, kasihan tinggal nikmatnya saja". Kata Opa sambil menunjukkan sebatang rokok nyala yang tinggal beberapa kali hisap.
Salah satu cara agar costumer nyaman saat perjalanan dalam pengantaran adalah mengajaknya ngobrol, bila dirarsa costumer tidak suka diajak ngobrol selama perjalanan baru Opa diam.
Sepanjang perjalanan, costumer gak berhenti ngomong, dan bahasannya hanya melulu masalah penilaian terhadap cewek yang baru dilihatnya.
Inti dari apa yang dibicarakan, ternyata dia memang beberapa kali telah dikecewakan cewek.
"Masnya baru putus dengan pacarnya tho..?!". Tanya Opa.
Dengan penuh rasa kecewa yang mendalam dia menceritakan semua mantan-mantannya yang pernah mengecewakannya, sampai-sampai suaranya mengalahkan suara kendaraan yang lalu lalang di sepanjang jalan.
Saat berhenti di lampu merah, semua memandangnya, namun tak dia pedulikan.
Dengan suara nada penuh kekecewaan, dia menceritakan, bahwa selama ini dia bekerja, hanya ingin memanjakan kekasihnya, tapi semua sia-sia dan berakhir dengan pemutusan cinta sepihak, katanya.
Dengan sedikit candaan Opa berusaha untuk meredam suaranya, namun jurus yang Opa keluarkan gak mampu membuat suara costumer untuk mengurangi volumenya.
"Mungkin masnya perlu mandi kembang tujuh rupa dari tujuh kota, dan mandinya jam tujuh sore, biar disayang cewek". Kata Opa sambil ketawa.
"pak, nanti sesampai ditujuan, tolong tunggu sebentar ya, siapa tau mantan saya gak ada di kostnya". Katanya, sambil menepuk pundak Opa.
Opa hanya manggut-manggut.
"Sebenarnya siiich, buat saya gengsi mengambil barang yang sudah tak berikan ke cewek, lalu mengambilnya kembali, tapi mantan saya memaksa".
Opa gak berusaha mencari tau barang apa yang ingin diambil ke kostnya sang mantan, dengan harapan agar dia cerita tak semakin menjadi.
"Stop..stop..stop..itu yang ada sepeda motor scoopy merah.. " Katanya. Sesaat kemudian dia melanjutkan kata-katanya
"Tampaknya sengaja ditinggal pergi sama dia, padahal biasanya hari ini off, atau mungkin dia lagi sama pacar barunya".
Setelah mengambil sepeda motor dan mengecek surat-surat yang memang sudah ditinggal dalam jok, lalu dia mengendarai, dan berhenti tepat di depan Opa menunggu.
Lama Opa mendengar curhatannya, akhirnya Opa memberanikan diri untuk pamit melanjutkan tugas sebagai ojol, itupun karena ada orderan masuk.
Seperti biasa jemput tidak kurang dari 4km.
Karena jalan gak terlalu ramai, Opa tancap gas wus..wiuuss..wuuuuuuuuuus. Sampai. 25 menit selesai langsung Opa tancap gas full..
" Hallo.. Halllooo. paaak.. paaaaak.
..Aduh pak, tolong dibatalin saja pak. Saya gak jadi pesan masakannya, soalnya temen saya baru kasih kabar kalo dia semua gak jadi datang hari ini.. hallooooo....paaak.. hallloo. tolong dicancel ya.. saya gak bisa ngensel niich.. halloooo..paak ..pak.. ". Kata costumer saat dia telpon.
Percuma Opa jelaskan di telpon malah gak bakal bisa dijelaskan. Lagi pula barang sudah dipesan dan tinggal nganter.
__ADS_1
"yaaaaa.. buuu.. hallo.. ini di jalan gak bisa dengar suara ibu.. nanti saja ya.". Telp Opa matikan.
Berkali costumer menghubungi, tapi gak Opa angkat.
Beberapa saat kemudian Opa sampai di titik antar. Segera Opa tlp balik, Ternyata Opa tepat di pintu halaman costumer. Diapun keluar dan berkata :
"Lho, bagaimana sih bapak ini..?!, kan tadi sudah saya bilang lewat telpon kalau saya gak jadi pesan dan saya minta bapak untuk batalin orderan.?!.. bla bla..blaaa..blaaaa". Katanya, panjang, lebar, tinggi dan sedikit kesal.
"Begini lho bu, tadi ibu bisa nggak cancel orderan..?!". Kata Opa.
"Makaaaaaaaanya saya minta bapak untuk cancel karena saya gak bisa paaaaak". Makin ngegas.
"Ibu itu gak bisa cancel orderan, karena orderan sudah dibayar dan tinggal antar, seandainya ibu minta dicancel sebelumnya mungkin masih bisa ibuuuu..!!". Jelas Opa.
"Ibu lagi..ibu lagi.. emangnya tampang saya kayak emak-emak apaaaa..kok panggil ibu..ibu bu.. buuuuu teruuuuus".
"Ibu siiich cantik, imut-imut...eeee..Tante...eeeee Kakak...eee adiiik..eeee gak deng.. embaknya siich muda, malah kayak remaja, cuman maaf. cerewetnya melebihi nenek-nenek ". Jawab Opa perlahan, tapi costumer dengar dengan jelas.
"Terus gimana ini ceritanya. Kan sudah saya jelasin kalo orderan sudah dipick up itu gak bisa dicancel mbak cantik ". Lanjut Opa.
"Gak usah merayu dah pak, saya juga kesel dan jengkel, intinya saya gak jadi pesan.. Titik !!, lagian gak ada yang makan ".
"Yakin, mbaknya gak mau bayar orderannya, mbak pernah lihat video yang sempat viral, karena gak mau bayar orderan yang dipesannya.. ya.. gak masalah ..mbaknya bisa jadi tenar se Indonesia".
"Emang siich, gak bakalan saya viralkan, tapi setidaknya nanti kalau ada kejadian seperti ini di tv, mbak bakalan inget dan ingat terus, bahwa mbaknya pernah memperlakukan driver ojol kayak di tivi ato video yang mbak tonton nanti "
Sesaat Opa berhenti bicara, Opa meneguk kopi dingin di botol, lalu menyalakan sebatang rokok.
"Kalo mbak dapat driver muda yang gampang naik darah... waaaah mbaknya sudah dimaki habis-habisan, bisa-bisa pipis di celana". Kembali Opa berhenti bicara sejenak, Opa liat costumer mulai salah tingkah.
"Jujur ya mbak, kalau saya uang 180K bisa saya cari walau mungkin sebulan baru dapet segitu, tapi saya cuma kasih tau, biar gak sampai terjadi seperti ini. Itu AjjjjjjjjjjA kok".
"Iya, pak maaf, mungkin saya tadi kebawa emosi, karena temen-temen batalin mendadak. Padahal sudah saya siapin, dari pagi dan sudah masak banyak. .. sekali lagi maaf ya pak, sudah membuat bapak emosi". Sesalnya.
"Heeeeeeemm, perasaan dari tadi saya gak ada nada marah kan..?!, emang tampang saya sangar. jadi kayak driver haus darah..". Canda Opa.
Suasana sudah mulai kondusif gak pake tegang-tegangan kayak mau perang..
"Ya sudah, bapak bawa sebagian ya, sama tak bawain nasi sudah kadung masak banyak. eeeemm, sebentar pak saya ambilkan uangnya dulu". Tak lama kemudian dia keluar.
"Pak, bawa nasi dan lauk itu juga ya.. disini gak ada yang makan.." Pintanya.
"Gimana saya bawanya..?!, saya masih lanjut kerja. Lagian kan bisa diberikan tetangga kiri kanan ".
_______
Jadi gak heran pada dimanja sama Mama yang di rumah.
Buka aplikasi, 23.40...selesai vermuk langsung teeeeeet.....
Garusnya Opa dapat McD nganter villa Caprecia Taro. dari pasar Tegalalang masih masik lagi kurang lebih 12km, jalannya naik turun penuh tikungan tajam, melewati pepohonan rindang dan sawah2.. heem.. gelap cuman penerangan dari bias cahaya langit dan redupnya lampu sepeda motor Opa.
Baliknya lumayan...terasa jauh. walau dapat kembalian+ tip lumayan bisa buat beli susu n Madu dan sedikit buah buat Oma, belahan jiwa Opa.
Opa harus ekstra hati-hati sepanjang jalan basah karena rintik hujan.
Pas sampai di bibir kota, tepatnya Ayani Utara pertigaan Darmasaba. Opa minggir di samping pom bensin. melepas mantel, karena Denpasar cuman mendung tipis tidak merata.
Seperti biasa, Opa meneguk kopi simpan di botol kecil, bekas kemasan madu. kemudian menyalakan rokok yang tinggal sebatang.
Bertepatan dengan Opa membuang puntung yang masih setengah. Seorang wanita berlari kecil serta berteriak, Katanya :
"Pak antar saya ke kantor polisi terdekat, saya mau dianiaya sama mantan saya.. ".
Tanpa menjawab, Opa langsung tancap gas.
Beberapa saat kemudian mbaknya berkata :
" Gak usah ngebut pak, saya cuman gertak mantan saya biar gak ngejar.. O.. iya carikan penginapan jangan terlalu mahal yg penting bersih, soalnya besok pagi saya mau balik ke jawa, biar dia gak cari saya lagi.. biarin dah, sepeda motorku dimakan dia.. saya gak butuh".Kayanya dengan emosi
Opa cuman mendengar, karena pikiran Opa lagi fokus mencari dimana hotel sesuai permintaannya.
"O .. iya... mampir BCA dulu krn saya gak bawa uang cash.. sekalian mampir ke warung.. soalnya seharian belum makan".
Singkat cerita:
Mampir di RM Padang.
Sebenarnya sih Opa diajak makan juga, diminta nemenin dia ngobrol, tapi Opa berusaha menolak secara halus.
Seperempat jam kemudian, langsung Opa antar di penginapan.
"Terimakasih pak, sudah nganter saya muter-muter n nyariin penginapan juga". Katanya, sambil nyodorin lembaran merah.
Opa langsung bergegas ambil uang untuk kembaliannya.
__ADS_1
" Gak usah dah pak ambil saja buat bapaknya"
"Ini terlalu banyak mbak, 50 AjjjjjjjA. sudah lebih kok. lagian mengantarnya deket. ".
Setelah Opa berusaha untuk meyakinkan, akhirnya dia menerima kembalian dari Opa.
Untuk ke dua kalinya Opa dapet offline seperti ini..
bedanya beberapa tahun yang lalu malah berlanjut, beberapa hari kemudian, nganter sampai ke Gilimanuk. ongkosnya.. heeeeeem dweeeeh, waktu itu.
Mumpung Opa belum terlena dengan Kekasih lama yg membuat Opa lupa mandi
Mending pencet² hape mengenang kebaikan CS yg pernah menunjang dapur Opa tetap ngepul, melalui tip yg mereka berikan baik sebagai bentuk apresiasi atas kepuasan pelayanan Opa sebagai ojol, maupun bentuk kepeduliannya, setelah melihat keberadaan Opa sebagai driver tua yg patut dikasihani.
Mungkin banyak yg tanya, knp setiap postingan Opa kok gak jauh² dari tiping. bahkan terkesan halu. ( apa otu halu, Opa sendiri gak ngerti ) ??.
Jawabnya sederhana sih..!!!, ini adalah salah satu bentuk ucapan terimakasih Opa pada mereka yg telah peduli, saat Opa menjalankan tugas sebagai ojol, bukan melulu pamer tip gede dr cs.
Sekaligus mengenang kebaikan mereka semua, melalui tulisan yg bisa dibaca setiap saat.
Memang masing² driver punya cara untuk mengekpresikan kegembiraan mrk saat kebaikan CS, berpihak padanya.
Okay... Opa lanjut.
Kali ini Opa posting tentang 2 CS baik hati yang Opa temui dalam 2 hari ini.
Dapet bokongan alias goride seperti biasa, minimal jemput 3km an..nganter lumayan jauh sih. Sesampai di titik jemput :
"Pak, nganter jauh sesuai aplikasi ya..!!... gak apakan ?!" Tanya CS sedikit sungkan.
Opa menjawab singkat sambil nyebar senyuman termanis Opa.
"Siaaap ndan..!".
"Tapi mau gak nunggu sebentar, terus baliknya, saya minta tolong dianter kesini lagi ?!". Katanya sambil meringis, sedikit sungkan.
"Ooooooooooooo, tambah siap bingit..hehehehehehhhe..."
Jawab Opa dambil memberikan Helm yang 5 tahun lalu pernah baru.
"Wah kalau begitu saya cancel saja, biar bapaknya gak kepotong aplikasi. 20%... lumayan kal PP .. bisa pake beli bensin dan ngopi..!!" Kata CS bersemangat.
"Waduh maaf, saya kan saat mendapat order ini lewat aplikasi... jadi wajar kalau kepotong. Kecuali saya dapat pas di jalan kebetulan mencegat". Jawab Opa. kemudian Opa lanjutkan.
"Nah.. nanti baliknya baru Saya antar tanpa aplikasi'
"Okey deech.. terserah bapak saja.. tapi gak udah kenceng-kenceng ya pak.. atau maaf, saya yang bonceng bapak.. kasian sudah sepuh jam segini masih di jalan.. ini ongkosnya tak kasih sekalian ya.. kanggoin cuman lebih dikit hehehe ... "
Saat dijalan banyak pertanyaan yang diajukan. kok jam segini masih belum pulang, pendapatan sehari sampai berapa, punya anak berapa.. tinggal dimana.. dan seterusnya seterusnya seterusnya.....
Untuk menghindari agar CS gak semakin "kepo" Opa alihkan pembicaraan. Rupanya penumpang Opa yang satu ini masih penasaran, jadinya setiap pertanyaan yang diajukan mirip kayak petugas sensus.
Belum seperempat perjalanan, tiba-tiba, dia minggir karena bertemu dengan sahabatnya dan berbincang sebentar lalu dia bilang sama Opa.
"Maaf pak, saya bareng dia saja Makasih sudah berkesempatan bonceng driver ojol.. hahhahaha"...
" Makasih boss.. " Teriak Opa.
Lumayan.... belum perjalanan belum sampai tujuan, tapi dapat ongkos PP.
Sering-sering dapat cs seperti ini kan enak. wkwkkwkkwk.
Beda lagi dg cs yg satu ini. Pengalaman seperti ini pasti sering dialami temen² sesama ojol.
Pertama dpt orderan food, jemput 5km... nganter jarak hampir sama ongkir 16,2K.
Pesan Sate ayam cuman sebungkus.
Ditengah perjalanan CS minta tambah sebungkus lagi dan minta dibungkus sendiri.
Lumayan titik anter pas sesuai map dan CSnya pun sudah nunggu di depan pintu.
"Selamat malam mbak, ini saya nganter pesanan atas nama "ANU"..".
Dg ramah dia menjawab:
"Ya, saya sendiri.. pesanan yg nyusul tadi buat bapak... dan ini uangnya.. kembaliannya buat bapak. yg tadi sudah bayar pake gopay kan ?"
Kayaknya CS tau AjjjjjjjjjjjjA, kalau seharian Opa memang belum makan, sepertinya dia tau juga kalau bensin sepeda motor Opa waktunya ngisi.
Buktinya Opa dikasih tips pas buat beli bensin + sate ayam sebungkus.
__ADS_1