Buku Harian Si Ojol Tua

Buku Harian Si Ojol Tua
Bag. 15


__ADS_3

Cerita yg terlewati


Sambil nunggu orderan selesai dibuatin


Malam itu Opa duduk dipinggiran jalan masuk rumah dan sedikit sandar daun puintu, menikmati segelas kopi hangat sehabis kehujanan saat ngebid.


Seperti biasa, hp ditangan, pikiran langsung mencari sisi menarik sepanjang menyelesaikan order costumer, lalu menuangkan dlm bentuk cerita untuk diunggah di beberapa komunitas.


Tak terlalu sulit untuk menemukan kisahnya, karena emang baru dan masih segar dalam ingatan, sehingga  antara angan dan jempol saling bekerja sama, otak mengingatkan kisah menarik dan jempol mengekspresikan, menari di layar hp pintar.


Saking asiknya sampai gak denger orderan masuk.  Ditengah keasikan jempol menari, baru nyadar saat bunyi dering telepon


"Hallo pak posisi dimana ?!". Tanya dia dengan nada serius.


"Pak mau anter ke rumah sakit anu ". Tambahnya.


Sebagai Ojol rasa opang yang anti tolak dan cansel order, tanpa basa basi Opa jawab :


" Aaaasiiiiip !!! "


Walau penjemputan cukup jauh  keadaan sedang hujan.


Ternyata dia minta antar ke tempat tinggalnya, karena selama cuti seminggu dia gak pulang dan lancong ke saudaranya.


Singkat cerita.


Opa mengantar ke tempat tinggalnya dan saat itu hujan sungguh menggila ditambah terpaan angin ****** yang kian urakan tanpa peduli.


Pontang panting dedaunan yang menempel di ranting menari tanpa irama jelas, guguran daun yang tak tahan dgn ulah anginpun berjatuhan bersama derasnya hujan.


Sesampainya ditujuan, Opa basah kuyup sampai ke kedalaman, namun di tempat tujuan ternyata baru ada tanda tanda akan turunnya hujan.


Sepulangnya antar, Opa  berhenti di tempat agak gelap dan memeras celana serta baju yang Opa kenakan.


Usai memeras semua, Opa kenakan kembali dan langsung ngacir, berharap segera sampai di rumah.


Namun rejeki kadang gak bisa dikejar atau sebaliknya, jika datang  sebisanya jangan sampai terlepas, begitulah kata nenek buyut dari kakek buyutnya Opa.


Saat Opa berhenti dan ingin menyalakan sebatang rokok, tiba-tiba seorang pemuda keluar dr gang, lalu menghampiri Opa, katanya :


"Maaf, tak liat dari aromanya, bapak ini tukang ojek ya...mau antar saya ke bandara pak..?!". Sambil menyodorkan 3 lembar uang warna biru bergambar Pahlawan,  Ir, H, Djuanda Karta widjaya.


"Maaf mas, tapi saya basah niich habis kehujanan..". Kata Opa.


"Aaaaaah... gak apa memang musim hujan pak, gak usah terlalu ngebut, yang penting cepat sampai ". Kelakarnya sambil ketawa.


Selama perjalanan dia mengajak bicara dan banyak cerita. Karena Opa sudah menggigil kedinginan, jadi Opa gak bisa fokus pada pembicaraan.


Beruntung, selama perjalanan ke Bandara, hujan seakan berusaha menahan diri untuk tidak berjatuhan.


Saat Opa kembali ke rumah pas di Dewa Ruci, rupanya hujan kembali mengguyur tanpa ampun, sampai Opa gak bisa melihat jalan...


Yang ada dalam pikiran Opa hanya kata "TERIMAKASIH TUHAN, ENGKAU BERI REJEKI disaat benar tak terbayangkan.

__ADS_1


Seandainya Opa bisa mendengar suara Tuhan, mungkin Dia berkata :


" Ini rejeki buat Istrimu besok ke Rumah Sakit, bukankah harus naik taxi.. Pulang-pergi, karena kondisinya lemah?".


 


Setelah muter-muter beberapa menit dan telpon entah berapa kali akhirnya, rumah customer ketemu juga. Biasa titik jemput dan alamat tidak sama.


"Aduh maaf ya pak, says sudah merepotkan. Memang di map alamat ini gak ada, jado terpaksa saya pake titik yg ada. oooo iya silahkan masuk dulu pak. ini masih hujan deras, biar hujannya redah dahulu. Soalnya saya takut nanti anak saya flu dan pusing kena air hujan".


Kata costumer.


Tak banyak kata yg terumbar, krn memang Opa basah, walau sudah pake mantel.


"Padahal td terang benderang,  ini lho, anak saya nangis minta  beli makanan kesukaannya tspi kok tiba² hujan deras begini ya..".


"Kenapa gak pesan gofood AjjjjjjjA bu, jadi ibu gak repot² harus keluar rumah". Kata Opa sambil melepas  mantel.


"Itu masalahnya. pak !!!, Anak saya maunya langsung milih yg disuka, walau dibungkus dibawa pulang,  bapak mau kopi apa teh ..?!!".


Lanjutnya. Lalu dia pamit ke dapur.


"Gak usah repot² bu..".


"Aaaaah, gak apa pak, biasa saja, cuman air saja kok". Teriaknya dr dapur.


Beberapa waktu kemudian si ibu membawa kopi hangat dan kue kering yg ditempatkan di toples mungil.


Singkat cerita, krn sudah lebih dr satu jam hujan gak redah jg akhirnya si suami angkat bicara, walau matanya masih asik di layar hp.


"Sudah satu jam lebih ini, gak terang...Sudah batalkan saja orderannya, biar bapaknya bisa nyari penumpang". Dengan nada yg tidak ramah dan merasa terganggu denhan kehadiran Opa disana.


Awalnya si ibu bersikeras agar orderan gak dibatalkan, krn takut anaknya ngambek.


Dengan sedikit bentakan  si suami, dia berkata :


"Ya sudah, batalkan saja, kalo hujan kayak gini gak bakalan terang. besok saja, masih ada waktu kok !!!!"


Sesaat kemudian dia beranjak dr duduknya, lalu mengambil hp si istri. tak lama kemudian dihp Opa ada bunyi, tanda orderan dibatalkan.


Kemudian Opa pamit :


"Ya sudah, saya permisi dulu."


"Kopinya kok belum diminum pak, habisin dulu dah".


"Terimakasih, saya sudah bawa kopi kok". Kata Opa sambil mengeluarkan kopi di tas kompek.


teeeeeeeeet..teeeeet...teeeeet..tanda orderan masuk.


"ooooooo pak , hujannya sudah redah..bisa antar saya.?!.. gak jauh kok"


"Maaf bu, ini ada orderan lain masuk, jd saya gak bisa nganter ibu.. sekali lagi saya minta maaf sekaligus pamit". Kata Opa.

__ADS_1


Opa siiich inginnya dpt cs itu yg baik², ramah² dan tipingnya lumayan gede. tp itu kan keinginan Opa, faktanya jauh berbeda.


Tak selamanya indah dlm menghadapi costumer, tp jika setiap dpt cs seperti ini apakah Opa harus emosi, wah... bisa bisa, gara² ngojol Opa jadipunya penyakit darah tinggi...


Justru diperhadapkan cs seperti ini Opa diberi kesempatan belajar merealisasikan kesabaran yg Opa miliki, kira² masih adakah tersisa ?!. khususnya, malam dan dalam situasi seperti itu


_______


Sambil nunggu jam Nganter Ayam potong Punya warung Soto Pak Haji.


( Pelanggan tetap )


Opa mo posting salah satu  dari 10 besar. Costumer yg paling berkesan di hati Opa.


Anak SOLEH


Habis nganter gosend ke Ubud, nyambung arah pulang, ke Mambal, lanjut Ubung.


Sesampai di Ubung dpt goride nganter NAH..!!!, paling demen, Paling Opa dambakan dan harapkan itu seperti hari ini niiiiich.


Sesampai di Ubung dpt goride nganter pulang sekolah anak SD kls 4. Aduuuuh ceriwisnya ampun² dah, Opa sampai sulit bedain dia itu cewek ato cowok.


"Kakek sudah lama jadi tukang ojek..?!, kira² sehari penghasilannya berapa..?!, Jam berapa kakek mulai kerja, terus apa gak capek jam segini belum rehat. Kakek sudah makan belum..?!".


"Heeeeeeeeeeeeemmmmm, Kakek harus menjawab yg mana dulu. Panjang banget pertanyaannya..?!!". Dia tertawa ngakak.


"Ya sudahlah kek, gak usah dijawab, kasihan nanti kakek tambah capek. Pelan² saja gak usah keburu², lagian kan saya sudah pulang"


Sesampainya ditujuan.


"Terimakasih banget ya, kakek sudah mengantar saya dengan selamat. ini minuman buat kakek dan ini ongkosnya, kembaliannya buat kakek".


( Nominal tak penting untuk dibahas khusus dr bocil satu ini )


"Terimakasih sayang, tapi kakek gak bisa menerima lebih dr ongkos yg seharusnya".


Jawab Opa.


"Eeeeeeeeeee, kakek gak boleh menolah rejeki yg saya beri. Berdosa lho. Kata Bunda, saya harus banyak² sedekah, banyak peduli dan memberi, krn Alloh akan memberikan pahala. Terlebih kepada lansia kayak kakek.


Sudah tua, tspi masih semangat mencari nafkah buat keluarga.... bla bla blaaaaaa.. ".


Aduh.. lha kok Opa malah diceramahin sama anak kecil...


"Ya sudah, Opa terima minumannya AjjjjjjjA dweh "


Tak lama kemudian, ibu si bocah keluar dan berkata:


"Ambil saja pak, saya memang mengajarkan kepada anak² saya untuk selalu peduli. oooo iya, mampir dulu ke rumah, kebetulan kami lagi makan siang".


"Terimakasih bu, mungkin lain waktu kalo dpt nganter kesini pasti saya mampir.


"

__ADS_1


__ADS_2