Buku Harian Si Ojol Tua

Buku Harian Si Ojol Tua
Bag. 2


__ADS_3

Hiburan buat Oma untuk nylimorke ati alias menghibur diri diwaktu-waktu senggang. adalah menanam bunga. Walau gak punya lahan. Minimal dapet nanem di pot.pot kecil. Ada beberapa tanaman yang menghias di tangga jalan masuk kerumah, terawat indah dan selalu berbunga, sepertinya mencerminkan hati pemelihanya.


Bunga gantung yang biasanya gak pernah sepi berbunga seperti . Tanaman gantung hoya carnosa disebut juga sebagai *tanaman tali Hindu* karena daunnya yang berlilit menyerupai tali. Ini adalah salah satu tanaman kesayangan Oma Jenis ini unik karena kelopak daun yang melengkung, tebal, dan bertekstur licin seperti lilin.


Selain itu, tanaman ini memiliki bunga berbentuk seperti bintang yang beraroma seperti cokelat.  Jenis hoya sangat mudah untuk dirawat terutama di Indonesia dengan suhu temperatur yang panas dan lembap. Untuk pertumbuhan yang maksimal, Oma meletakkan tanaman di tempat terang secara tidak langsung. yg penting tanah tumbuhan ini selalu lembap, tapi air tergenang.



Namun tidak, terkhusus dalam beberapa bulan terakhir ini. Seakan ikut merasakan derita tuannya. Mawar tak lagi membanggakan kelopak-kelopak bunganya. Malas tak bergairah.


Seakan² hidup enggan, matipun tak mau.


Bunga kertas, yang biasanya bangga dengan warna bunganya yang cerah ceria berwana- warni., hingga tak nampak daunnya, ikut juga tinggal batang dan rating² dengan beberapa helai daun kecil.


Dan berbagai jenis bunga taman, hampir semua gak ada yang segar dipandang. Termasuk Bunga cleosia jengger Ayam. Merah darah, pink dan kuning.


"Yank.. tak tinggal sakit... semua kayak males untuk hidup, padahal sering tak siram kan ?! "


"Besok coba tak belikan pupuk bunga.. ". Jawab Opa.


Duduk di tangga jalan masuk rumah, menikmati segarnya mentari pagi. Sambil mengelus-elus bunga-bunga kesayangan, satu persatu.


" Kenapa tho, ...?.. kok kamu gak ada yang mau berbunga..?! " Tanya Oma pada semua tanaman bunga kesukaannya.


Walau membisu.. tapi seakan semua serentak berkata :" kami ikut sedih merasakan penderitaan Oma "....


" Yank, tolong ambilin air, tak sirame bunga - bunga ini".


Seember air, Opa siapin.


" O..alah. nduk.. nduk..mumpung aku libur gak ke Rumah Sakit, kamu tak siram yo.. jangan mati, cepat berbunga.. biar gak kayak aku.. ". Katanya pada setiap tanaman yang disiramnya. Sambil menahan sakit Oma perlahan menyiram dengan penuh kasih sayang.


Sesekali berhenti,, saat rasa nyeri mulai nakal menggoda. Saat tertentu ia berusaha menahan rasa itu. Hingga keringat dingin membasahi rautnya yang kian nampak keriputnya.


"itu pohon jambunya, berbuah terus, walau setiap baru gede sudah di sikat anak-anak yang main". Kata Opa sedikit mencuri perhatian Oma yang lagi menahan sakit itu.


________


Malam mulai merambat seiring rehatnya mentari di uduk barat. Perlahan namun pasti.


Angin malam mulai menunjukkan jatidirinya walau sedikit malu-malu. Hening, sunyi, sepi menguasai hari.


Rintihan pilu Oma terdengar tajam. Walau lirih. Namun kian kentara memecahkan sunyi, sesekali batuk menggigil, setiap saat, setiap detik. Membuat merinding siapa saja yang mendengar.


Saat-saat tertentu dia menangis tiada mampu metahan, karena nyeri yang berkepanjangan akibat dari kanker yang telah menjalar dibeberapa bagian organ tubuhnya.


"Yank.. waktunya minum obat, tapi maem dikit ya tayank, biar perutnya ada isi".


Setiap kali Opa harus merayunya agar Oma mau makan.


"Inget pa, hari ini waktunya beli obat, ini cuman cukup buat malam ini. Dan jangan lupa nanti kalau liat daun sirsak di jalan petik secukupnya ajjjjjjja". Pesan Oma.


"Okey... Tayank..Mama pengen apa hari ini..?". Tanya Opa


"Pengen sembuh...". Jawabnya sambil tersenyum kecut, karena menahan rasa sakit itu.


Sebenarnya sudah cukup lama, Oma menderita penyakit kanker mulut rahim ini, hanya saja selama Terakhir- terakhir itu , rasa nyeri diperut bagian bawah hingga terasa tembus sampai ke belakang, terus menerus sepanjang hari tiada pernah berhenti, akibat dari kanker mulut rahim yang dideritanya.


Saat mulai seperti itu Opa hanya mampu menemaninya, tanpa bisa berbuat apa.


Dokter kandungan pernah bilang kalau Oma terkena Kanker mulut rahim, dokter menyarankan untuk memeriksakan Kami gak berani membawanya ke rumah sakit untuk memastikan penyakit yang dideritanya, karena banyak hal.


Berbagai tanaman herbal dan obat penghilang nyeri adalah alternatif yang bisa kami lakukan, minimal mengurangi rasa sakit. syukur-syukur bisa menyembuhkan, tanpa harus berurusan dengan dokter, seperti orang-orang berduit.

__ADS_1


Kalaupun sudah mulai gak kuat menahan rasa nyeri yang berkepanjangan, dia langsung masuk kamar.


Pernah suatu ketika Oma sudah merasa gak mampu lagi menahan nyeri yang berkepanjangan hingga beberapa hari lamanya tanpa putus-putusnya, Oma sudah hampir putus asa, sedangkan Opa gak tau lagi harus berbuat apa.


"Tuhan... aku sudah gak kuat lagi... seandainyapun Engkau memanggil hamba-Mu ini aku siap Tuhan... aku sudah gak sanggup lagi menahan rasa nyeri yang berkepanjangan septi ini...".


Rintihan dalam setiap doa dalam beberapa hari saat itu.


"Jujur, kalau Tuhan panggil, Papa rela kok, bukan papa bosan mendengar keluahan Mama, atau bosan merawat dan mendampingi Mama..... tapi papa gak sanggup melihat Mama menderita seperti ini..."


Opa lupa, kalau kedua kedua cucu Opa ada di rumah. Mungkin mereka mendengar semua apa yang kami bicarakan.


Cucu Opa yg paling kecil cowok, baru duduk di bangku SD kls 3, namanya Darell, dan dia memang sangat lengket dan sayang banget sama Utinya ( begitulah dia memanggil neneknya ).


Rupanya dia mengerti apa yang kami bicarakan.


Sore itu, menangis dan kian menjadi, sampai dia gak mampu untuk menghentikan tangisnya yg kian histeris.


"Utiiiiiii.... heeeeeeeeeeeee.... Utiii......, "


Karena penasaran, akhirnya, Oma menghampiri dia.


"Kenapa...?... .. Ngapain kamu nangis...."


Berkali-kali Oma tanya, namun tak dijawab, melainkan tangisnya kian menjadi hingga sesenggukan serta semakin histeris.


Oma semakin bingung, gak ngerti kenapa si Darell nangis kayak gitu, tanpa tau sebabnya.


"Kak.. kenapa Darell nangis sampai kayak begini, kamu apain adikmu...?". Tanya Oma kepada kakaknya.


"Lho.. ya gak tau thi..., kakak gak ngapa-ngapain dia kok..". Jawab kakaknya heran.


Entah sudah berapa lama, akhirnya, Darell bisa bicara, katanya :


Tak lama kemudian nangis lagi dan nangis... lagi dan lagi... ... tanpa mampu dia tahan.


Rupanya, dia mendengar dan mengerti dengan apa yang Opa katakan, yaitu tentang kerelaan Opa jika saja Tuhan memanggil Oma kembali kepangkuan-Nya, daripada menderita dengan menahan rasa nyeri sepanjang hari, tanpa mampu berbuat apa-apa.


Sejak kejadian itu, si Darell semakin perhatian sama Uthinya. Setiap kali waktunya minum obat, dia yg mengingatkan, mengambilkan obat beserta air putih


Dia baru tidur malam jam 12. setelah mengambilkan obat. Setiap malam selalu tidur di samping Uthinya, dengan alasan menjaga Uthi.


Kalau dilihat Uthinya kesakitan, dielusnya bagian perut, hingga bukan uthinya terlelap melainkan dia yang ketiduran. yang jelas dia sungguh sangat perhatian banget.


 


Malam itu sebenarnya Opa libur dan pengen nemenin Oma, yah mnimal ada temen yang diajak curhat. Tapi gak mungkin lah,,, Karena kebutuhan mendesak masih terus memaksa untuk ada buat berbagai kebutuhan terutama kebutuhan biar Oma.


Saat buka aplikasi, dapet godood.. sampai diperjalanan menuju resto ternyata orderan dibatalkan.


Dicancel customer, untuk saat ini berdampak untuk orderan berikutnya, tak peduli siapa yang salah. artinya orderan berikutnya akan lebih sulit masuk.


Lebih dari 2 jam menunggu usai dicancel, hp baru bunyi "teeeeeeeeeeeeet"


nyantol orderan gofood sushi on the street. Resto ini cukup terkenal di kota tempat Opa tinggal, pengunjungnya lumayan ramai. Gojek, Grap ngantri banyak, jadi gak heran kalau dapat disini pasti nunggu minimal 30 mnt, terlebih tanggal muda seperti sekarang ini.


Ngobrol sesama driver saat nunggu di resto, bukan pemandangan yg baru, tapi kali ini pada membisu, krn para driver sibuk main hp mrk masing².


Bersyukur, mendapat CS yg baik hati, dia memberikan tip usai antar.


Seperti biasa, Usai pickup Opa langsung pulang, menunggu orderan masuk dari rumah sembari menemani Oma.


"Jam berapa ini..? "

__ADS_1


"Masih belum jam 12, ... kenapa.?! "


"Bising banget !!!, kepala rasanya mau pecah !!!


"Sebentar lagi juga mereka selesai....!! "


Di kampung kami memang ada yang punya grup dandut dan kebelutan tepat di depan rumah, jaraknya hanya berbatasan dengan jalan.


Seminggu sekali, bahkan terkadang kalau mau pentas bisa dua hari sekali. Suaranya Memang kenceng mirip kalak kalau pentas.


Satu lagu bisa diulang sampai 10x, maklum latihan, jadi satu lagu diulang-ulang sampai dirasa sempurna dan pas seperti yang diinginkan sang pemimpin grup.


Dan celakanya, setiap kali latihan selalu di atas jam 9 malem dan berakhir bisa jam 1 malem.


Tetangga kiri- kanan memang gak ada yg pernah protes, masalahnya selah satu dari keluarga itu adalah pemain, atau para artis dangdut grup itu.


"Yank... tolong matikan alat terapinya, punggungku dah terasa panas banget ".


" Dikecilin saja ya... hem.. kok sampai 60 ?.. Yo mesti ae panas...!!!. stelan jangan lebih dari 30 tho tayaaaaaank !! "


"Tadi yang tak suruh pasang Darell, mungkin gak dilihat, langsung ditancapkan ke colokan listrik"...


" o.. iya lupa, di sepeda tadi ada McD dapet dari costumer.. "


"censelan.. "


"gak... "


"ooooo... tak kirain... "


"gak... cotumer kayaknya sengaja pesan dua. Ternyata yang satu buat Papa. mangkanya kok tumben-tumben di McD kok dapet 2 tas".


" ndok... ambilkan tas di sepeda motor kakung. bawa sini... ". telepon Oma ke cucunya.


Sesaat kemudian.


" asiiiiiik, kakung borong McD ya kung..? ".


" Nggak, itu dikasih sama costumer yang baik hati dan tidak sombong.. ".


" Itu pasti penggemar postingan kakung difb ya ?! ".


" Kayaknya bukan juga.. "


"Ya sudah Uti, ambil satu.. sisanya buat kakak dan adik ". Kata Oma.


" Makasih.... ". Sambil bergegas pergi.


Tak lama kemudian.


" Heeeeem, cuman kakak sama adik ajjjjjja yang dikasih.. bagian ku manaaa..? ". Kata Mamanya anak-anak, yaitu Renny anak pertama kami, yang selalu. nganter dan ngurusin segala sesuatu yang berhubungan dengan Rumah Sakit, dan kontrol Oma.


" Wong tadi itu dikasih sama costumer cantik, imut, baik hati dan tidak sombong.. ". Jawab Opa.


" Ambil itu, kalo mau, aku sama Papamu gak bakal habis... ". Kata Oma.


" Gak Ma.. buat Mama saja, biar cepat ndut, cepat pulih kayak dulu... tadi aku cuman bercanda kok". Berhenti sejenak lalu..


"o.... iya besok berangkat agak siangan biar Mama gak terlalu lama nunggu disana... aku tak berangkat ke sana dulu... ntar kalau sudah deket nomer antriannya tak telpon, Mama biar dianter Yezky kesana".


Bersyukur Kami sekeluarga kompak dalam merawat dan memperhatikan selama Oma sakit.


Bukan cuma itu, keluarga besar kami semua bahu membahu, saling mensuport, walau berjauhan. Termasuk Komunitas ojol juga.

__ADS_1


__ADS_2