
Beberapa bulan ini perasaan ingin menggoreskan imajinasi yang ada, di atas kanvas sudah tak terbendung lagi. Opa harus meluluhkan hati Oma, untuk mendapat izin melukis. Pasalnya kalau Opa sudah terlena dalam dunia corat-coret pasti yang lain terabaikan.
Bukan sampai disitu saja, ruangan jadi belepotan dengan warna, bahkan gak ada satupun pakaian yang terbebas dari cat warna. itu alasan mendasar kenapa10 tahun terakhir ini sulit mendapatkan izin darinya.
Kalau menceritakan masa lalu.. beda kasusnya.
Dulu sih, tempat luas, halaman luas, ada studio, gudang tempat perlengkapan. Mau ngelukis setiap saat, gak bakal menggangu aktifitas yang lain. lha sekarang hem.. gak bisa diomongin.
Bersyukur, untuk kali ini sangat berbeda.
"Nah.. begini Pipi seneng ngeliatnya, seger ceria berseri-seri. Tetep Semangat ya tayank.. inget rasa sakit yang Mimi alami itu bukan merupakan pertanda bahwa penyakitnya bertambah parah, melainkan sebuah proses kesembuhan... yang sedang berlangsung. " Kata Opa perlahan sambil mengelus-elus botaknya, karena rontok akibat kemoterapi.
Sesekali Opa mencium kening dan pipinya yang mulai keriput.
"Coba inget kaki mama yang tersiram air panas. Waktu mau sembuh, kering..apa yang Mama rasakan?!. Sakit, gatal kalau gak digaruk terasa nyeri, bahkan cenat cenut kan. .. nah apalagi penyakit kanker yang didalam perut !!, kalau mau sembuh rasanya gak terkatakan dah".
Oma hanya tersenyum tipis, sedikit manis, ibarat sisa gula yang menempel di toples kosong bekas tempat gula, terus dikoretin.
Ooo iya lupa. Opa itu kalau panggil permaisuri , kadang Mama, Mimi, Ayank, yayank itu seenaknya. Maklum sudah kaki n nini.. jadi gak harus mesra kayak dulu.
"Yank. kok tiba-tiba pengen nglukis lagi ya.. ".
" heeeem... "
Sebenarnya sih Opa sudah sering menyinggung keinginan untuk melukis kembali. tapi selalu kandas.. kandas.. dan. kandas..
Namun untuk kali ini, Opa hanya mengatakan sepatah dua kata. dan rupanya ada Signal bakal dapat izin sekaligus dapat restu.
Saat Opa didepan kanvas, asik membuat lukisan bernuansa pedesaan, yaitu aktifitas anak-anak bermain air sambil memandikan lembu, kerbau.
"Pa, sudah jam 23.00. Gak ngebid tho, kalau dirasa kurang fit mending gak usah keluar. Minum obat terus bobok". Kata Oma lirih.
Semenjak Oma sakit 2 tahun terakhir ini, bukan tenaga saja yang terkuras, namun kondisi Oma yang kurang stabil itu membuat pikiran. Apalagi kalau rasa nyeri mulai tanpa ampun singgah di sekujur tubuh akibat penyakit yang dideritanya mulai menyerang.
Ntar ya Guys.. Opa nina boboin Oma dulu, biar banyak istirahat, supaya cepet pulih dan bisa beraktifitas kembali seperti kondisi 2 thn yang silam.
Sejak Oma sakit, sebagian waktu, Opa habisin untuk merawatnya, walau ketiga anak Opa terlibat juga.
Kesabaran, ketelatenan, perhatian serta kasih sayang Opa, kiranya menunjang percepatan pemulihan Oma.
Ntar kalo Oma sudah bobo, baru giliran jempol Opa yang menari di atas layar hape.
Malem minggu.. e.. tepatnya minggu dini hari kemarin, lumayan sepi driver... Mungkin seharian kemarin orderan melimpah, sehingga para driver pada dapet penghasilan melebihi target.
Jadi gak heran pada dimanja sama Mama yang di rumah.
Buka aplikasi, 23.40...selesai vermuk langsung teeeeeet.....
Garusnya Opa dapet Mcd nganter villa Caprecia Taro. dari pasar Tegalalang masih masik lagi kurang lebih 12km.
Jalannya naik turun penuh tikungan tajam, mgelewati pepohonan rindang dan sawah-Sawah.
Heem.. gelap cuman penerangan dari bias cahaya langit dan redupnya lampu sepeda motor Opa.
__ADS_1
Baliknya lumayan...terasa jauh. walau dapet kembalian+ tip lumayan bisa buat beli susu, madu dan sedikit buah buat Oma, belahan jiwa Opa.
Opa harus extra hati-hati, sepanjang jalan basah karena rintik hujan.
Pas sampai di bibir kota, tepatnya Ayani Utara pertigaan Darmasaba. Opa minggir di samping pom bensin. melepas mantel, karena Denpasar cuman mendung tipis tidak merata.
Seperti biasa, Opa meneguk kopi simpan dibotol kecil, bekas kemasan madu. kemudian menyalakan rokok yang tinggal sebatang.
Bertepatan dengan Opa membuang puntung yangg masih setengah. Seorang wanita berlari kecil serta berteriak, Kataanya :
"Pak anter saya ke kantor polisi terdekat, saya mau dianiaya sama mantan saya.. ".
Tanpa menjawab, Opa langsung tancap gas.
Beberapa saat kemudian mbaknya berkata :
" Gak usah ngebut pak, saya cuman gertak mantan saya biar gak ngejar.. O.. iya carikan penginapan jangan terlalu mahal yang penting bersih, soalnya besok pagi saya mau balik ke jawa, biar dia gak cari saya lagi.. biarin dah, sepeda motorku dimakan dia.. saya gak butuh".Kayanya dengan Emosi
Opa cuman mendengar, karena pikiran Opa lagi fokus mencari-cari dimana hotel sesuai permintaannya.
"O .. iya... mampir BCA dulu, saya gak bawa uang cash.. sekalian mampir ke warung.. soalnya seharian belum makan".
Singkat cerita:
Mampir di RM Padang.
Sebenarnya sih Opa diajak makan juga, diminta nemenin dia ngobrol, tapi Opa berusaha menolak secara halus.
Seperempat jam kemudian, langsung Opa anter di penginapan.
Opa langsung bergegas ambil uang untuk kembaliannya.
" Gak usah dah pak ambil saja buat bapaknya"
"Ini terlalu banyak mbak, 50 AjjjjjjjA. sudah lebih kok. lagian mengantarnya gak jauh"..
Setelah Opa berusaha untuk meyakinkan, akhirnya dia menerima kembalian dari Opa.
Untuk ke dua kalinya Opa dapet offline seperti ini..Bedanya beberapa tahun yang lalu malah berlanjut, beberapa hari kemudian, nganter sampai ke Gilimanuk. ongkosnya.. heeeeeem dweeeeh, waktu itu.
Mumpung Opa belum terlena dengan Kekasih lama yang membuat Opa lupa mandi
Mending pencet- pencet hape mengenang kebaikan CS yang pernah menunjang dapur Opa tetap ngepul, melalui tip yang mereka berikan baik sebagai bentuk apresiasi atas kepuasan pelayanan Opa sebagai ojol, maupun bentuk kepeduliannya, setelah melihat keberadaan Opa sebagai driver tua yang patut dikasihani.
Banyak yang tanya, kena setiap postingan Opa kok gak jauh dari tiping. bahkan terkesan halu.
Jawabnya sederhana sih..!!!, ini adalah salah satu bentuk ucapan terimakasih Opa pada mereka yang telah peduli, saat Opa menjalankan tugas sebagai ojol, jadi bukan bermaksud pamer tip gede .
Sekaligus mengenang kebaikan mereka semua, melalui tulisan yang bisa dibaca setiap saat.
Memang masing-masing driver punya cara untuk mengekpresikan kegembiraan mereka saat kebaikan CS, berpihak padanya.
Okay... Opa lanjut.
Kali ini Opa cerita tentang 2 CS baik hati yang Opa temui dalam 2 hari ini.
__ADS_1
Dapet bokongan alias goride seperti biasa, minimal jemput 3km an, nganter lumayan jauh sih. Sesampai di titik jemput :
"Pak, nganter jauh sesuai aplikasi ya..!!... gak apakan ?!" Tanya CS sedikit sungkan.
Opa menjawab singkat sambil nyebar senyuman termanis Opa ( walau gak terlalu kentara, karena Opa pake masker. )..
"Siaaap ndan..!".
"Mau gak nunggu sebentar, terus baliknya, saya minta tolong dianter kesini lagi ?!". Katanya sambil meringis, sedikit sungkan.
"Ooooooooooooo, tambah siap bingit..hehehehehehhhe..."
Jawab Opa dambil memberikan Helm yang 5 tahun lalu pernah baru.
"Wah kalau begitu saya cancel saja, biar bapaknya gak kepotong aplikasi yang katanya 20%... lumayan kan PP .. bisa pake beli bensin dan ngopi..!!". Kata CS bersemangat.
"Waduh maaf, saya kan saat mendapat order ini lewat aplikasi... jadi wajar kalau kepotong. Kecuali saya dapet pas di jalan kebetulan nyegat.. baru itu wajar". Jawab Opa. kemudian Opa lanjutkan.
"Nah.. nanti baliknya baru Saya antar tanpa aplikasi'
"Okey deech.. terserah bapak saja.. gak udah kenceng-kenceng ya pak.. atau maaf, saya yang bonceng bapak.. kasian sudah sepuh jam segini masih di jalan.. sekalian ini ongkosnya tak kasih sekalian ya.. kanggoin cuman lebih dikit hehehe ... "
Saat dijalan banyak pertanyaan yang diajukan, kok jam segini masih belum pulang, pendapatan sehari sampai berapa, punya anak berapa.. tinggal dimana.. dst.. dst. dst.....
Untuk menghindari agar CS gak semakin "kepo" Opa alihkan pembicaraan, rupanya penumpang Opa yang satu ini masih penasaran, jadinya setiap pertanyaan yang diajukan mirip kayak petugas sensus.
Tiba-tiba belum seperempat perjalanan, dia minggir karena bertemu dengan sahabatnya dan berbincang sebentar lalu dia bilang sama Opa.
"Maaf pak, saya bareng dia saja Makasih sudah berkesempatan bonceng driver ojol.. hahhahaha"...
" Makasih boss.. " Teriak Opa.
Lumayan.... belum seperempat perjalanan dapat ongkos PP.
Sering-sering dapat cs seperti ini kan enak. wkwkkwkkwk.
Beda lagi dengan cs yang satu ini. Pengalaman seperti ini pasti sering dialami temen-temen sesama ojol.
Pertama dapat orderan food, jemput 5km... nganter jarak hampir sama ongkir 16,2K.
Pesan Sate ayam cuman sebungkus.
Ditengah perjalanan CS minta tambah sebungkus lagi dan minta dibungkus sendiri.
Lumayan titik antar pas sesuai map dan CSnya pun sudah nunggu di depan pintu.
"Selamat malam mbak, ini saya nganter pesanan atas nama "ANU"..".
Dengan ramah dia menjawab:
"Ya, saya sendiri.. pesanan yang nyusul tadi buat bapak... dan ini uangnya.. kembaliannya buat bapak. yang pertama sudah bayar pake gopay kan ?"
Kayaknya CS tau AjjjjjjjjjjjjA, kalau seharian Opa memang belum makan, sepertinya dia tau juga kalau bensin sepeda motor Opa waktunya ngisi.
Buktinya Opa dikasih tips pas buat beli bensin full + sate ayam sebungkus.
__ADS_1