
"Hallo, bisa ambil orderan saya gaak pak. kok dari tadi gak dibales..?!!. . .bla...bla...bla..blaaaaa !". Kata cs ditlp.
"Sudah pak.. ini lagi ngantri, maaf mendung sinyalnya keseringan lelet, jd pesan saya mungkin belum kekirim.." Jawab Opa nyantai.
"Makanya, kerja itu modal !!!. pake kayak punya ai..anti lelet... atau jangan² bapaknya gak punya paket internet ya...?!". Kata cs sedikit ketus, tapi gak Opa tanggapi, dan akhirnya dimatikan juga setelah ngoceh tanpa Opa respon.
Antri di Chinese food memang gak pernah cepat, apalagi kalau yg beli sudah ngantri, ditambah lagi pesanannya lebih dari dua macem.
Usai dibuatin, kembali costumer telepon, meminta pesanannya agar tidak pakai ini dan itu, serta minta ditambahin bermacam² yg Opa sendiri mendengar permintaannya sampai gak inget, saking njlimetnya.
"Aduh, kenapa gak dari awal pak, ini sudah selesai dibuatin, tinggal nganter ke rumah bpk AjjjjjjA". Jawab Opa.
"Jiiiiiaaah..!!!, ya sudah, cepetan tak tunggu". Kata cs sedikit jengkel dan tlp langsung dimatikan.
Walau jalanan lancar, gak ada kendala, tapi perjalanan memerlukan waktu hampir setengah jam. itupun terbantu dgn titik antar yang sesuai dgn di map.
Sesampai ditujuan, cs sudah menunggu di depan dan gerbangnya sudah terbuka.
"Ya sudah pak, letakkan disitu, tolong kembali ketempat tadi, belikan menu seperti tadi, hanya tolong diinget ...bla..bla..bla.blaa.blaa..... dan bla. blaaa blaa....jangan lupa bilang saja ini pesanan saya, dia pasti sudah hafal, krn saya sudah berlangganan lama disana.".
"Wah, gak bisa begitu pak, mending saya selesaikan dulu orderan ini, lagi pula kalau sampai dideteksi sistim, saya bisa kena PM. Mendingan bapak pesan lagi, siapa tau orderan bpk nyantol ke saya ".
"Lagian dari sini ke restoran itu jauh banget lho, belum antri dan baliknya, bisa memakan waktu cukup lama pak". Kata Opa lagi.
"aaaaaaah ribet amat driver ojek satu ini...!!! Sudah... gak usah diselesaikan dulu, matikan datanya kan bereees. jarak jauh kan saya sudah tau ituuu.. Gitu saja kok diributin, nanti tak kasih ongkos lebih ".
Yaaah, Opa gak bisa nolak, bukan berarti kalah dengan kengeyelannya, tp Opa gak suka ribet AjjjjjA, toh gak setiap hari dpt cs kayak gini.
"Ya sudah terserah bapak AjjjjjjA, tp gimana kalau dicatat AjjjjjjA biar gak sampai keliru, siapa tau karyawannya jg sudah ganti, atau lupa saking banyaknya perubahan dlm satu menu.bisa kecewa untuk kedua kali kan.?!!.". Jawab Opa.
"Ya sudah tunggu sebentar, saya tulis biar gak keliru, sekaligus saya akan telepon kokinya biar langsung dibuatin, nanti bapak sampai disana tinggal ambil saja ....!!!". Katanya.
Beberapa saat kemudian . . . cs menyodorkan secarik kertas.
laaaaailllah..!!!, panjang amat itu catatan, kayak pesan puluhan menu untuk makan sekampung saja..!!!. kata Opa dlm hati.
Singkat cerita :
Sesampai di restoran, kebetulan gak antri.
"Tunggu di dalam pak, mau minum kopi apa teh, lagian itu mulai hujan lebat, santai saja, ini langganan kami satu ini memang super cerewet !!!, Kalau punya 100 saja langganan kayak dia, wah bisa darah tinggi semua karyawan disini, apalagi kalau dianya yang kesini sendiri". Kata juru masaknya
__ADS_1
Setelah pesanan selesai dibuatkan, Opa segera ngacir, walau sedikit gerimis Opa gak peduli, yang penting segera sampai ditujuan.
Sesampai di rumah cs, dia berkata :
"Semoga gak sampai salah lagi..!!, ooo iya itu yg pesan tadi buat bapak, biar sekali² makan makanan bergizi tinggi, gak makan sampa tahu tempe terus". Katanya dgn nada sangat² mengejek dan menusuk hati.
Opa hanya diam gak merespon, hanya melipat tas yang habis Opa pake untuk tempat antar masakan biar gak pake kresek.
"Itu pesanan yang tadi kan 270, yg ini jg sama.. jadi total Rp 540 + ongkos jadi....bla..bla..bla bla bla...
Setelah panjang lebar dia memerinci total semua, ternyata Opa harus mengganti orderan yang pertama.. dan cs hanya mau membayar orderan ke 2 beserta ongkosnya.
Opa berusaha menjelaskan, bahwa orderan yang pertama itu bukan kesalahan Opa, tapi cs gak mau terima.
Saat kami sedikit bersitegang, Hp opa berdering, tapi Opa abaikan, karena Opa masih harus dgn penuh kesabaran menjelaskan, bahwa Opa sama sekali tidak melakukan kesalahan, bahkan telah rugi waktu yang cukup banyak.
Disaat customer marah-masing dgn nada cukup kasar, tiba tiba, ada yang menggoyang²kan pundak Opa, katanya :
"Piiii....piiii, bangun...alarm dari tadi bunyi kok gak denger siih..?!!, lagian ini sudah jam berapa..?!!.
Heeeeeeeeeeeemmmm..ternyata kejadian ini hanya mimpi. hehehehehehehe...
_________
Heeeem.. rasanya baru kemarin mengalami proses ini.
Cara Tuhan Menolong hamba-Nya itu selalu dengan caranya yg "AJAIB".
*Apa yg tidak pernah terpikirkan, tidak dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati: semua yang disediakan Tuhan..*
Saat Opa merasa kehabisan tenaga, walau sisa-sisa semangat masih ada..namun faktanya sungguh melelahkan buat Opa, terlebih dalam situasi yang tidak menentu seperti sekarang ini.
Antri di poli ( kalau gak kenal orang dalam nomer antrian 24. hanyalah sebuah formalitas ).
faktanya yang ngantri ratusan dan tinggal beberapa gelintir orang
Beberapa kali kehabisan waktu.. kala nomer antian dapat giliran dipanggil..
terpaksa harus kembali antri besok hari..
Malam itu dapat inbox dari istri temen dari Gojek,
__ADS_1
Katanya :
" Opa, saya istrinya mas Agus, yang ngojek juga.. tapi saya bekerja di Rumah sakit "Bali m** " bagian kanker... barang kali bisa menolong istri Opa.... bla.
bla..bla....bla ... bisa minta no WA..?!".
Karena Opa jarang baca massage.. jadi terlewat hingga hari berikutnya.. dan Opa kasih nomer WA...tapi dasar Driver ojol tua yang sukanya lupa...
Sorenya kemudian.. telepon via massage katanya :
"Kok nomer WA Opa gak aktif..?!"..
eeeeee wek ewwk ewek... Opa ngasih nomer kebalik..
Singkat cerita :
Mbak Kokom istri Mas Agus Bahri dapat nomer langsung telepon
Opa ceritakan semua tentang kondisi Oma, dia bingung dan sedikit tidak percaya.
Faktanya Oma masih kelihatan masih sakit biasa, karena untuk kanker dengan " Stadium itu" biasanya sudah jadi "Kembang Amben" artinya sudah gak mungkin bisa bangun.
Dengan sedikit terharu dan meeewek terharu.. Opa berkata :
"Ya sudah, kalau ada waktu bisa ke rumah Opa"
Beberapa menit kemudian mas Agus Basri beserta istri sudah sampai di rumah
Puji syukur... masih banyak teman, sahabat, saudara yang peduli dgn keadaan Kami...
Buat kalian semua yang sudah baca postingan Opa... jangan bosan dengan curhatan Opa..
dan tetap dukung dalam doa...
Karena penyakit Kanker Oma sudah gak mungkin dioperasi lagi... jadi harus dikemo atau lazer...
tapi opsi kedua antrinya bisa berbulan-bulan jadi dokter menyarankan untuk opsi pertama.
Matur tengkiu.. kini kedua proses itu telah terlewati. Yaitu Kemoterapi 9x dan Radioterapi sebanyak ± 36x.
Karena penyebaran kanker itu sudah ke paru-paru... entah poses apa yang bakal dijalani.. Opa dan Oma tinggal pasrah.
__ADS_1