
Pas buka aplikasi jam 11 lebih dikit. dapet orderan nganter food dari McD Cokro ke ubud.. adalah dambaan Opa, kalo malem hari.
Alasan klasiknya.... Lumayan Jauh, ongkos bisa dirasakan., disamping itu tip dari costumer adalah harapan untuk penyemangat menuju tempat pengantaran.
Yaaaaaah walaupun baliknya ke Denpasar keseringan kosong.
Malam itu nampaknya, Tuhan menyiapkan rejekinya lebih, melalui orderan berikutnya.. yaitu dari Ubud nganter ke Tegalalang, tepatnya di Teras Ceking.
O iya...
Bali punya beragam objek wisata alam yang memesona selain pantai, salah satunya Tegalalang Rice Terrace atau Tegalalang Ceking Teras. Dinamakan Ceking Rice Terrace karena letaknya di dusun Ceking, Kecamatan tegalalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Di sini lah kita bisa menyaksikan pemandangan sawah berundak yang indah dan asri.
Lokasinya sendiri berada tidak jauh dari objek wisata Ubud, dapat ditempuh dengan mobil atau motor sekitar 1 hingga 1,5 jam perjalanan dari Kota Denpasar. Bila dari Ubud, hanya memakan waktu sekitar 25 sampai 40 menit saja kalo gak lagi macet.
Setiap harinya Tegalalang dikunjungi banyak wisatawan karena lokasinya yang memang strategis di pinggir jalan raya searah rute Kintamani – Ubud. Pemandangan sawah berundak-undak dan bertingkat rapi yang dibingkai jajaran pohon nyiur menjadi daya tarik wisata alam ini.
Tegalalang merupakan salah satu sawah terasering terbaik di Bali selain Jatiluwih Tabanan. Tidak hanya untuk cuci mata, kita bisa sekalian belajar tentang kehidupan para petani Bali tentang pengolahan sawah di sini.
Yang unik dari Tegalalang, kapan pun kitaa berkunjung ke sini baik ketika sawah masih dibajak, pembibitan, atau bahkan sedang panen raya, suasana pemandangan alamnya masih tetap mengagumkan.
Sudah disediakan tempat-tempat khusus untuk menyaksikan hamparan sawah di Tegalalang. Kita dapat bersantai di restoran di sekitar lokasi sambil sekadar menikmati minuman ditemani keindahan alam sawah Tegalalang yang masih asri. juga bisa langsung menyusuri pematang sawah untuk mengenal sistem irigasi atau subak, proses pengolahan padi dan sebagainya.
Karena lokasinya terletak di pinggir jalan raya utama, sehingga sarana parkir masih di bahu jalan. Dikenakan tiket masuk per orang untuk para wisatawan, belum termasuk membayar tiket parkir sepeda motor atau mobil.
Di sepanjang jalan raya di kawasan ini banyak terdapat toko-toko yang menjual souvernir untuk oleh-oleh. Pengunjung dapat menemukan aneka kerajinan patung kayu yang dibuat seniman Bali. Jadi selain untuk refreshing, berkunjung ke terasering Tegalalang juga bisa sebagai pelengkap wisata belanja.
Sayangnya Opa kemarin nganter food dari Ubud ke Teras Ceking. malem hari.. jadi hamparan sawah hanya terlihat remang-remang.
Bagi driver Ojol, nganter kemanapun okey.. karena yang dipikir bukan indahnya tujuan pengantaran, melainkan ongkos serta tipnya yang diharapkan.
Dua orderan lumayan. Balik ke Denpasar, sengaja Opa matikan aplikasi, biar gak dapet order lebih jauh lagi.
Pikiran Opa memang terbagi.. antara nyari order dan Oma yang lagi berbaring sakit. Tapi sejujurnya itu samasekali tidak membuat putus asa.
Yg ada dipikiran tulus ini, adalah:
"Bagaimana disisa hidup yang tinggal beberapa saat ini bisa membuat permaisuri Opa merasakan kasih sayang yang Opa miliki dalam merawat dia dengan sisa kasih tulus yang ada".
______
Malam menjelang pagi itu, mungkin Opa terlalu lelah. Maklum tenaga tua, tapi bersyukur masih diizinkan memiliki semangat Muda, yang pantang menyerah. .. e .. enggak kadang putus asa itu datang juga siich.
Hanya saja Tuhan selalu mengingatkan, baik melalui orang disekitar Opa maupun mengingatkan dalam hati, dan Dia memberikan kekuatan baru untuk tetap bersemangat.
Seharian merawat Oma yg gak bisa tidur akibat nyeri yang berkepanjangan.
Sedangkan asupan makanan harus tak boleh sampai perut kosong, karena tiap tiga jam sekali harus minum Obat.
Berbagai upaya Opa lakukan, yang penting bisa masuk. sehingga minum obatpun gak sampai terlambat.
Singkat cerita : Opa ketiduran, dan terbangun karena alarm bunyi tanda waktunya Oma minum obat.
Waktu menunjukkan pukul 3.10 wita.
Usai memberikan obat ke Oma, Opa langsung ambil atribut otw menjemput rejeki ....alias ngebid.
Sampai jam 6. 45 wita dikasi teeeeeet 4 x..
__ADS_1
2 goride, tapi yang satu dicancel.. padahal jemput lumayan jauh.. sampai ditujuan cs ditelpon katanya suruh nunggu sebentar.
Setelah beberapa menit .... eeeeeeee dicancel terus dpt lagi nganter ke Bandara.
CSnya lumayan tambun.. agak sedikit kekar ( mungkin fitness kali ya ). alhasil jelas motor kreditan Opa yang murah meriah itu gak mampu lari lebih dr 40-50 km/ jam lah
Sampai di tujuan Opa gak punya kembalian,.
"Begini saja !. Bagaimana besok saja bayarnya, pake gopay ?! ".
"Berarti saya bayar besok.. ?.. ah ya gak enak tho pak pak.. itu namanya hutang donk?! "
"ya Masnya isi gopay.. '
" Lha terus, gimana caranya, jam segini mo isi dimana ?! "
" Masnya tak isikan gopaynya. jg bisa.! "
"Okelah kalau gitu.. isi saldo gopay saya sebesar 200..".
" siap... ".
" Karena, bapak sabar dan baik hati... ini ongkos dan bayar uang isi gopaynya... dah gak usah kembalian... terimakasih pak".
"Sama-sama. saya juga terimakasih.. sudah dibayar lebih".
" okey.. semoga bapak dapat rejeki banyak ya pak"
"Amiiiiiiiiiiin".
Kemudian nyambung dapat gofood 2x..
Tapi Bersyukur, ngebid mulai jam 03 - jam 07 kurang dikasih 5 trip ( sama ofline alias ngopang.)
Orderan dimasa.pandemi ini benar-benar memaksa Opa untuk belajar "Bersabar" secara, terus menerus, konsisten, masif dan terstruktur... namanya manusia ada jatuh bangun..
Setiap hari ada sejuta bahan dlm hidup in untuk mengeluh, dan mungkin ada seribu bahan untuk kita bersyukur.. kita tinggal memilih yang mana.
Walau ternyata sulit !!!!, ... sesulit tetap belajar bersyukur dlm segala keadaan.
tetap saja itu pilihan mau tidak mau harus kita pilih. Atau kita biarkan keduanya berjalan bersamaan. itu manusiawi.
Hal ini nampaknya, semua orang mengalami hal seperti ini.
Opa masih inget yang dia katakan :
"Kembaliannya buat bapak, .. dan ini untuk beli ban belakang sepeda motor bapak yang sudah halus... Biar nanti kalau nanti kalau nganter saya lagi, gak takut lewat tanjakan".Katanya sambil tersenyum manis.
CS, bener-bener gak tega, melihat driver tua.. nganter jarak jauh dengan Ban RADIAL ( RA di ALus ).
Jika kena lubang sedikit AjjjjjjA.. berasa naik delman..
Nah kejadian seperti ini berulang beberapa hari yg lalu.
Ceritanya begini :
Ngebid dari jam 21. sekian, sampai jam 3 pagi, hape belum ada tanda-tanda bunyi teeeet .... ya sudahlah.. Opa memutuskan untuk ngombong, alias pulang.
__ADS_1
Sesampainya di rumah. Dagang rokok tempat Opa biasa mangkal telpon, dan bilang ada off line minta antar ke Kuta.
Singkat Cerita :
Hampir sampai tujuan, hujan lebat mendadak. Yang membuat Opa Basah kuyup karena gak ada kesempatan pakai mantel.
Sepulangnya nganter, kira-kira deket rumah
hape bunyi dan dapat go ride, nganter dan jemput tidak terlalu jauh.
"Maaf pak, helmnya basah !!". Kata Opa kepada cs.
"Gak apa pak, toh sudah hampir pagi.. ngomong-ngomong dimana kehujanan ". Tanya cs.
Opa ceritakan semua, hingga pampai 7an, itupun belum tuntaaaas.
Ongkos 18 K, dan CS menyodorkan lembaran 50 rb an..
"Waduh maaas, uang pas AjjjjA...."
"Kembaliannya buat bapak beli kopi, biar gak kedinginan". Kata CS.
"Terimakasih baaaa.....ny......".
Belum selesai Opa ngomong, CS menyodorkan 2 lembaran warna biru lagi.
"Ini dari saya semoga manfaat.." Lanjutnya.
Melihat Opa basah kuyup, ngojek malem² saat mengantarnya, mungkin hati CS trenyuh.
Paginya Opa langsung belikan ban depan tinggal nambahin 4K.
Kalau Opa boleh jujur,. Ban depan belakang, gir dan rantai, sampai lampu Bohlam... semua yang membelikan adalah costumer yang baik hati. dan Opa berjumpa dengan mereka dalam waktu, tempat dan orderan berbeda.
Semenjak covid melanda dan sekaligus Opa harus setia merawat sang Permaisuri yang telah divonis kanker stadium ** yang telah menyebar di paru² sekaligus harus ekstra menjaga.. karena terpasang slang di ginjal.
Maka Opa memutuskan, max 10 trip. sesuai kemampuan tenaga yang Opa miliki.
Sebenarnya, kalau menuruti soal cukup atau tidaknya hasil dari nganter 10 trip. secara logika semua orang tau.
Tapi Opa selalu pasrahkan kepada "Tukang cat lombok". Jika lombok saja dirawat dipelihara, didandani dan diberi warna, serta diberi rasa. Terlebih Manusia yang diciptakan lebih dari ciptaan lain.
Terimakasih Tuhan.. Hari ini Engkau tidak mengijinkan hamba untuk mengumpat, mengeluh berlebihan.
Engkau memang tidak menjanjikan bahwa:
Hidup selalu bersandar kepada-Mu.
akan mulus tanpa rintangan.
Tetapi Engkau berjanji akan memberikan jalan keluar buat setiap masalah yang hamba alami, walaupun jalan keluar itu harus jatuh bangun dalam melaluinya. dan Engkau selalu memberikan kekuatan ekstra.
Pelajaran yang bisa hamba petik dimasa tua ini adalah:
Semakin sulit rintangan yang hamba lalui... Ternyata Engkau ingin mencelikkan mata hati hamba. " Bahwa Engkau tidak pernah membiarkan hamba sendiri dalam menghadapi setiap kesulitan. Dan Engkau selalu menyertai". Amiiiin.
Ups... Sebentar ya.. Opa masih harus membuatkan Permaisurinya Opa, STMJ.. biar sda tenaga, buat persiapan besok waktunya kontrol ke bagian Orologi.
__ADS_1
Nanti disambung lagi...