Buku Harian Si Ojol Tua

Buku Harian Si Ojol Tua
Bagian. 19


__ADS_3

Masih teringat pesan orang jaman dulu, katanya :


"Semakin besar masalah yang kamu alami dan kamu rasakan sebenarnya Tuhan ingin menunjukkan kasih-Nya yang lebih besar kepadamu".


"Sungguh itu hanyalah penghiburan buat mereka yang mengalami masalah besar". Setidaknya itu yang ada dalam pikiran Opa saat itu.


Seiring berjalannya waktu, Opa baru inget nasehat itu dan benar juga nasehat itu,  ya mungkin mereka memberikan nasehatnya berdasarkan pengalaman mereka.


Flashback.  Memang kesusahan itu kadang datangnya tak di undang perginya pun tak pernah tau kapan. ( Terlepas dari kesalahan yang dengan sengaja ).


Dua tahun terakhir ini, ketika Opa mendampingi Oma sakit, buat Opa adalah hidup yang cukup menghadapi tantangan yang berat setidaknya itu yang Opa rasakan, walaupun menurut orang lain masalah seperti ini adalah merupakan hal yang wajar.


Buat Opa… ya mengalir saja.. Kadang kuat dan bisa menjalaninya dengan sennyuman dan gak jarang wajah ini kusam kayak sirsak matang di pohon dan gak jatuh-jatuh.


Aaah sudahlah.


Kali ini Opa ingin mengabadikan kebaikan seseorang lewat tulisan ini. Tak terasa tiga tahun lebih, semenjak Oma baru saja kondisinya mulai gak stabil. Satu keluarga semua sangat perhatian dan memperhatikan dan disertai empati. Perhatian tulus yang kami rasakan selama tiga tahun terakhir ini.


Keluarga ini akan kami selipkan di setiap tulisan berikutnya.


Okeylah kalo begihzu..!!!.


Tiga Minggu terakhir ini Opa jarang onbid alias ngojeknya libur total. Banyak alasan yang mendukung. Pertama, angin malam yang kelewat lebay ngajak bercanda gak pake perasaan.. sebenarnya info dari temen driver orderan sudah mulai stabil. Tapi yang gak stabil ganti kondisi Opa. Maklum driver tua. Bersyukur ajjjjjjjja masih diberi semangat lebih.


Nah yang kedua.  Gak jadi Opa tulis aaah ntar yang baca jadi bosen dengar cuhatan Opa.


Sore itu, Opa mendampingi Oma dan tidur di sampingnya. Sesekali batuk menggigil, tak jarang nyeri itu datang menyerang tanpa kenal ampun. Ketika mulai bisa bertahan diapun sering bercerita tentang banyak hal.


"Aduh awakku rasane kok koyo ngene Yo… gak karuan sing tak rasakno". Katanya dalam bahasa Yunani kuno yang artinya kira- kira begini. "Aduh badanku kok rasanya seperti ini ya.. gak karuan rasanya".


Ya jawab Opa santai. "Emang Mau rasa apa?, Strobery, nanas, melon, pisang apa rasa madu". Oma hanya sedikit tersenyum dengan sisa manisnya sambibil nyengir.


"Makanya tayank, makan yang banyak.. sudalah dietnya sudah sukses kok sampai hampir tinggal tulang terbungkus kulit martabak". Jawab Opa


Akhir-akhir ini kembali Opa perketat soal makannya.

__ADS_1


"Ayo sidikit lagi.".


"Gak bisa nelen yank..".


"Masak nelen aja harus kursus..biar pinter nelan. Tayaaaankku .?".


"Mau muntah rasanya..".


"Lho.. lho..lho.. Yo jangan mau tho'.


"Pipi Nok orang sakit diakak bercanda terus..?"


"Makanya cepet sembuh biar ada yang pipi ajak berantem". Jawab Opa sambil tersenyum dengan sisa kekuatan yang ada.


"Serius nich mau muntah ..".


"Pipi juga serius jangan mau..mending ini sesuai ajjja dweh.. habis ini bobok.. biar ada tenaga buat besok kontrol".


"Besok kan minggu..".


Habis nyiapin Oma,masakin pisang sambil, marut jahe untuk membalur seluruh tubuhnya dicampur minyak  kayu putih. Biar badannya terasa hangat.. 


Sesaat Opa membaringkan tubuh di sisinya. Dan terbangun kala batuk Dangan frekwensi tinggi, suara batuknya serasa nampar telinga. Kadang ya cuman ikut dalam mimpi, keseringan sich membuat Opa terbangun juga.


Pagi tadi, menu sarapan yang dikirim Bu Cahya, sayur kukus, sambal sisit ayam dan tahu,serta tempe. Ya kalau Opa yang nyuapin bisa habis untuk pagi dan siang hari.


Dapat telepon dari langganan nganter milagros air kesehatan. Nganternya cukup jauh.. ± 30km.


"yank, minyak kayu putih ya habis ntar mampir apotek ya…". Kata Oma.


"Ya ini dah sudah dikirim minyak kayu putih".


Tau ajjjjja. harga minyak kayu putih 77k. Dapet ongkos 75k dibayar sama costumer 100k.. pas bingit sama kebutuhan yang mendesak.


 Opa pulang bawa minyak kayu putih + tissu dan sisanya buat beli bensin  Itu cara Tuhan memberi buat kebutuhan mendesak hari ini.

__ADS_1


Hemmmm…kangen juga on bid, kalau terlalu lama libur. Mumpung sang permaisuri Opa bisa lagi bobo manis.. Opa coba nyalain aplikasi. Duduk di pinggir pintu. eeee… ada pemberitahuan dari aplikasi.. "Saldo anda - 153.791. apakah anda mau isi saldo ?.. pastikan bahwa saldo Anda tidak mines agar punya kesempatan untuk mendapatka orderan lebih banyak…. Begitulah kira-kira bunyi himbauan setiap buka aplikasi kalau saldo minus.


Bulan ini terutama malam hari angin sepertinya Heppi hueeeepi terus, kayak karyawan tanggal muda habis terima gajian.


Mungkin karena saldo minus kali ya..sudah onbid.. orderan belum masuk juga. Tapi biasanya memang begitu. Kalau nanti ada costumer pesan bayar pake gopay.. baru kesempatan orderan bisa masuk ke aplikasi gojek Opa.


Untuk mengantisipasi dingin bakal menggigit sampai ke tulang sumsum tua ini, maka Opa pakei jaket lengan panjang dobel+ tutup dada+ jaket atribut gojek baru terakhir pake rompi.+penutup telinga dan topi. Heeeeemm..lengkap kan ?!.


Karena ada telepon dari langganan nganter milagros ke 3 tempat. Ya sudah Opa matikan aplikasi, biar pas di tengah jalan orderan dari aplikasi gak masuk. Nanti setelah selesai antar baru baliknya on bid.


Selesai antar ketiga-tiganya mau buka aplikasi tiba-tiba pelanggan yang terakhir minta diantar ke Sukawati. Setelah Opa buka google ternyata bukan Sukowati melainkan sudah di tengah-tengah Gianyar.


"Ma'af pak alamat yang Bapak kasih ini sudah masuk Giangar mendekati Klungkung". Jelas Opa.


"O..iya..iya..iya.. mungkin, saya gak paham itu alamat yang kasih anak saya.. kera-kira uang ini cukup buat nganter saya kesana..?!".


Disodorkannya selembar uang kertas baru digunting rupanya. Kenceng harunlagi..


"Ini terlalu banyak pak bisa pakai pp ". Jawab Opa.


"Ya sudah minta tolong Aner saya ke alamat itu. Bisa kan lebihnya buat bapak, kan baliknya kesini kosong". Kata dia sambil memakai helm yang dia bawa sendiri.


"Pelan-pelan gak usah keburu- buru… santai saja ya pak.". Sambungnya.


Karena si Bapak minta dianter pelan-pelan saja kayak dilagunya kotak, ya Opa lakukan sesuai amanah.. hehehe.. dua jam baru sampai rumah. 


Rencana mau onbid malam ini, terpaksa Opa pending. Besok saja.


Waktunya nyiapin Oma biar maemnya banyak. dan berat badannya nambah.


"Kok lama nganter milagros ya..?!".


"Iya.. nyambung Anyer ke Gianyar".


"O…makanya kok lama.. kalo gak cape nanti parutin jahe ya.."

__ADS_1


"Ntar malem dulu ya tayaank..dah waktunya mimik obat juga.. habis maem tar tak parutin jahe".


__ADS_2