Bunda Untuk Anissa

Bunda Untuk Anissa
Della Amila


__ADS_3

Della bersedekap dada sembari menyilangkan kakinya saat berhadapan dengan pengacara yang juga sepupunya yaitu Satria Ahmad ia berdiskusi tentang penuntutan hak asuh atas Anissa dari Adam.


Satria memainkan pulpennya diatas meja,"Sekarang apa yang akan kamu lakukan Del?". Satria berbicara serius.


"Bukankah sudah kukatakan,aku ingin hak asuh atas Anissa".


Satria menyenderkan punggungnya di sofa,"Kamu yakin bisa merawat Anissa". Tanyanya mayakinkan.


Mata Della memicing tak suka,"Aku ibu kandungnya Sat, jadi aku bisa merawat putriku!". Jawab Della sedikit emosi.


"Lalu kenapa kamu meninggalkannya ?"


Kalah telak Della diam seribu bahasa.


"Bantu aku sekali ini saja Sat, aku juga ingin Anissa memanggil aku Mama, aku ini ibu kandungnya". Della meneteskan air matanya."Aku juga ingin merawatnya Sat". Tangis Della pecah,ia semakin menangis terisak mengingat rasa bersalahnya pada putri kecilnya.


"Apakah harus dengan mengambil hak asuh Anissa dari Adam?".


Della mendongak menatap nanar ke arah Satria,"Ya karena mas Adam sudah menolak diriku". Della tersenyum jahat,"Aku akan membawa Anissa pergi jauh dari dia Sat, aku akan bawa pergi Anissa".


"Baiklah aku akan mengirim surat gugatan itu kekantornya Adam".


Della memakai kacamata hitamnya selesai membahas masalah hak asuh atas Anissa, bagaimanapun caranya ia harus mendapatkan hak asuh itu. Setidaknya jika Adam tak ingin kembali padanya ia masih punya


***


"Della!". Panggil seorang pria dengan setelan formal yang kini duduk di sebuah bangku di restoran, Della berjalan mendekatinya.

__ADS_1


"Untuk apa kamu menghubungi lagi Mario?". Ucap Della  sembari menyilangkan kakinya,"Bukankah sudah kukatakan untuk tidak menghubungi lagi?".Matanya memicing.


"Maafkan aku Della". Mario berusaha meraih tangan Della.


"Ini balasanmu saat aku lebih memilih meninggalkan Suami dan putriku hanya untuk mengikuti dirimu?!". Della menatap tajam ke Mario.


"Maaf Della". Mario menggenggam tangan Della,"Aku yang salah telah menduakan kamu Maaf kumohon". Mario memohon pada Della.


Della menyentak,"Aku sudah memutuskan untuk kembali lagi pada mas Adam, dengan segala cara aku akan kembali pada dirinya". Ucap Della menantang.


Della berdiri  bangkit dari duduknya berjalan keluar dari restoran


Mario mengejar Della hingga sampai di area parkir. Meraih tangan Della,"Del dengerin penjelasanku dulu".


Della menunjuk kearah wajah Mario,"Pergi dari sini Mario,hubungan kita sudah selesai". Ancam Della penuh penekanan.


"Della". Cicit Zara dengan raut wajah tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang


Della hanya memandang aneh Zara, menelisik keatas dan bawah siapa orang asing yang mengenal dirinya,"Anda mengenal saya?". Tanya Della penasaran


Zara tersentak kaget dengan pertanyaan Della, ia hanya mengerjakan mata beberapa kali menetralkan gugupnya,"Aku Zara, apa kamu lupa Del?". Tutur Zara diakhiri dengan senyuman.


Della mengerutkan kening mengingat apakah ada Zara uangnya kenal,"Kamu Zara yang selalu ngikutin Adam dulu kan?". Ketus Della.


Zara meringis malu


Duduk berhadapan dengan Della membuat Zara gugup setengah mati, belum lagi bunyi ponselnya yang terus menampilkan nama Adam dilayarnya, untung ponselnya dalam mode silent jadi Della tidak menyadari jika ponsel Zara berdering.

__ADS_1


"Apa kabar Za?". Della mengawali pembicaraan,"Lama tidak berjumpa, sekarang kamu berubah". Della dengan pandangan meremehkan.


"Aku baik".


Della mengangguk,"Kudengar kamu pergi jauh". Della meletakkan cangkir berisi cappucino melirik kearah jari manis Zara yang kini tersemat cincin yang dipasang oleh ibunya Adam tempo hari ,"Kamu udah merried ya?".


Zara melirik arah pandang Della,menyembunyikan tangannya dibawah meja."Baru tunangan". Senyum kaku.


"Oh tunangan". Della memainkan jarinya di cangkir,"Jadi kamu sudah berpaling dari Adam?" Tanyanya menyindir,lalu menatap lekat mata Zara.


  Deg! Jantung Zara berpacu.


"Jangan kamu pikir aku tidak tau Zara".


Della menyeringai,"Sejak dulu kamu menyukai Adam kan?". Della melipat kedua tangannya diatas meja lalu sedikit menjulurkan kepalanya kearah Zara.


"Syukurlah jika kamu sudah berpaling dari Adam, karena meskipun aku dan dia sudah bercerai tapi aku akan menjalankan segala cara agar kami kita bisa rujuk kembali". Della menyeringai,"Ada Anissa diantara kami, jadi itu lebih mudah".


Bagaikan disambar petir siang bolong perkataan Della membuat Zara kaget, setelah sekian lama mengapa Della harus muncul disaat pernikahannya dengan Adam akan dilakukan empat bulan lagi. Zara bangkit dari duduknya lalu ia pergi meninggalkan Della tanpa sepatah kata.


Anissa update


Jangan Lupakan Vote dan Komen


Maaf jika ada typo


Selamat membaca

__ADS_1


dalshabe


__ADS_2