Bunda untuk El

Bunda untuk El
1. Nazra Aghnia Adhitama


__ADS_3

Sosok cantik yang mengenakan Khimar panjang berkali kali menghembuskan nafas, pasalnya sosok yang tengah di tunggunya tak kunjung datang "Lima menit gak datang juga habis kamu bang kena omel Abi" Ucap gadis berparas ayu itu setelah melihat jam di pergelangan tangannya


Sinar matahari yang semakin terik membuat mood gadis cantik itu semakin buruk, hingga sebuah mobil berhenti di depannya dan keluarlah sosok laki laki berparas tampan yang kini tersenyum dengan watadosnya


"Maaf ya dek Abang telat soalnya macet" ucap Athalla Rafiq Adhitama atau kerap di sapa Atha oleh orang terdekatnya


Gadis yang sejak tadi menunggunya merupakan adik kesayangan Atha, Nazra Aghnia Adhitama biasa di panggil Nazra atau Ara oleh orang terdekatnya, Nazra baru saja menyelesaikan kuliah paginya dan Atha sudah janji akan menjemputnya namun Nazra justru harus menunggu hingga hampir satu jam lamanya


"Alasan klasik tau nggak sih bang" ucap Nazra langsung masuk ke dalam mobil tanpa membalas senyum manis abangnya karena saat ini ia tengah kesal pada sosok tampan yang sayangnya adalah abangnya


"Hehehe iya iya Abang lupa tadi" ucap Atha mengaku bersalah karena memang ia hampir lupa menjemput adiknya karena sibuk di cafe yang baru di buka dua bulan yang lalu


Nazra tak menjawab dan masih setia memasang muka kesalnya yang justru tampak imut di mata Atha "Jangan ngambek dong dek, abang gak bisa kalo kamu diemin" ucap Atha sesekali menoleh ke arah adiknya karena ia sudah menyetir mobil dengan kecepatan sedang


"Dek Abang beliin ice crime deh" ucap Atha mengeluarkan jurus andalannya saat sang adik ngambek


Nazra yang memang bucin ice crime sontak langsung tersenyum senang "Ice crime coklat plus cemilan, gak ada pengurangan" ucap Nazra mutlak


"Iya apapun untuk adik Abang" ucap Atha mengusap kepala Nazra yang tertutup Khimar dengan satu tangannya


"Lain kali jangan telat jemput bang, panas tauk lihat nih pipi Ara jadi merah" ucap Nazra yang memang memiliki kulit sensitif sehingga terkena sinar matahari dalam waktu yang cukup lama membuat kulitnya kemerahan


"Iya dek namanya juga Abang lupa apalagi di cafe udah mulai rame" ucap Atha


Nazra tampak berfikir "Bang Ara mau ke cafe Abang dong" ucap Nazra namun langsung di tolak Atha mentah mentah


"Gak, Abi nyuruh langsung pulang" ucap Atha melarang bukan karena pelit atau apa Atha hanya tidak ingin adiknya di tatap banyak orang karena Atha sadar adiknya itu memiliki paras yang cantik sehingga Atha tidak ingin mempertontonkan kecantikan adiknya apalagi di cafenya banyak remaja dan teman temannya juga akan kumpul di cafenya


"Is Abang mah" ucap Nazra sedikit kesal namun ia tidak membantah ucapan abangnya


"Lain kali Abang ajak main ke cafe Abang tapi nggak hari ini ya" ucap Atha dan Nazra hanya bisa mengangguk pasrah


...............


Setelah mengantar adiknya Atha langsung kembali ke cafenya sedangkan Nazra segera masuk ke dalam rumah karena ia belum melaksanakan shalat Dzuhur, begitu selesai melaksanakan kewajibannya Nazra langsung pergi ke ruang makan untuk makan siang


"Mbok masak apa hari ini?" Tanya Nazra saat bertemu dengan mbok Asih sosok wanita yang sudah Nazra anggap seperti ibunya karena mbok Asih yang turut membantu merawatnya sejak ia lahir

__ADS_1


"Mbok masak makanan kesukaan neng Ara, ada ayam kecap, udang saus tiram sama tumis kangkung" ucap mbok Asih membuat Nazra semakin merasa lapar


"Mbok udah makan?" tanya Nazra di jawab mbok Asih dengan gelengan kepala karena mbok Asih tahu Nazra tidak suka makan sendirian jadi dia memutuskan untuk menunggu Nazra pulang, selain itu mbok asih juga merasa tidak sopan jika makan sendirian meskipun Nazra Abi dan Abangnya selalu menyuruh mbok asih makan lebih dulu jika mereka pulang telat


"Kenapa nggak makan duluan mbok ini udah jam satu loh" ucap Nazra "Ya udah ayok kita makan siang Ara udah gak sabar mau cobain masakan mbok" sambung Nazra lagi sambil menarik pelan lengan mbok Asih agar mengikutinya ke ruang makan


"Mbok nunggu neng Ara soalnya mbok tahu neng Ara gak bisa makan sendirian" ucap mbok Asih membuat Nazra tersenyum kecil karena merasa terharu


"Tapi lain kali kalo Ara pulangnya telat mbok makan aja duluan" ucap Nazra di balas mbok Asih dengan anggukan kepala


Mbok Asih memang sudah di anggap seperti keluarga. di kediaman Adhitama. Makan bersama bukan lagi hal asing bagi mbok Asih karena saat Alana uminya Nazra masih hidup mbok Asih sudah sering di ajak makan bersama "gimana neng masakan mbok ada yang aneh gak rasanya?" tanya mbok Asih saat Nazra memasukkan sesuap nasi beserta lauk ke dalam mulutnya


Nazra mengacungkan dua jempol "Masakan mbok selalu enak" ucap Nazra setelah menelan habis makanannya


mbok Asih bernafas lega karena rasa masakannya tidak mengecewakan Nazra "Masakan neng Ara juga enak sama seperti ibuk" ucap mbok Asih membuat Nazra tersenyum


Nazra memang hobi memasak jika memiliki waktu senggang atau di hari libur, yang membuat Nazra semakin suka memasak karena Abi dan mbok Asih selalu mengatakan jika masakan Nazra rasanya mirip seperti masakan almarhumah uminya


"Mbok besok kita cobain resep cookies ya tadi Ara ada lihat resep cookies kayaknya enak dan mudah di buat" ucap Nazra


"Siap neng ara, besok bisa kita cobain" ucap mbok Asih membuat Nazra tak sabar menunggu hari esok


.........


"Mau ngapain dek" tanya Atha tak mengalihkan tatapannya dari leptop


"Ara mau beli bahan untuk buat cookies sama mbok Asih besok, dan Ara mau nagih ucapan Abang yang udah janji beliin Ara ice crime, coklat dan cemilan" ucap Nazra


"Sebentar ya dek abang selesaikan ini dulu" ucap Atha


Nazra mengangguk lalu duduk di samping abangnya yang tengah berkutat dengan angka-angka "Cafe Abang udah mulai rame ya?" tanya Nazra saat membaca laporan keuangan cafe abangnya yang semakin meningkat setiap harinya


"Alhamdulillah dek, ini juga berkat bantuan temen Abang yang promosiin cafe Abang di instagramnya" ucap Atha


"Alhamdulillah kalau gitu gak lama lagi Abang bisa buka cabang" ucap Nazra turut senang


"Do'akan aja cafenya rame terus, biara bang bisa bukak cabang, selain itu Abang juga harus mikirin menu baru agar pelanggan nggak mudah bosan" ucap Atha

__ADS_1


Nazra mengangguk mengerti, lima belas menit berlalu Atha sudah menyimpan leptopny "Ayok berangkat nanti keburu Maghrib" ucap Atha karena waktu sudah menunjukkan pukul setengah lima soreh


"Yok" ucap Nazra dengan semangat


Hanya butuh waktu lima belas menit kini mobil yang di tumpangi Nazra dan Atha sudah tiba di salah satu supermarket, Nazra langsung mengambil troli dan mulai berkeliling di ikuti Atha di belakangnya


"Sini biar Abang yang dorong" ucap Atha mengambil alih troli di tangan adiknya


Nazra tak menolak, setelah troli berpindah tangan Nazra bergegas mengambil barang barang yang di perlukan, merasa cukup Nazra pergi mengambil cemilan dan coklat untuknya


Atha hanya bisa pasrah saat melihat troli yang ukurannya besar kini sudah di penuhi dengan belanjaan dan cemilan Nazra "Abang ke kasir aja duluan, Ara tinggal ambil Ice crime jadi nanti antrinya nggak lama" ucap Nazra


"iya, kamu jangan beli yang aneh aneh" ucap Atha dan Nazra hanya mengangguk


Atha segera mendorong troli menuju kasir yang antriannya cukup panjang, sedangkan Nazra tengah sibuk memilih Ice crime rasa apa yang akan ia pilih "Coklat sama vanila aja kali ya" ucap Nazra mengambil satu kotak Ice crime rasa coklat


"Kayaknya ini enak juga deh" ucap Nazra saat melihat Ice crime coklat yang tampak berbeda dari tangannya, Nazra meletakkan kembali Ice crime rasa vanila di tangannya


Karena terlalu fokus Nazra sampai tak sadar saat bajunya di tarik seorang anak laki laki, karena merasa ada yang aneh Nazra segera menoleh, senyum Nazra langsung terbit saat melihat sosok anak laki laki yang tengah menatapnya


"Hai ada apa, kamu butuh sesuatu?" tanya Nazra dengan lembut


"Kak El mau minta tolong ambilin itu" ucap anak laki laki itu menunjuk ke arah jely yang ada di rak paling atas


Nazra tersenyum lalu berjalan menuju rak yang di tunjuk anak laki laki itu "Mau tiga bungkus ya kak" ucap anak laki laki itu


Nazra mengambil satu bungkus jely "Satu bungkus aja ya, nanti gigi kamu sakit kalo makan jelly kebanyakan" ucap Nazra namun anak laki laki itu menggeleng


"Kan bisa ke dokter gigi kak" ucap anak laki laki itu


"Kamu nggak takut ke dokter gigi?" tanya Nazra dan anak laki laki itu menggeleng


"Waw kamu anak yang pemberani ya, kakak dari kecil takut sama yang namanya dokter gigi, tapi tetap aja kamu gak boleh makan banyak jely nanti giginya rusak" ucap Nazra


"Tapi kak El bisa sikat gigi" ucap anak laki laki itu


Nazra hendak menjawab namun sebuah suara membuat Nazra batal mengeluarkan suaranya "El kenapa pergi sendiri" ucap seorang laki laki datang tergesa-gesa dengan raut khawatirnya

__ADS_1


Tak ingin mengganggu dan Nazra juga takut Atha menunggu lama akhirnya nazra pergi menuju kasir setelah mengambil ice crime yang sudah ia pilih


...****************...


__ADS_2