Bunda untuk El

Bunda untuk El
22. Buk Aida


__ADS_3

Razeel dan Shadev sudah tiba di kediaman Bagaskara, Razeel tidak langsung turun dia menunggu ayahnya karena ingin minta gendong, Shadev tentu tidak akan keberatan dengan permintaan putranya


Anak dan ayah itu masuk ke dalam rumah langsung di sambut adu mulut antara dhafi dan Rafa yang entah memperdebatkan apa "Om jangan berantem" ucap Razeel masih dalam gendongan sang ayah


Rafa dan dhafi langsung menoleh ke belakang karena tadi mereka sedang membelakangi Razeel dan Shadev "Om nggak berantem El" ucap Rafa


Shadev menurunkan Razeel dari gendongannya, Razeel segera berlari dan naik ke pangkuan om keduanya dengan boneka dino yang tidak pernah lepas dari tangannya


"Om lihat" ucap Razeel sambil menunjukkan bonekanya ke arah Rafa dan tidak memperdulikan dhafi meski dia sudah memaafkan omnya yang paling muda itu Razeel tetap menyimpan rasa kesalnya


"El habis beli boneka sama ayah ya" ucap Rafa


Razeel menggelengkan kepalanya "Ini dari kak Ara" ucap Razeel dengan antusias


"Loh El gak ikut ayah ke kantor?" kali ini dhafi yang bertanya karena dia mengira keponakannya ikut Abang pertamanya karena tidak ada teman di rumah


Razeel kembali menggelengkan kepalanya "El main di rumah kak Ara, ayah besok El main ke rumah kak Ara lagi ya?" tanya Razeel pada sang ayah


"Besok El ikut ayah ke kantor" ucap Shadev tidak menerima penolakan


Razeel langsung cemberut "El gak suka di kantor ayah" ucap Razeel, Shadev memijat pelipisnya mendengar ucapan putranya padahal dulu Razeel selalu semangat jika di ajak ke kantornya bahkan Shadev yang harus membujuk putranya agar tidak ikut namun sekarang justru putranya yang tidak ingin ke kantor


"El masak setiap hari ke rumah kak Ara. kasian kak Ara jadi nggak bisa melakukan aktivitasnya sendiri karena ada El, El main ke rumah kak Ara lain kali ya" ucap Shadev lembut


"El nurut ya sama ayah, El masih bisa main sama kak Ara lain hari, besok El main sama Om kalo El nggak mau ikut ke kantor ayah" ucap Rafa karena besok dia mendapat sif malam


"Emangnya kamu nggak ke rumah sakit?" tanya Shadev


"Nggak bang besok aku sif malam sampai satu minggu ke depan jadi El bisa tinggal sama aku kalo Abang ke kantor" ucap rafa


Shadev menghela nafas lega, dia merasa tidak enak jika terus menerus menitipkan Razeel di rumah Nazra "Kalau gitu besok Abang titip El ya" ucap Shadev


Dhafi mendengus sejak tadi keberadaannya seperti tidak di anggap "El om boleh lihat bonekanya nggak?" ucap dhafi


Razeel langsung menjauhkan bonekanya "Nggak om gak boleh pegang boneka El" tolak Razeel


Dhafi menatap tidak percaya dengan ucapan keponakannya "Kok gitu, masak om Afi gak di bolehin pegang" ucap Dhafi


"Nanti om makan boneka El" ucap Razeel mendelik sebal


Rafa tertawa mendengar ucapan keponakannya "Bagus El jauhi bonekanya dari Afi" ucap Rafa memanas manasi keponakannya karena dia masih kesal dengan adiknya yang suka sekali mencari ribut dengannya


"Bang rafa jahat banget pakek nyuci otak El lagi" ucap dhafi kesal


Rafa tak menghiraukan ucapan adiknya "El mandi ya udah soreh" ucap Rafa


Razeel mengangguk lalu Rafa membawa keponakannya ke atas membiarkan Abang dan adiknya di ruang keluarga


.........

__ADS_1


Keesokan harinya Razeel benar benar tinggal di rumah bersama Rafa, Rafa menemani keponakannya bermain dan juga belajar karena hari ini jadwalnya El homeschooling


Pukul sepuluh kegiatan belajar Razeel sudah selesai "El sudah pintar membaca, ini ibu kasih buku bacaan agar El semakin lancar membacanya" ucap Aida seorang gadis berusia 24 tahun, Aida merupakan guru homeschooling Razeel sejak berhenti dari sekolah umum


Aida gadis yang baik namun entah mengapa Razeel merasa biasa saja saat bersama Aida padahal jika di bandingkan dengan nazra Razeel justru lebih sering bertemu dengan gurunya ini


Aida memiliki senyum yang manis dia juga sudah mengenal keluarga Bagaskara dengan baik karena dia mengajar Razeel sudah hampir setengah tahun lamanya "iya Bu" ucap Razeel


"Kalau begitu kita sudahi pelajaran hari ini ya, sampai jumpa lagi El" ucap Aida


"Sampai jumpa lagi buk" ucap Razeel


Aida beranjak dari duduknya setelah membereskan perlengkapan mengajarnya lalu keluar dari ruangan yang di gunakan khusus untuk Razeel homeschooling


Aida berjalan mendekati Rafa yang duduk di raung keluarga untuk berpamitan pada pemuda itu "Raf aku pamit dulu ya" ucap Aida yang memang seumuran dengan Rafa selain itu mereka juga pernah satu sekolah waktu sekolah menengah pertama


"Udah selesai belajarnya" bukannya menjawab Rafa justru balik bertanya


"Iya pelajaran hari ini sudah cukup, El sudah belajar banyak hari ini karena dia anak yang cerdas jadi cepat memahami" ucap Aida


"Kalau begitu aku pamit ya raf masih ada urusan" ucap Aida


Rafa mengangguk " hati hati di jalan Ai" ucap Rafa


"Iya raf assalamualaikum" ucap Aida lalu berjalan menjauhi ruang keluarga


Stelah Aida pergi Razeel segera menghampiri omnya "Om kenapa nggak nikah sama buk Aida" ucap Razeel membuat Rafa yang tengah minum langsung tersedak hingga batuk


"El kok nanya gitu" tanya Rafa tidak menyangka pertanyaan seperti itu keluar dari mulut keponakannya yang masih berusia lima tahun


"Soalnya om cocok sama buk Aida" ucap Razeel "Buk Aida juga cantik dan baik" ucap Razeel


"Gimana kalo om sama kak Ara aja" Rafa berucap bercanda meski tidak benar benar bercanda karena ia memang sempat memendam rasa pada adik sahabatnya


Namun Rafa tidak sempat dekat dengan Nazra hanya tau namanya saja sudah membuat Rafa jatuh hati namun melihat bagaimana sikap atha yang sangat menyayangi dan menjaga adiknya membuat Rafa atau bahkan teman laki laki lain di luar sana tidak ada kesempatan mendekati Nazra


"Kalau memang serius datang ke rumah temuin Abi dan aku" itu yang atha ucapakan jika ada teman temannya yang ingin mendekati adiknya


"Nggak boleh Om, kak Ara bakalan jadi bundanya El kalo kak ara nikah sama om itu artinya kak Ara jadi Tante El buka bunda El" ucap Razeel lalu pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian


Meski sekolah di rumah Razeel tetap mengenakan seragam, Rafa yang di tinggalkan keponakannya tengah melamun memikirkan ucapan Razeel "Untuk pertama kalinya El pengen seseorang jadi bundanya" Batin Rafa


Tidak ingin lama lama berfikir Rafa memilih untuk menyusul Razeel ke kamarnya. Rafa dapat melihat Razeel yang tengah berganti pakaian, dia terkekeh saat keponakannya lompat lompat untuk menggantung seragamnya "Butuh bantuan El" ucap Rafa membuat anak laki itu menoleh


"Om tolong gantung ini" ucap Razeel akhirnya meminta bantuan pada Omnya


Rafa berjalan mendekati Razeel lalu mengambil alih seragam El dan menggantung di tempatnya "Terima kasih om" ucap Razeel


.........

__ADS_1


Di kediaman Adhitama tampak tenang karena Adzam sudah berangkat ke rumah sakit, Adzam yang merupakan dokter senior dan sudah lama berkecimpung di dunia kedokteran membuatnya selalu sibuk karena oprasi oprasi penting biasanya Adzam akan turun tangan


Atha juga tengah sibuk sibuknya karena cafenya yang makin rame dan dia juga harus mempersiapkan untuk membuka cabang baru, sedangkan Nazra sejak selesai sarapan tidak keluar dari ruangan khusus yang digunakannya untuk menjahit pakaian karena semua pelengkap di susun di ruangan tersebut


Hari ini Nazra sudah mulai menjahit pakaian yang sudah di desainnya, Nazra baru mendesain beberapa macam atasan wanita, celana dan juga rok dan akan membuat beberapa dari masing masing memang Nazra tidak membuat banyak banyak namun jika dia membuatnya sendiri akan membutuhkan waktu yang lama


Mbok asih mengetuk ruangan Nazra "Neng makan siang dulu yuk" ucap mbok asih dari luar


"Iya mbok sebentar Nazra beresin ini dulu" ucap Nazra


setelah mendapat jawaban dari Nazra mbok asih kembali ke ruang makan, tidak lama Nazra sudah datang ke ruang makan "Mbok masak apa hari ini, maaf ya Mbok Ara gak bisa bantuin" ucap Nazra


"Nggak papa atuh neng ini udah tugas mbok, neng Ara juga lagi sibuk" ucap mbok asih "Mbok masak rendang daging sapi kesukaan neng Ara" sambung mbok asih lagi


Nazra menatap berbinar masakan mbok asih "Ayo mbok kita makan" ucap Nazra


Setelah selesai makan Nazra melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim lebih dulu baru melanjutkan pekerjaannya


Sampai malam tiba Nazra masih melakukan kegiatannya, ia hanya akan berhenti saat akan melaksanakan shalat dan juga makan malam


Atha dan Adzam juga baru pulang saat malam hari, Begitu selesai mandi Atha langsung menghampiri adiknya dengan segelas susu di tangannya "Dek" panggil Atha setelah membuka pintu ruangan adiknya


"Iya bang" jawab Nazra masih fokus pada kegiatannya


"Istirahat dek, kamu lanjutin besok aja" ucap Atha


"Iya bang Ara selesai ini dulu tanggung soalnya" ucap Nazra


"Ini minum dulu susunya kamu butuh nutrisi untuk terus bekerja" ucap Atha seraya menyodorkan segelas susu ke arah Nazra


Nazra menghentikan sejenak kegiatannya dan menerima segelas susu yang Atha bawa "makasih Abang" ucap Nazra lalu melanjutkan kegiatannya


Atha mengangguk lalu duduk di singel sofa yang ada di ruangan Nazra, Atha mengamati ruangan adiknya ruangan dengan ukuran 4×4 meter terdapat lemari tempat Nazra menyimpan dasar kain gantungan baju beberapa patung manekin, rak untuk menyimpan benang dan juga mesin jahit


Atha memutuskan menunggu adiknya selesai hingga tanpa sadar ia tertidur di sofa karena merasa lelah, Pukul sebelas malam Nazra menghentikan pekerjaanya dan akan melanjutkan besok


Saat berbalik Nazra terkejut melihat abangnya yang tertidur di sofa, Nazra menghampiri Atha untuk membangunkan Atha "Bang" panggil Nazra pelan


Atha langsung terbangun saat Nazra memanggil dan sedikit menggoyangkan tangannya "Sudah selesai dek?" tanya Atha


"Sudah bang, Abang kenapa tidur di sini?" tanya Nazra jadi merasa bersalah karena membuat Abangnya menunggu


"Abang nungguin kamu tapi malah ketiduran" ucap Atha


"Seharusnya Abang gak nungguin Ara, Abang sudah capek di Cafe kenapa nggak langsung istirahat bang" ucap Nazra


"Gak papa dek Abang pengen nemenin kamu, udah jangan ngomel ayok istirahat" ucap Atha dan Nazra hanya bisa pasrah, meskipun dia ingin mengomeli abangnya namun Nazra menahannya


...****************...

__ADS_1


__ADS_2