
Seperti biasanya setelah kepulangan Oma dan Opanya dari luar kota, Razeel di antar ayahnya saat berangkat sekolah namun omanya lah yang akan menjemputnya, Sudah beberapa hari juga Razeel tidak bertemu Nazra karena Nazra kembali sibuk mengurus jualannya
Hari ini Razeel dan Omanya sudah membuat janji akan bertemu dengan Nazra setelah Razeel pulang dari sekolah nanti
Saat ini keluarga Bagaskara tengah sarapan bersama dengan anggota keluarga yang lengkap "El Oma suapin aja ya nanti bajunya kotor" ucap Amira melihat cara makan cucunya yang berserakan
"Nggak mau Oma El mau makan sendiri" ucap Razeel sambil berusaha memotong ayam di piringnya menggunakan sendok
"Sini om yang potongin" ucap Rafa mengambil alih piring keponakannya, sejak tadi Rafa memang memperhatikan Razeel yang tampak kesulitan dan karena itu lah makanannya jadi berserakan
Stelah memotong ayam menjadi bagian yang lebih kecil Rafa mengembalikan piring Razeel "Makasih om afa" ucap Razeel dengan senang hati lalu melanjutkan makannya
Mereka kembali melanjutkan makannya dengan diam hingga selesai "Ayo ayah kita berangkat" ucap Razeel dengan semangat karena tidak sabar ingin cepat pulang dari sekolahnya
"Iya El, pamit dulu sama Om Oma dan Opa" ucap Shadev langsung di turuti putranya
Razeel mendekati satu persatu keluarganya untuk menyalim dan mencium punggung tangan mereka "Belajar yang pintar El jangan nakal di sekolah" ucap Farhat sambil mengusap kepala cucunya
"iya opa" ucap Razeel lalu menyalim omanya
Amira menunduk untuk mencium pipi cucunya "Belajar yang pintar ya" ucap Amira
Razeel mengangguk lalu bergeser untuk menyalim kedua omnya, pagi ini Dhafi tidak usil karena tidak ingin merusak mood keponakannya, setelah berpamitan pada semua orang Razeel segera berangkat bersama Shadev
"Ayah El mau nginap di rumah kakak Ara lagi?" ucap Razeel karena mereka nanti akan bertemu jadi sekalian saja ia izin pada ayahnya untuk menginap dan juga besok Razeel libur
"Nanti Oma nggak ada temannya kalo El nginap" ucap Shadev
"Kan ada Opa Ayah om Afi sama om afa" ucap Razeel
"Kenapa El mau nginap di rumah kak Ara?" tanya Shadev
"El suka bobo sama kak Ara, soalnya kak Ara suka peluk El kadang usap kepala El kadang kak Ara juga suka puk puk El" ucap Razeel menjelaskan alasannya, lebih tepatnya El suka di peluk Nazra karena ia bisa merasakan pelukan seorang ibu meski Nazra bukan ibunya
"Kan Ayah juga suka peluk El, ayah juga suka elus kepala El" ucap Shadev
Razeel menggembungkan pipinya "Beda ayah kalo pelukan ayah nggak enak" ucap Razeel
"Jadi gitu ayah peluk gak enak ya, ya udah besok El gak ayah peluk lagi" ucap Shadev pura pura merajuk
Razeel kembali menggembungkan pipinya "Bukan gitu ayah pelukan ayah enak kok El suka tapi El lebih suka kalau kak Ara yang peluk" ucap Razeel
Shadev tertawa "Iya iya ayah izinin nginap di rumah kak Ara tapi ingat jangan buat repot kakak Ara oke" ucap Shadev
"oke ayah" ucap Razeel bertepatan dengan mobil Shadev yang berhenti di depan sekolah Razeel
Shadev dan Razeel segera turun, Shadev akan mengantarkan putranya lebih dulu sampai ke depan kelasnya "Belajar yang rajin jangan nakal dan jangan keluar dari lingkungan sekolah sebelum Oma datang" nasehat Shadev
Razeel menganggukkan kepalanya "Siap ayah" ucap Razeel
__ADS_1
.........
Di pagi hari Nazra sudah mendapat telpon dari Razeel namun yang berbicara omanya Razeel, awalnya Nazra merasa canggung namun lama kelamaan dia bisa membiasakan diri, Hingga Razeel berbicara ingin bertemu Nazra bersama omanya
Nazra sebenarnya merasa ragu untuk menyetujui permintaan Razeel karena belum pernah bertemu dengan Oma Razeel, namun karena Nazra juga merindukan Razeel akhirnya dia menyetujui permintaan Razeel
Dan di sinilah Nazra berada di depan sekolah Razeel, waktu masih menunjukkan pukul 10.55 masih ada lima menit lagi sebelum Razeel keluar dari kelasnya, Nazra duduk di salah satu kursi lalu membuka ponselnya untuk menghilangkan bosan
"Mbak Bundanya Razeel ya" ucap seorang wanita berhijab pula sama seperti Nazra
Nazra menoleh ke samping, Nazra ikut melengkungkan bibirnya ke atas saat wanita di depannya menampilkan senyum "Kenalin saya Adinda panggil aja Dinda, saya mamanya Daren" ucap wanita bernama adinda memperkenalkan dirinya
"nama saya Nazra mbak" ucap Nazra sedikit menggeser tubuhnya agar wanita di hadapannya bisa duduk
Dinda duduk di sebelah Nazra "Sepertinya kamu masih muda ya Ra" ucap Dinda
Nazra tersenyum "Umur saya udah 20 tahun mbak udah nggak muda lagi" ucap Nazra dengan kekehan di akhir
Dinda ikut tertawa "Itu masih muda Ra mbak aja udah 25 tahun" ucap Dinda "Oh iya kamu bundanya El kan?" ucap dinda kembali menanyakan pertanyaannya yang belum sempat di jawab
"Ah Bu..." belum sempat Nazra menjawab sudah ada suara lain yang menjawabnya
"Loh Din jemput Daren juga ya, ini pasti Nazra kan" ucap seorang wanita yang tidak lain adalah Amira
"Eh Tante jemput El ya" ucap Dinda menyalim tangan Amira dengan sopan
Nazra bingung namun tidak lama ia langsung paham jika wanita yang tampak seumuran dengan abinya ini adalah Omanya El, Akhirnya nazra ikut menyalim tangan Amira
Nazra mengangguk "Ternyata cantik anaknya Sholeha juga in syaa Allah kalau begini harus jadi menantu ini" Batin Amira
Dinda tersenyum "Kak Ara" pekik Razeel begitu antusias melihat kehadiran nazra dan juga Omanya. Razeel bahkan langsung memeluk Nazra
Nazra yang memang merindukan Razeel langsung menyamakan tingginya dengan razeel agar lebih leluasa membalas pelukan anak lima tahun itu "Kangen sama kakak" ucap Razeel
Nazra terkekeh lalu mengecup pipi Razeel sebelum kembali berdiri, Daren juga menghampiri mamanya karena memang dia keluar bersama Razeel "Tante Ra aku pamit duluan ya" ucap Dinda tidak ingin mengganggu waktu Amira dengan nazra dan Razeel
"Iya mbak" ucap Nazra
"Iya Din hati hati ya di jalan" ucap Amira
"Iya Tan, El Tante sama Daren duluan ya Assalamualaikum" ucap Dinda sebelum pergi Daren melambaikan tangannya ke arah Razeel. Razeel membalas dengan satu tangan karena tangannya yang lain berada pada genggaman Nazra
"Ya udah kita langsung berangkat aja ya" Ucap Amira memberi intrupsi
Razeel mengangguk antusias sedangkan Nazra hanya mengikuti Amira yang berjalan di depannya, mereka tiba di mobil milik Amira yang di dalamnya terdapat supir yang selalu mengantar kemanapun Amira pergi
Di dalam mobil Razeel duduk di pangkuan Nazra sehingga mereka bertiga duduk di kursi belakang dan kursi di samping supir dibiarkan kosong
.........
__ADS_1
Saat di perjalanan menuju restoran Amira menanyakan Nazra dan Razeel ingin makan siang apa, Razeel memiliki restoran seafood karena sudah lama tidak makan makanan laut sedangkan Nazra setuju saja dengan pilihan Razeel karena dia juga menyukai aneka makanan laut
Dan di sinilah mereka berada di salah satu restoran seafood yang menjadi tempat pertemuan ketiga Nazra dan Razeel, begitu sampai Amira langsung memesan menu yang cukup banyak
"Baik tunggu sebentar ya buk" ucap pelayan wanita itu sebelum meninggalkan meja yang diisi Nazra Amira dan Razeel
"Nazra sekarang masih kuliah atau sudah kerja?" tanya Amira mencoba berinteraksi dengan Nazra
"Sekarang masih kuliah Tan cuman udah semester tujuh jadi udah jarang ke kampus" ucap nazra
Amira mengangguk mengerti "Kata El kamu mau buka butik ya ra?" tanya Amira lagi
"In syaa Allah Tan masih peroses" ucap Nazra
"Kak Ara nanti El mau nginap di rumah kakak ya?" ucap Razeel menghentikan pembahasan Amira dan Nazra yang menurut Razeel sangat membosankan
"Emang El udah izin sama ayah?" bukan Nazra yang bertanya melainkan Amira
"Udah Oma, tadi pagi El udah bilang ayah kata ayah boleh kok" ucap Razeel "Boleh kan kak?" tanya Razeel
"Tentu saja boleh El mau nginap lama lama juga gak papa kakak senang malah karena ada teman" ucap Nazra mencubit pelan hidung mancung Razeel
"Emang di sana Razeel nggak ngerepotin kamu Ra?" tanya Amira
"Nggak kok tan, Razeel pintar anaknya jadi nggak nyusahin Ara, lagian Ara emang suka kolo ada El soalnya di rumah sering kesepian kalo cuman berdua sama mbok" Ucap nazra
"Loh mama kamu kemana Ra, mama kau kerja juga ya?" tanya Amira
Nazra tersenyum tipis "Umi udah gak ada Tan, umi meninggal waktu lahirin Ara" ucap Nazra tersenyum tipis menutupi kesedihannya
Amira mendekati Nazra untuk memeluknya "Maaf ya Tante nanya gak di saring dulu, kamu pasti sedih ya jadi keinget umi kamu" ucap Amira merasa bersalah
"Nggak papa kok tan" ucap Nazra membalas pelukan Amira, Nazra merasa nyaman berada di pelukan Amira karena memnag Nazra tidak pernah merasakan pelukan seorang ibu
"Mulai sekarang Nazra panggil mama aja ya, Ara udah mama anggap seperti anak sendiri apalagi sejak Ara menggantikan mama buat jagain El" ucap Amira masih memeluk Nazra
Nazra menganggukkan kepalanya, Tanpa terasa air mata Nazra menetes dia merasa terharu karena dia memiliki seorang ibu walau tidak ada hubungan darah, Nazra juga jadi mengerti apa yang di rasakan Razeel selama ini saat ia memberikan pelukan hangatnya walau hanya sebagai kakak
Razeel yang melihat Oma dan kakaknya pelukan menatap heran "Oma kenapa peluk kakak Ara?" tanya Razeel karena sejak tadi dia fokus menonton kartun dari ponsel Nazra
"Nggak papa El Oma senang aja punya anak perempuan" ucap Amira
"loh kak Ara kan anaknya kakek Oma" ucap Razeel membuat Nazra terkekeh, ia segera menghapus air matanya baru melepas pelukannya dengan Amira karena tidak ingin Razeel melihatnya menangis
"Sekarang kak Ara jadi anaknya Oma juga" ucap Amira memberi pengertian
"Kalau gitu kak Ara bisa tinggal sama kita kan Oma?" tanya Razeel dengan binar di matanya
"Bukan begitu sayang tapi nanti kakak Ara bisa nginap atau main ke rumah kita, kalo kak Ara tinggal sama kita kasian kakek jadi nggak punya teman" ucap Amira memberikan penjelasan, binar di mata Razeel menghilang meski begitu dia tetap senang
__ADS_1
...****************...