Bunda untuk El

Bunda untuk El
3. Awal pertemuan


__ADS_3

Setelah makan siang Shadev dan Razeel kembali ke kantor Shadev, Razeel yang kekenyangan akhirnya tertidur di kamar yang ada di ruangan Shadev yang sengaja di buat sebagai tempat Shadev istirahat jika sedang lembur


Jika Razeel sudah terlelap maka berbeda dengan Shadev yang harus kembali bekerja karena banyak pekerjaan yang sudah menunggunya, karena terlalu fokus Shadev sampai tak sadar waktu


Shadev merenggangkan ototnya lalu melirik arloji di tangannya yang sudah mununjukkan pukul lima kurang lima belas menit, Shadev beranjak dari kursi kebanggaan lalu berjalan ke pintu di sudut ruangan dan membukanya perlahan


Tampaklah tubuh mungil Razeel yang tertidur pulas, Shadev mendekati putranya lalu mengecup pipi berisi Razeel bertubi tubi hingga putranya terbangun "Ayah" ucap Razeel dengan suara khas orang bangun tidur


"Waktunya pulang jagoan" ucap Shadev mengecup kening putranya sebelum membantu jagoan kecilnya duduk


Razeel merentangkan kedua tangannya meminta digendong "Anak ayah udah mulai besar ya" ucap Shadev begitu tubuh Razeel berada dalam gendongannya


"Iya dong kan di kasih makan sama ayah" ucap Razeel membuat Shadev terkekeh


Anak dan ayah itu berjalan keluar "Pak Shadev sudah mau pulang?" tanya Armita yang merupakan sekertaris Shadev


"Iya, tolong bereskan berkas di ruangan saya" ucap Shadev


Armita mengangguk patuh, ia melempar senyumnya ke arah Razeel saat Shadev melanjutkan langkahnya, Razeel membalas dengan senyum tipis karena ia sudah tak asing dnegan wajah Armita


Banyak karyawan yang Shadev lewati menyapanya dan tak jarang pula yang mencoba menyapa Razeel atau lebih tepatnya mencoba mencari perhatian Razeel dengan tujuan mendapat perhatian dari Shadev tentunya, namun sayangnya Razeel bukan anak yang mudah dekat dengan orang lain sehingga sulit bagi orang lain mendekatinya


"Ayah El mau beli jelly" ucap Razeel begitu mereka sudah berada di dalam mobil


"Nanti kita beli" ucap Shadev lalu menjalankan mobilnya, Razeel melihat keluar jendela di mana banyak pengendara lainnya yang sepertinya baru pulang kerja juga sehingga jalanan menjadi sedikit macet


Shadev menghentikan mobilnya di salah satu supermarket untuk membelikan permintaan putranya "El jangan lepasin tangan ayah ya" ucap Shadev saat mereka turun dari mobil


"Ia ayah" ucap Razeel laku Keduanya berjalan memasuki supermarket yang tampak ramai


Shadev sebenarnya ingin masuk sendirian karena tak tega membiarkan Razeel berada di tempat ramai namun dia juga tidak tega meninggalkan putranya seorang diri di dalam mobil


Shadev membeli beberapa jenis buah saat memilih tanpa sadar genggaman tangannya dengan sang putra terlepas. Razeel yang merasa bosan akhirnya pergi berkeliling sendiri untuk mencari jelly yang diinginkannya


Razeel tersenyum senang saat berhasil menemukan rak berisi beraneka ragam jelly. namun jelly yang diinginkannya berada di rak yang cukup tinggi sehingga ia kesulitan untuk mengambilnya


Razeel mengedarkan pandangannya hingga tatapannya jatuh pada sosok perempuan yang berada tak jauh darinya, Razeel berjalan mendekati sosok perempuan itu dengan sedikit ragu Razeel menarik gamis yang di kenakan oleh gadis itu


gadis itu menoleh lalu tersenyum manis walau awalnya ia tampak bingung "Hai ada apa, kamu butuh sesuatu?" tanya gadis itu dengan lembut


Keraguan Razeel langsung hilang begitu melihat senyum manis dari gadis di depannya "Kak El mau minta tolong ambilin itu" ucap Razeel menunjuk ke arah jely yang ada di rak paling atas


gadis itu kembali tersenyum lalu berjalan menuju rak yang di tunjuk Razeel "Mau tiga bungkus ya kak" ucap anak Razeel


Gadis itu mengambil satu bungkus jely "Satu bungkus aja ya, nanti gigi kamu sakit kalo makan jelly kebanyakan" ucap gadis itu namun Razeel menggeleng karena satu bungkus sedikit baginya


"Kan bisa ke dokter gigi kak" ucap Razeel

__ADS_1


"Kamu nggak takut ke dokter gigi?" tanya gadis itu dan Razeel menggeleng sebagai jawaban


"Waw kamu anak yang pemberani ya, kakak dari kecil takut sama yang namanya dokter gigi, tapi tetap aja kamu gak boleh makan banyak jely nanti giginya rusak" ucap gadis itu


"Tapi kak El bisa sikat gigi" ucap Razeel


"El kenapa pergi sendiri" ucap seseorang yang tak lain adalah Shadev yang datang dengan raut wajah khawatir, bagaimana tidak khawatir saat ia melihat ke bawah putranya sudah tidak ada, jika mamanya sampai tahu bisa saja ia di usir dari rumah karena teledor menjaga cucu kesayangannya


.........


"Kamu Ngapain tadi dek kok lama?" tanya Atha saat mereka sudah berada di dalam mobil


"Tadi ada anak kecil minta ambilin jelly jadi Ara tolongin dulu" ucap Nazra lalu memasukkan Ice crime yang sengaja dia buka untuk di makan di dalam mobil


"Abang mau?" tanya nazra menyodorkan Ice crimenya ke arah Atha yang sedang fokus menyetir


Atha tersenyum jahil "Mau dong" ucap Atha, dengan tulus Nazra menyodorkan Ice crimenya ke mulut atha, Tawa Atha langsung pecah saat mendengar teriakan kesal dari adiknya


"Abang ih banyak banget makannya" ucap Nazra menatap nanar Ice crimenya yang kini tersisah sedikit bahkan tak sampai setengah sedangkan ia baru memakan sedikit


"Enak Ice crimenya apalagi adek Abang yang nyuapin" ucap Atha masih setia menjahili adik satu-satunya


"Abang ngeselin lihat aja Ara bakal minta ganti rugi" ucap nazra kesal


"Iya deh Abang minta maaf lagian kamu udah beli banyak Ice crime loh dek, gak bagus kalo makan banyak Ice crime paling tidak kamu makan 1 Ice crime aja setiap harinya" ucap Atha mengingatkan adiknya yang terkadang suka khilaf


"iya abangku sayang" ucap Nazra agar Atha menghentikan siraman rohaninya yang sudah sangat Nazra hafal, sedangkan Atha hanya mendengus mendengar ucapan adiknya


"Wa'alaikumussalam, anak Abi dari mana?" tanya Adzam membiarkan tangannya yang di Salim anak anaknya


Nazra duduk di samping abinya "Habis belanja Abi. besok Ara mau buat cookies sama mbok" ucap Nazra


"Emang besok gak ada kuliah dek" tanya Adzam


"Besok Ara libur ni, soalnya dosennya mau ke luar kota jadi cuman di tinggalin tugas doang" ucap Nazra


Atha bergabung dengan Abi dan adiknya setelah menyimpan belanjaan Nazra di dapur "Abi baru pulang?" tanya Atha


Adzam mengangguk "Tadi Abi ada oprasi mendadak jadi pulangnya lebih soreh" ucap Adzam "Gimana Cafe abang hari ini?" tanya Adzam


"Alhamdulillah bi semakin rame setiap harinya" ucap Atha


"Alhamdulillah, jangan sampai lupa sedekah ya bang" ucap Adzam di balas Atha dengan anggukan kepala


"Adek gimana kuliahnya?" Tanya Adzam pada putrinya yang masih setia memeluk lengan abinya, hal seperti ini bukan lagi hal baru bagi Adzam dan Atha karena memang Nazra itu sangat manja


"Kayak biasa abi" ucap Nazra

__ADS_1


"Sudah mau maghrib Abi mau bersih bersih dulu" ucap Adzam


Nazra melepaskan pelukannya dari lengan abinya "Kalian juga siap siap sana" ucap Adzam di balas anggukan dari kedua anaknya


Nazra berjalan menuju kamarnya untuk berganti pakaian dan bersiap siap melaksanakan shalat Maghrib


.........


"El lain kali jangan pergi diam diam seperti tadi" ucap Shadev yang kembali mengingatkan putranya saat sudah berada di dalam mobil


"Iya ayah" ucap Razeel patuh


Shadev mengacak rambut putranya lalu menjalankan mobilnya, lima belas menit berlalu kini mereka telah tiba di kediaman Bagaskara


Setelah memarkirkan mobilnya Shadev segera masuk ke dalam rumah bersama putranya "Omaa" Pekik Razeel girang lalu menghambur kepelukan Omanya


"Cucu Oma udah pulang" ucap Amira setelah mengecup kening Razeel


Shadev menyalim mama dan papanya terlebih dahulu sebelum duduk di samping adiknya Ardhafi Farendra Bagaskara "El om Afi ada di sini Loh" Ucap Dhafi namun tak dipedulikan Razeel


Seperti kebanyakan cucu pertama itu akan menggantikan posisi anak terakhir begitu pula Dhafi yang merupakan anak bungsu sebagai pemilik takhta tertinggi di keluarganya Langsung tergeserkan saat Razeel lahir ke dunia


"Om Afi jelek El gak suka" ucap Razeel membuat Dhafi melotot tak terima dikatakan jelek


"Om Afi ganteng ya, El tuh jelek" ucap Dhafi


"Ayah om Afi bilang ayah jelek" ucap Razeel dengan santainya mengadu pada ayahnya


"El om bilang kamu yang jelek bukan ayah kamu loh" ucap Dhafi panik takut tidak mendapat uang jajan tambahan dari abangnya


"Kan om bilang El jelek sedangkan El anak ayah jadi kalo El jelek ayah juga jelek" ucap Razeel membuat Dhafi semakin geram ingin rasanya ia mencubit gemas kedua pipi keponakan tersayangnya namun Dhafi masih sayang dengan uang jajannya sehingga ia hanya bisa tersenyum pasrah


"Gak jadi El kamu ganteng kok" ucap Dhafi membuat Amira dan Farhat tertawa melihat kelakuan anak dan cucu mereka yang selalu berhasil menghidupkan suasana


"El tadi Oma buat puding coklat kesukaan kamu" ucap Amira setelah tawanya reda


"El mau Oma" ucap Razeel


"Sebentar ya Oma ambilkan" ucap Amira beranjak dari duduknya, karena Omanya pergi Razeel beralih ke pangkuan opanya


"Giliran Oma pergi aja baru dekatin opa" ucap Dhafi


"Om Afi sewot banget sih pengen di pangku Oma sama opa lagi ya tapi sayangnya om udah besar jadi gak bisa di pangku lagi, kalo om mau mintak pangku ayah aja badan ayah kan besar dan ayah juga masih muda" ucap Razeel dengan santainya


"Siapa juga yang mau mintak pangku, Om udah besar gak perlu di pangku lagi" ucap Dhafi


"Iya deh" ucap Razeel yang membuat Dhafi semakin gemas ingin menggigit putra Abang pertamanya

__ADS_1


Beginilah sifat Razeel jika sudah bersama keluarganya. ia akan menjadi anak yang ceria dan banyak bicara apalagi setelah bertemu dengan omnya yang paling kecil, siapa lagi kalau bukan Dhafi.


...****************...


__ADS_2