
Nazra terdiam mendengar pertanyaan Razeel karena tidak menyangka Razeel akan meminta Nazra menjadi bundanya, Maura juga sempat kaget dnegan pertanyaan Razeel
Karena tidak mendapat respon apapun Razeel menundukkan kepalanya dengan mata berkaca kaca "Kakak El nakal ya sampe kak Ara nggak mau jadi bunda El, bahkan mama juga ninggalin El" Cicit Razeel
Nazra yang tersadar segera menangkap wajah Razeel yang tampak sedih "El kak Ara bukannya nggak mau jadi bundanya El" Nazra terdiam sejenak karena bingung harus mengatakan apa
"El kak Ara kan belum nikah jadi nggak bisa di panggil bunda" bukan Nazra yang menjawab melainkan Maura
"Kalau gitu kak Ara nikah aja sama ayah" ucap Razeel
Nazra menatap Maura dengan tatapan melas "El gini deh El boleh kok anggap kak Ara jadi bundanya El tapi jangan panggil kak Ara bunda" Ucap Nazra
"Memangnya kenapa kalau El panggil kakak bunda?" tanya Razeel
"Karna kak Ara belum nikah dengan ayah El, nah kalau misal yang nikah sama ayah El orang lain terus El malah manggil kak Ara bunda nanti yang jadi bundanya El bakalan sedih karena anaknya manggil orang lain dengan panggilan bunda" ucap Maura
"El nggak mau cari bunda lain, El maunya kak Ara jadi bunda El, El mau ayah nikah sama kak Ara" ucap Razeel
"Kalau gitu El tunggu doakan aja kak Ara jodoh sama ayahnya El" ucap Maura langsung mendapatkan cubitan dari Nazra
"Maura jangan ngomong gitu" ucap Nazra kesal
Maura hanya terkekeh "El Jangan dengerin kak Maura sekarang El masih kecil gak boleh mikirin soal nikah nikah itu urusan orang dewasa" ucap Nazra
Razeel mengangguk namun berbeda dnegan hati Razeel "El mau bilang ke ayah kalau El mau kak Ara jadi bundanya El" batin Razeel tetap menginginkan Nazra menikah dnegan ayahnya
"Mau itu ada tukang bubur" ucap Nazra
Maura yang melihat warung penjual bubur segera membelokkan mobilnya, setelah memarkirkan mobilnya Nazra turun diikuti Razeel dan Maura "Buk pesan buburnya 1 nggak pakek cabe ya" ucap Nazra lalu mencari tempat duduk
"yah penuh semua Ra" ucap Maura
Nazra mengangguk setuju "Buk di bungkus aja ya" ucap nazra karena tidak terdapat bangku yang kosong jadi El akan makan di mobil saja
Ibu penjual bubur itu mengangguk "Sebentar ya neng" ucapnya sambil membuat pesanan Nazra dengan lihainya
"kalian tunggu di mobil aja nanti aku nyusul" ucap Nazra
Maura mengajak Razeel kembali ke.mobil sedangkan Nazra menunggu pesannya, setelah jadi Nazra segera membayar dan masuk ke dalam mobil "Mau sambil jalan atau makan dulu?" tanya maura
"Sambil jalan aja mau biar cepat sampai nanti El aku suapin aja" ucap Nazra
Maura segera menghidupkan mobilnya dan mulai menjalankan mobilnya, Nazra juga membuka buburnya dan mulai menyuapi Razeel setelah memastikan buburnya tidak panas
"Gimana El buburnya enak?" tanya Nazra
Razeel mengangguk "Sini kakak suapin lagi" ucap Nazra sambil menyodorkan satu sendok bubur, Razeel menerima dengan baik karena memang buburnya enak di tambah Nazra yang menyuapinya membuat Razeel makan dnegan lahap hingga buburnya habis padahal porsi bubur yang Nazra beli lumayan banyak untuk orang dewasa
"El nggak di kasih makan ya sama ayah? makannya lahap banget" tanya Maura ikut melihat Razeel yang makan dengan lahap
"Dikasih kok kak. emang buburnya enak apalagi kak Ara yang suapin" ucap Razeel membuat Nazra tertawa
__ADS_1
"Dasar gembul" ucap Maura
"Biarin yang penting kak Ara suka, ya kan kak?" Ucap Razeel menoleh ke arah nazra, Nazra menganggukkan kepalanya karena dia menyukai Razeel yang semakin gembul saja
.........
Maura Nazra dan juga Razeel telah tiba di panti asuhan setelah menempuh perjalanan hampir satu jam lamanya, Mereka segera turun dari mobil yang langsung di sambut hangat anak anak panti dan buk Ambar yang menjadi pemilik panti asuhan
"Kak Ara kau Maura" pekik anak anak panti langsung berhamburan memeluk Nazra dan maura
Nazra dan maura mensejajarkan tinggi mereka untuk membalas pelukan anak anak panti
"Kalian semua apa kabar?" tanya Maura
"Baik kak" Jawab mereka serentak
Setelah memeluk Nazra dan Maura anak anak panti segera menjauh memberi ruang untuk Nazra dan maura yang ingin mengalami ibu panti "Apa kabar buk" sapa Nazra
"Alhamdulillah sehat nak Ara, kalian gimana kabarnya?" tanya Ambar balik
"Alhamdulillah kita sehat juga buk, maaf banget ya kita nggak pernah berkunjung lagi, dan Aya titip salam untuk ibuk sama adek adek semua" ucap Nazra
"Wa'alaikumussalam, Tumben nak Aya ngga ikut?" tanya Ambar karena memang biasanya mereka selalu datang bertiga
"Aya pagi hamil tua buk jadi nggak bisa ikut dulu" ucap Maura
Ambar mengangguk mengerti karena memang dia sudah mengetahui kabar kehamilan Aya "Ya udah ayo masuk nak maura nak Ara" ajak Ambar "Loh itu siapa?" tanya Ambar saat melihat sosok anak laki laki yang tak lain adalah Razeel
Nazra mendekati Razeel "Maaf ya El kakak sampai lupa ada kamu" ucap Nazra saat melihat raut wajah Razeel yang tampak kesal
Razeel mengangguk dan merentangkan tangannya ingin di gendong, Nazra tidak menolak dia langsung mengangkat tubuh Razeel ke dalam gendongannya dan membawa mendekati Maura Ambar dan juga anak anak panti yang masih setia menunggu mereka
"Kenalin buk ini Razeel adiknya Ara" ucap Nazra memperkenalkan Razeel pada Ambar
"Ganteng banget adeknya nak Ara" ucap Ambar
Nazra tersenyum "El Salim ya sama ibuk" ucap Nazra langsung dituruti Razeel
"Adek adek kenalin ini El nanti kalian bisa ajak El main sama sama ya" ucap Maura pada anak anak panti yang menatap Razeel dengan tatapan penasaran
"Iya kak" ucap anak anak panti
"Oh iya sebelum masuk bantu kakak bawa barang barang dulu ya" Ucap Maura langsung dituruti anak anak panti
Nazra dan Maura juga turut membantu membawa "El mau bawa juga?" tanya Nazra langsung di balas Razeel dengan anggukan kepala
Nazra memberikan kantung plastik yang cukup ringan lalu mereka berjalan bersama ke dalam panti asuhan, di dalam barulah Maura dan Nazra membagi bagikan makanan dan mainan yang sudah mereka beli kemarin
"Terimakasih kak Ara kak Maura" ucap mereka kompak setelah menerima mainan dan makanan di tangan masing masing
"Sama sama" jawab Nazra dan Maura turut bahagia saat melihat raut bahagia anak anak panti
__ADS_1
.........
Setelah membagikan semua mainan Nazra dan maira membantu ibu panti memasak makan siang sedangkan anak anak panti sudah asik bermain, Razeel juga sudah mulai bersosialisasi karena anak anak panti yang rajin menyapa dan mengajak Razeel bermain
Di panti milik buk Ambar terdapat dua puluh tujuh anak, dua puluhnya masih berusia tujuh tahun ke bawah sedangkan tujuh anak lainnya sudah berusia dua belas tahun ke atas dan saat ini mereka masih berada di sekolah
"Lihat deh Ra El udah mulai aktif tuh" ucap Maura melihat Razeel yang tengah lari lari bersama anak lainnya
Nazra mengikuti arah pandang Maura "Bagus lah, Ek masih kecil jadi harus di ajarkan bersosialisasi dari sekarang" ucap Nazra
"nak Maura kentangnya udah di potong?" tanya Ambar karena Maura yang bertugas membersihkan dan memotong kentang
Maura melihat hasil kerjanya "sebentar lagi buk masih ada dua kentang lagi" ucap Maura lalu kembali fokus memotong kentang
"Kak Ara" panggil salah satu anak panti
Nazra yang tengah menggoreng telur langsung menoleh "Ada apa Dimas?" tanya Nazra pada anak laki laki yang lebih muda dari Razeel
"Bang El jatuh kakinya berdarah" ucap Dimas
Nazra yang mendengar itu langsung panik, Nazra mematikan kompor lalu mengikuti Dimas menuju taman belakang di mana terdapat anak anak panti yang tengah berkumpul mengerubuni Razeel
Melihat Nazra mendekat anak anak panti segera bergeser, Nazra dapat melihat Razeel yang terduduk dengan lututnya yang berdarah karena memang Razeel menggunakan celana selutut tadinya
Razeel menatap Nazra dengan mata berkaca kaca, sejak tadi Razeel menahan tangisnya karena malu jika di lihat banyak orang "Ya Allah kok bisa jatuh El, Ayo kita obatin dulu lukanya" Ucap Nazra langsung membawa Razeel ke dalam gendongannya
Razeel memeluk leher Nazra karena Nazra menggendongnya ala koala, perlahan tangis Razeel mulai terdengar "Kak Ara sakit" cicit Razeel
Nazra mengusap punggung Razeel "Iya kita obatin dulu ya" ucap Nazra lalu mendudukkan Razeel di kursi namun Razeel enggan melepas pelukannya pada leher Nazra ia justru menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Nazra
"El duduk di sini ya kakak obatin dulu lukanya" ucap Nazra
Razeel akhirnya melepaskan tangannya "Tunggu sebentar ya kakak cari obat dulu" ucap Nazra hendak beranjak
"kak ini obatnya" ucap Melati anak perempuan berusia enam tahun menyerahkan kotak p3k pada Nazra
"Terimakasih ya, kalian lanjut main aja biar El kakak obatin dulu" ucap Nazra langsung di patuhi anak anak panti
Setelah anak anak panti pergi kini tinggal Nazra dan Razeel yang ada di ruangan itu "Kak Ara sakit" ucap Razeel perlahan tangisnya mulai membesar
"Iya sebentar kakak obatin dulu ya" ucap Nazra mengambil kapas dan juga betadin setelah membersihkan lukanya Nazra segera mengoleskan obat merah ke luka Razeel
Razeel masih menangis meski Nazra sudah selesai mengobati lukanya "Sudah kok El pinter mau di obatin" ucap Nazra lalu membawa Razeel ke gendongannya
"Sudah ya gak boleh nangis kan udah gede, malu ih di dengar adek adek" ucap Nazra karena Razeel tidak kunjung menghentikan tangisnya meski Nazra sudah mengusap usap punggungnya
Nazra mengecup pipi Razeel beberapa kali, setelah mulai tenang barulah Nazra membawa Razeel duduk kembali "Kenapa bisa jatuh El?" tanya Nazra saat Razeel sudah tenang
"Tadi El main lari lari kak" ucap Razeel
"Nggak papa itu tandanya El udah gede" ucap Nazra menenangkan Razeel walau hatinya sendiri cemas memikirkan reaksi keluarga Bagaskara karena membuat anak kesayangan mereka terluka
__ADS_1
...****************...