
Nazra benar-benar merasa memiliki ibu sejak pertemuannya dengan Amira, keduanya mulai sering menghabiskan waktu bersama, Entah itu belanja bersama bahkan mereka juga sudah pernah ke salon bersama
Hari ini Nazra akan main ke kediaman Bagaskara karena berencana membuat kue bersama Amira, Nazra juga sudah izin pada Abi dan abangnya, Nazra datang ke kediaman Bagaskara di antar Atha namun Atha tidak ikut mampir karena masih ada pekerjaan
Nazra menekan bel beberapa kali hingga sosok Amira yang tengah tersenyum hangat menyambutnya "Anak Perempuan mama akhirnya datang ayo masuk" ajak Amira
Nazra ikut tersenyum, sesampainya di ruang keluarga senyum Nazra bergantikan rasa canggung karena semua anggota keluarga Bagaskara tengah berkumpul di ruang keluarga
Klima laki laki berenda usia itu melihat ke arah Amira dan nazra dengan tatapan berbeda beda "Kak Ara" panggil Rezeel sambil berlari ke arah nazra
Nazra menunduk agar bisa memeluk tubuh mungil Razeel "El udah dulu peluk kak aranya, ajak kak Ara duduk ke sini" ucap Amira pada cucunya yang tampak enggan melepas pelukannya
Nazra terkekeh karena Razeel tidak mau melepas pelukannya, Akhirnya nazra mengangkat tubuh Razeel ke dalam gendongannya lalu berjalan ke dekat Amira dan duduk di samping Amira
"Lihat nih anak perempuan mama cantik kan?" pamer Amira begitu nazra duduk di sampingnya
Dhafi memutar bola mata malas karena sejak Amira menganggap nazra anaknya Amira selalu pamer pada suami dan ketiga putranya "Anak mama anak papa juga" ucap Farhat
Nazra tersenyum kikuk "Kak Ara El ada peliharaan baru loh" ucap Razeel masih duduk di pangkuan nazra
"Oh ya apa tuh kakak pengen lihat dong" ucap nazra antusias
"Jangan kak Dhafi yakin kakak gak bakalan suka" ucap Dhafi memberi peringatan karena mereka sudah mengetahui peliharaan baru yang razeel maksud
Razeel cemberut, nazra yang tidak tega akhirnya tetap menyetujui keinginan Razeel yang ingin memperlihatkan peliharaan barunya "Ya udah gak papa El tunjukkin peliharaan barunya ya?" Ucap Nazra
Razeel segera turun dari pangkuan nazra "Kakak tunggu di sini ya El ambil dulu" ucap Razeel di balas nazra dengan anggukan kepala
Amira dan yang lainnya sudah was was melihat respon nazra nantinya setelah melihat peliharaan Razeel "Ini dia kak" ucap Razeel yang datang dari belakang langsung menyodorkan peliharaan ke arah nazra
"Astaghfirullah El" Pekik nazra sepontan bagaimana tidak teriak jika yang di bawa Razeel adalah kodok bukannya benci nazra cuman geli dengan hewan itu
"Mama" Nazra bahkan langsung memeluk Amira karena merasa takut, Razeel yang melihat Nazra ketakutan jadi merasa bersalah
"El bawa kodoknya ke belakang" ucap Shadev dengan tegas "Jangan lupa cuci tangan dulu" Sambung Shadev lagi
Razeel menundukkan kepalanya "Iya ayah" ucap Razeel menurut
"Udah gak papa Ra kodoknya udah pergi" ucap Amira menenangkan
Nazra melepaskan pelukannya setelah melihat sekeliling barulah dia bisa bernafas lega "Kok El bisa melihara kodok?" tanya Nazra tak habis fikir
"Katanya dia pengen punya peliharaan terus kemaren dia ketemu kodok di taman belakang jadi El anggap kodoknya sebagai peliharaan padahal udah di larang" Rafa yang menjelaskan
Tidak lama Razeel kembali setelah mencuci tangannya dia langsung mendekati nazra untuk meminta maaf karena membuat Nazra takut "Kak maafin El ya" ucap Razeel dengan mata berkaca-kaca
Nazra yang tidak tega langsung mengangkat razeel ke pangkuannya "Kakak maafin tapi jangan main kodok lagi ya, nanti kita beli peliharaan buat El, El mau apa ?" tanya nazra di jawab Razeel dengan gelengan kepala karena dia tidak tahu
"Ya udah nanti kita cari ya" ucap Nazra di balas Razeel dengan anggukan kepala
Amira tersenyum melihat interaksi keduanya, diam diam dia melihat tatapan dari kedua putranya yang menatap nazra dengan tatapan yang sama
.........
Setelah insiden kodok tadi Nazra dan Amira kini berada di dapur rencana mereka ingin membuat kue namun dhafi datang mengacau katanya dia ingin membuat cookies aja yang banyak
__ADS_1
Mau tidak mau Nazra akhirnya menuruti keinginan putra bungsu Amira itu, seharusnya acara memasak yang di lakukan Amira dan Nazra kini jadi Nazra dan dhafi yang melakukannya katanya dia ingin belajar
Amira dan Razeel duduk di kursi pantry mengamati Nazra dan dhafi, sesekali Amira akan tertawa melihat kekonyolan putra bungsunya, bahkan Nazra sudah tidak segan segan mengomeli Dhafi di depan mamanya
"Dhaf Chococips kebanyakan" ucap Nazra karena dhafi hampir memenuhi permukaan adonan cookies dengan chococips
"Gak papa Kak biar enak" ucap Dhafi
Nazra menghela nafas, rasanya masak bersama Razeel lebih menyenangkan di bandingkan memasak bersama dhafi karena menguras emosi Nazra
"Kak Ara El aja yang bantu om Afi mana tau" ucap Razeel
Dhafi mendelik mendengar ucapan keponakannya "Diam deh El cukup jadi juri aja, buatan om pasti enak" ucap Dhafi dengan percaya dirinya
"Gianna mau enak kalau semua bahan melenceng dari takaran" batin Nazra dia sudah pasrah dengan resep cookiesnya yang kacau
"Itu kebesaran Dhafi" ucap Nazra karena dhafi menggabungkan Adonan cookies yang sudah ia bentuk di atas loyang
"Biar enak kak" Ucap dhafi
Nazra memutar bola mata setiap kali di tegur dhafi akan menjawab biar enak kak "Ya udah terserah kamu aja" ucap Nazra yang sudah pasrah
"Udah Ra sini duduk biar dhafi yang lanjutin" ucap Amira
Nazra tidak menolak ia berjalan ke meja pantry lalu duduk di samping Razeel, kini mereka bertiga menyaksikan pekerjaan Dhafi yang kacau
Setelah selesai dhafi memasukkan adonannya ke dalam oven "Berapa menit nih kak?" tanya Dhafi
"Dua puluh menit" ucap Nazra
Sambil menunggu cookies buatannya masak dhafi ikut duduk di meja pantry sambil menikmati cemilan yang Amira ambil dari dalam kulkas "Gimana cookiesnya udah jadi?" tanya Rafa yang baru datang setelah berbincang-bincang dengan papa dan abangnya
"Sebentar lagi bang tungguin aja" ucap dhafi
Rafa mengangguk ia melihat keadaan dapur yang sedikit kacau, tidak ingin ambil pusing Rafa segera mengambil air minum karena memang tujuan awalnya datang ke dapur adalah ingin minum
"Kak Ara pasti cookies om dhafi gak enak" ucap Razeel berbisik ke telinga Nazra
Nazra terkekeh "Kakak gak tau nanti kita coba aja" ucap Nazra berbisik pula
"Ngapain bisik bisik ngomongin om ya" tuding Dhafi
Keduanya mengangguk tidak ingin berbohong, melihat itu Dhafi mendengus sedangkan Amira dan Rafa sudah tertawa kecil melihatnya
Tidak lama oven berbunyi menandakan cookies buatan dhafi sudah matang, dengan semangat dhafi mendekati oven untuk mengambil cookiesnya "Pasti enak ni" batin dhafi namun saat dia melihat cookiesnya dhafi justru mengernyitkan dahi "Kok beda ya warnanya" batin dhafi karena cookies buatannya lebih gelap
"Oh Iya kan tadi aku masukin banyak coklat" batin dhafi Lalu membawa cookies buatannya ke meja pantry di mana Amira Razeel Nazra dan Rafa menunggu ingin melihat cookies buatan Dhafi
"Tada" ucap dhafi
"ih cookies om jelek" Komentar Razeel
"Gak papa jelek yang penting enak" ucap dhafi masih percaya diri
Setelah cukup dingin mereka segera mencoba cookies buatan dhafi, Amira dan Nazra tidak bisa mendeskripsikan cookies yang mereka makan karena rasanya aneh dan terasa sedikit pahit
__ADS_1
"Cookies om nggak enak" ucap Razeel yang lebih berani mengomentari masakan omnya di bandingkan Nazra dan Amira
Dhafi tidak marah karena memang cookies buatannya aneh dan juga jelek "Sebaiknya bakat memasak kamu di pendam aja deh dhaf" ucap Rafa sebelum berlalu pergi
.........
Nazra mengabiskan waktu cukup lama di kediaman Bagaskara pukul lima Atha baru datang menjemputnya sekarang Nazra harus membujuk Razeel yang tidak ingin berpisah
"El kakak pulang dulu ya besok kita ketemu lagi" ucap Nazra
Razeel menggelengkan kepalanya tidak ingin berpisah "Mau ikut kakak aja" ucap Razeel semakin mengeratkan pelukannya
"El besok lagi ketemu kak aranya" ucap Shadev berusaha membujuk putranya juga
"nggak mau ayah, El mau sama kak Ara" ucap Razeel
"El sini sama Oma sayang, biarin kak Ara pulang dulu" ucap Amira ikut membujuk cucunya namun Razeel tetap menggelengkan kepalanya
"Ya udah deh om biarin aja El ikut" ucap Nazra akhirnya karena tidak tega juga membiarkan Razeel menangis jika di paksa
Shadev menghela nafas "Ya sudah saya titip El ya" ucap Shadev
Nazra mengangguk "El pamit dulu sana" ucap Nazra
Razeel menurut dia segera turun untuk memeluk ayahnya, Razeel juga berpamitan pada Oma dan opanya sedangkan kedua omnya sudah tidak terlihat "Jangan nakal ya El" ucap Amira
Razeel mengangguk, Nazra juga pamitan kepada Amira dan Farhat lalu berjalan ke depan bersama Amira yang mengantarnya hingga depan, sedangkan Atha sudah menunggu di mobil
"Ma Ara pulang ya Assalamualaikum" pamit Nazra sebelum berjalan ke mobil Atha
"Wa'alaikumussalam hati hati ya Ra" ucap Amira
Nazra mengangguk lalu masuk ke dalam mobil, Atha membuka kaca mobilnya "Tan kita pamit ya assalamualaikum" ucap Atha
"Wa'alaikumussalam hati hati tha" ucap Amira yang memang sudah mengenal Atha karena Atha sahabat putra Keduanya
"Iya tan" ucap Atha lalu menutup kembali jendelanya sebelum menjalankan mobilnya meninggalkan kediaman Bagaskara
"Om Atha habis dari Cafe ya" ucap Razeel ketika mobil sudah melaju bersama kendaraan lain
"Iya El, El tadi ngapain aja sama kakak Ara?" tanya Atha
"Tadi kak ara ajarin om Afi buat cookies tapi om dhafi selalu ngeyel kalau kak Ara kasih petunjuk jadi cookies buatan om Afi nggak enak" Cerita Razeel
Atha tertawa mendengarnya "El sama kakak ara ada mau beli sesuatu nggak?" tanya Atha
Razeel tampak berfikir "El mau Ice crime om" ucap Razeel antusias
"Ara juga mau Ice crime bang" ucap Nazra
"ya sudah kita mampir ke kedai Ice crime sebentar ya" ucap Atha membuat Nazra dan Razeel bersorak senang, Nazra menghidupkan ponselnya lalu menghidupkan Bluetooth nya, setelah tersambung Nazra menghidupkan shalawat dari ponselnya
Razeel yang mengingatkan sedikit lirik shalawatnya karena sering mendengar Nazra memutarnya jadi ikut bernyanyi bersama Nazra, mereka terus bernyanyi hingga tiba di kedai ice crime yang biasa di datangi Nazra dan Atha
...****************...
__ADS_1