Bunda untuk El

Bunda untuk El
4. Sahabat


__ADS_3

Sarapan pagi di keluarga Bagaskara berlangsung hangat karena semua anggota keluarga lengkap, Di kursinya yang paling muda menikmati sarapan dengan ogah-ogahan karena terdapat beberapa jenis sayur di piringnya


"El sayurnya kok nggak di makan" ucap Rafa Ardyan Bagaskara putra kedua Amira dan Farhat yang berprofesi sebagai seorang dokter, Rafa baru resmi menjadi seorang dokter beberapa bulan yang lalu


"El gak suka om" ucap Razeel


"El makan sayurnya atau jelly kamu ayah ambil semuanya" ucap Shadev memberi ancaman karena Razeel memang sulit memakan yang namanya sayur mau jenis sayur apapun itu


Razeel menggeleng "El udah kenyang ayah" ucap Razeel lalu mendorong pelan piringnya


"El masak kalah sam om Afi, om aja bisa habisin banyak sayur, masak El cuman habisin sedikit gak bisa" ucap Dhafi mencoba membujuk dengan memberikan ejekan


"Biarin, El gak suka kalo om Afi suka om aja yang makan" ucap Razeel dengan entengnya sedangkan Dhafi sudah mendengus


Rafa tertawa mendengar ucapan keponakannya "El lain kali sayurnya di makan ya, kalo gak mau makan sayur om gak mau belikan El jelly lagi" ucap Rafa setelah tawanya mereda


Razeel mengangguk urusan makan sayur atau tidaknya biarlah menjadi urusan belakang yang penting omnya tetap membelikan jelly kesukannya "Ma pa Shadev berangkat sekarang karena ada meeting" ucap Shadev setelah selesai makan


"Hati hati bang jangan ngebut di jalan" ucap Amira


"Iya ma, ayah berangkat kamu jangan nakal di rumah" ucap Shadev mengusap rambut Razeel lalu mengecup pipi Razeel


"ayah jangan cium pipi El terus, El udah besar dan ayah jangan pulang malam nanti El gak ada teman tidur" ucap Razeel mengusap pipinya yang sehabis dicium shadev


"Iya, jangan nakal jangan buat Oma pusing" ucap Shadev mengingatkan lagi yang di balas putranya dengan anggukan patuh


setelah itu Shadev menyalim Farhat dan Amira tak lupa juga dia berpamitan pada kedua adiknya lalu pergi dari ruang makan "Dhafi juga berangkat sekarang ma pa ada kuliah pagi" ucap Dhafi ikut berpamitan pada mama dan papanya tak lupa mengacak rambut keponakan tersayangnya


"Belajar yang benar jangan main terus" ucap Farhat pada putra bungsunya


"Siap pa" ucap Dhafi sebelum menghilangkan dari ruang makan


"Kamu sift malam bang?" tanya Amira karena Rafa masih terlihat santai menikmati sarapannya di saat adik dan abangnya sudah berangkat kuliah dan kekantor


"Iya ma" ucap Rafa


"Papa juga berangkat sekarang deh mah" ucap Farhat


Amira beranjak dari duduknya hendak mengantarkan suaminya hingga ke depan pintu utama, sehingga di ruang makan hanya tersisa Rafa dan Razeel


"El mau om daftarkan sekolah lagi nggak?" tanya Rafa saat melihat keponakannya hanya diam


Razeel menggelengkan kepalanya sebagai jawaban "Kenapa El gak mau padahal di sekolah banyak teman loh jadi El gak bosan di rumah terus" ucap Rafa namun Razeel hanya diam tak ingin menjawab


Rafa menghela nafas dia tidak tahu apa yang membuat Razeel enggan datang ke sekolah lagi padahal dulu Razeel sudah sempat masuk taman kanak-kanak namun baru beberapa hari Razeel sudah tidak mau lagi datang ke sekolah dan tidak ada yang tahu apa alasan Razeel karena setiap kali di tanya Razeel hanya diam


.........


Nazra tersenyum puas melihat beberapa toples yang penuh dengan cookies buatannya bersama mbok Asih "Mbok Ara mintak talong bungkus toples yang dua ini ya soalnya Ara mau kasih ke Aya sama Maura" ucap Nazra

__ADS_1


"Iya neng Ara siap siap aja biar mbok yang bungkusin" ucap mbok Asih


Nazra tersenyum manis "Terima kasih mbok" ucap Nazra lalu beranjak menuju kamarnya untuk siap siap pasalnya ia sidah ada janji dengan kedua sahabat karibnya sejak duduk di sekolah menengah pertama hingga masuk ke dunia perkuliahan


Nazra mengganti pakaian rumahannya dengan gamis di padukan dengan pashmina, merasa puas dengan penampilannya Nazra segara mengambil tasnya sebelum turun ke lantai satu


"Mbok sudah siap?" tanya nazra


"Sudah. ini neng" ucap mbok asih memberikan dua bingkisan yang berisi cookies buatan Nazra


"Makasih banyak mbok, Nazra berangkat dulu ya mbok" ucap Nazra berpamitan pada mbok asih bahkan Nazra tak lupa mencium punggung tangan wanita yang sudah memasuki kepala lima


"Sama sama neng, hati hati di jalan ya neng" ucap mbok asih


Nazra berjalan ke garasi lalu mengeluarkan sepeda motornya, Nazra memang memiliki sepeda motor bahkan bisa mengendarainya namun Abang dan ayahnya seringkali melarang Nazra menggunakan sepeda motor karena khawatir sehingga Nazra lebih sering di antar jemput Abang atau abinya


Tapi kali ini tidak ada yang bisa mengantar Nazra karena tengah sibuk, jadilah Nazra pergi sendirian tentunya sudah mendapatkan izin dari Abang dan abinya


Nazra mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan sedang hingga mereka tiba di cafee tempat mereka janjian, setelah memarkirkan sepeda motornya Nazra segera masuk ke dalam cafee


"Araa" panggil Maura sedikit berteriak sambil melambaikan tangannya


Nazra yang berhasil menemukan sosok Maura segera mendekat "Tumben datang duluan" ucap Nazra begitu tiba di meja yang sudah terdapat Maura


Maura hanya menyengir "Biasa gue gabut" ucap Maura dengan bahasa gaulnya yang sudah tak asing lagi bagi Nazra dan Ayana


Maura hanya cengengesan mendengar ucapan Nazra "Aya mana nih tumben datangnya lama, padahal dia yang nyuruh kita kumpul sekarang malah dia yang gak kelihatan" ucap maura


"Sabar aja mau, Aya tu gak bisa langsung keluar aja kayak kita dia juga punya kewajiban untuk izin sama suaminya" ucap Nazra


Aya memang sudah menikah satu tahun yang lalu tentunya atas dasar perjodohan dari orang tuanya dan Aya sebagai anak yang baik tidak menolak permintaan orang tuanya


"Nah itu anaknya datang" ucap Maura semangat saat melihat Aya memasuki Cafe lalu Tempak menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sosok kedua sahabatnya


"Aya di sini" teriak Maura


Nazra menepuk pelan lengan Maura karena teriakannya berhasil membuat pengunjung ikut menoleh ke arah Meraka "Hai udah lama ya nunggu" ucap Aya setelah duduk di samping Nazra


"Iya nih ay lihat minuman gue aja tinggal segini" ucap Maura membuat Aya merasa bersalah sedangkan Nazra menggelengkan kepala melihat kejahilan Maura


"Maaf ya tadi aku nungguin kak Rey dulu" ucap Ayana


"Gak papa kok Ya, maura cuman bercanda" ucap Nazra membuat Aya bernafas lega


"iya ay gue bercanda doang kok" ucap Maura


"Ya udah kita pesan makanan aja dulu aku udah laper" ucap Aya, Nazra dan Maura hanya mengangguk setuju karena mereka juga merasa lapar


.........

__ADS_1


Setelah kenyang kini ketiga wanita berparas cantik itu kembali berbincang dengan santai "Ay tumben banget Lo ajakin kita ngumpul?" tanya Maura


Ayana menepuk jidatnya pelan "Oh iya hampir aku lupa, aku mau nyampaiakan kabar bahagia untuk kalian berdua" ucap Ayana dengan senyum manis yang terpatri di wajahnya


"Kabar apa Ya" tanya nazra penasaran


"Aku lagi isi" ucap Ayana dengan malu malu


"Alhamdulillah aku turut senang dengernya ya" ucap Nazra langsung memeluk Aya


Jika Nazra langsung paham berbeda dengan Maura yang kali ini tampak lemot "Isi apaan ay?" tanya Maura membuat suasana bahagia yang tadinya tercipta antara Nazra dan Aya langsung hilang seketika mendengar pertanyaan polos dari Maura


"Maksudnya Aya dia lagi Hamil mau" ucap Nazra pelan agar pengunjung lain tak mendengar


"HAH seriusan, Wah gue bakalan jadi onty bentar lagi" ucap Maura dengan semangat hingga tak sadar suaranya menarik perhatian pengunjung cafe


Nazra dan Aya menutup wajah mereka merasa malu, Maura cengengesan melihat tatapan tak suka para pengunjung karena merasa terganggu "Maaf pak buk Tante om adek bang kakak semuanya" ucap Maura sambil menyatukan tangannya di atas dada tangannya


Stelah suasana kembali tenang Maura langsung memeluk Aya "Senang banget gue bakalan jadi onty" ucap Maura membuat Aya tersenyum bahagia


"Udah berapa minggu ya?" tanya nazra


"Alhamdulillah udah masuk minggu ke delapan" ucap Aya


"Gak sabar deh pengen lihat keponakan aku" ucap Nazra sambil menatap perut Aya yang terlihat masih rata


"Mangkanya Ra Lo nikah deh biar bisa punya debay" ucap Maura langsung mendapat pukulan dari Nazra di lengannya "Aww kebiasaan deh Ra mukul orang ga jelas" ucap Maura pura pura kesal


"Rasain" ucap Aya justru mengejek Maura


"Enak aja kamu ngomong mau, dikira gampang kali nikah" ucap Nazra


"Gampang kok gue aja nungguin lamaran Abang Lo yang gak datang datang, kalo datang udah gaskuen ke KUA" ucap Maura


Nazra dan Aya hanya bisa menghela nafas mendengar ucapan Maura yang sudah muak mereka dengar karena Maura sudah sering mengatakan tentang Abang Nazra bahkan sejak duduk di sekolah menengah atas


Nazra tentu tak masalah jika nanti abangnya menikah dengan sahabatnya, namun ia justru takut jika keinginan Maura justru tak terbalaskan dia takut abangnya ternyata menyukai orang lain dan membuat Maura kecewa dengan harapannya sendiri


"Bucin kok sama yang belum halal" ucap Aya


"Biarin" ucap Maura lalu menyeruput minumannya


"Mending cari yang pasti aja mau" ucap Nazra


"Tenang adek ipar gue bakalan tetap setia nungguin Abang Lo kok" ucap Maura menaik turunkan alisnya sengaja menggoda Nazra


"Dasar bucin" ucap Nazra dan Aya bersamaan


...****************...

__ADS_1


__ADS_2