
Satu bulan sudah berlalu sejak pertemuan Nazra dan Razeel di cafe, sejak saat itu Nazra tidak pernah lagi bertemu dengan Razeel, bahkan untuk berkunjung ke cafe abangnya saja Nazra tidak sempat karena satu bulan belakangan Nazra selalu di sibukkan dengan tugas tugas kuliah di tambah ia harus mempersiapkan diri untuk ujian
Hari ini adalah hari terakhir Nazra melaksanakan ujian, Tadi Nazra sudah janjian dengan kedua sahabatnya untuk jalan jalan dan keputusan mereka pergi ke sebuah mall untuk cuci mata
Nazra sudah izin pada Abang dan abinya, saat ini ia tengah menunggu Maura datang karena maura membawa mobil jadi Nazra dan Ayana akan menumpang dengan Maura
"Araa" panggil Maura dari dalam mobilnya
Nazra langsung beranjak dari duduknya saat menyadari mobil Maura sudah tiba "Nunggu lama ya" tanya Maura
Nazra menggeleng "Nggak kok tadi aku juga baru keluar dari kelas" ucap Nazra "Aya gimana?" tanya Nazra
"Katanya dia di antar mas suaminya" ucap Maura
Nazra mengangguk mengerti, Maura mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang hingga mereka tiba di salah satu mal besar yang ada di ibu kota, mereka sudah janjian bertemu dengan Aya di parkiran
Setelah memarkirkan mobilnya Nazra dan Maura segara keluar mencari keberadaan Aya "Ara Maura" panggil Aya yang melihat keberadaan kedua sahabatnya lebih dulu
"Aya" ucap Nazra langsung menghampiri Aya dan memeluk tubuh sahabatnya yang tampak semakin berisi
"Kangen banget sama kalian" ucap Aya membalas pelukan Nazra dan Maura, sejak kehamilannya Aya jadi jarang ikut kumpul bersama kedua sahabatnya di tambah mereka bertiga mengambil jurusan berbeda sehingga mencari waktu untuk bertemu sangat susah
"Kita juga kangen banget sama lo" ucap Nazra dan maura bersamaan
setelah mengurangi pelukan mereka kini mereka berjalan masuk ke dalam mall, untuk suami Aya sudah pulang setelah melihat kehadiran sahabat istrinya
Mereka mulai berkeliling sesekali mampir ke toko saat melihat ada barang yang menarik perhatian mereka "Ih baju babynya lucu banget" ucap Nazra yang gemas sendiri saat melihat satu paket baju bayi
"Ya kamu kapan lahirannya aku gak sabar mau beliin barang barang lucu untuk keponakan aku" ucap Nazra begitu antusias
Maura memukul pelan lengan Nazra "Semangat banget buk, Buat baby sendiri gih" ucap Maura membuat Nazra cemberut
"Boleh gak sih beli barang untuk babynya sekarang?" tanya Nazra
"Baby nya baru 3 bulan Ra nanti aja kalo udah lahiran atau waktu babynya udah dekat lahiran" ucap Aya
Nazra mengangguk mengerti "Lagian Aya aja belum mau beli perlengkapan nih anak antusiasnya ngalahin si Aya" ucap Maura
Aya dan Nazra hanya terkekeh lalu mereka kembali melanjutkan langkah mereka saat melewati toko pakaian anak anak Nazra melihat sebuah jaket anak laki laki yang menarik perhatiannya "Kenapa berhenti Ra?" tanya Aya
"Jaket yang itu bagus nggak?" tanya Nazra menunjuk jaket yang menarik perhatiannya
"Maa syaa Allah Ra anaknya Aya masih enam bulan lagi lahirnya Lo udah mau beliin jaket yang bakal di pakek anaknya waktu umur lima tahun" ucap Maura
Nazra mendengus "Bukan untuk babynya Aya mau" ucap Nazra
"Bagus kok Ra, emang untuk siapa?" tanya Aya
__ADS_1
Nazra tersenyum manis lalu memasuki toko tanpa menjawab, entah kenapa saat melihat jaket tersebut Nazra jadi mengingat sosok Razeel, dia ingin membeli jaket itu dan memberikan pada Razeel walupun dia tidak yakin bisa bertemu lagi
.........
Niat awal yang hanya ingin cuci mata namun kini di tangan ketiga gadis sudah terdapat beberapa paper bag, lebih tepatnya dua gadis dan seorang wanita karena Aya sudah menikah
Saat ini ketiga sejoli itu tengah mengisi tenaga sekalian beristirahat di salah satu tempat makan yang ada di mall tersebut setelah lelah berkeliling
"Ra Lo belum jawab pertanyaan gue loh" ucap Maura
"Emang kamu nanya apa?" tanya Nazra
"Aku nanya kamu beli jaket anak kecil untuk siapa?" tanya maura, Aya ikut menatap Nazra karena ia juga penasaran
"Oh itu iseng aja hehe" ucap Nazra dia akhiri dengan kekehan
Maura mendengus "Kayaknya nih mau kalo Ara udah nikah rumahnya udah di penuhi baju anak anak deh" ucap Maura membuat Aya tertawa mendengarnya sedangkan Nazra sudah mendengus sebal
"Gak gitu juga mau" ucap Nazra
"Lagian Lo ada ada aja beli jaket anak anak cuman karena iseng gak baik tauk beli barang yang gak ada manfaatnya" ucap Maura
"Iya aku iseng tapi ini bakal di pakek kok kalo aku ketemu sama anaknya" ucap Nazra
"Jadi Lo beliin buat seseorang?" tanya Maura lagi
"Anak siapa Ra?" tanya Aya, Nazra hanya mengangkat kedua bahunya tidak tahu
"Emang aneh ni anak" ucap Maura mulai lelah menghadapi kelakuan sahabatnya
"Kamu gak tahu aja mau, anaknya lucu dan ganteng banget pokoknya, aku aja sempat kepikiran buat nyuruh Abi adopsi biar akau punya adik lagi tapi gak jadi karna aku yakin abi gak bakalan mau soalnya abi udah punya anak cantik dan lucu kayak aku" ucap Nazra
Maura menutup wajahnya merasa frustasi mendengar ucapan Nazra sedangkan Aya justru tertawa "Kenapa gak lo yang adopsi Ra" ucap Maura
"Aku belum nikah mau jadi gak bisa" ucap Nazra dengan santainya tidak menyadari jika Maura sudah gemas ingin menarik kedua pipi Nazra
"Iya deh Ra terserah Lo aja" ucap Maura
.........
Waktu sudah semakin soreh Nazra dan kedua sahabatnya akhirnya memutuskan untuk pulang apalgi Maura sudah di telpon suaminya begitu pula Nazra yang sudah di teror Atha dengan pesan pesannya sedangkan Maura masih terlihat santai bukan karena orang tuanya tidak perduli hanya saja Maura mendapat kebebasan lebih di banding kedua sahabatnya
Akhirnya Maura mengantarkan satu persatu sahabatnya dengan selamat "Mau gak mau mampir dulu bentar lagi Maghrib loh" ucap Nazra saat mereka tiba di kediaman Adhitama
Maura tampak berfikir lalu melihat jam tangannya "Kayaknya langsung pulang deh ra, jarak rumah gue sama rumah Lo gak jauh jauh banget kok" ucap Maura
Nazra mengangguk "Ya sudah kamu hati hati ya di jalan, jangan ngebut, jangan melamun dan jangan lupa ngabarin aku kalo kamu udah sampai dengan selamat" ucap Nazra mengingatkan sahabatnya yang terkadang suka kebut kebutan di jalan
__ADS_1
"Iya araku sayang, udah ya gue pulang dulu Assalamualaikum" ucap Maura
"Wa'alaikumussalam" jawab Nazra, setelah melihat mobil yang di gunakan Maura menjauh barulah Nazra masuk ke dalam rumahnya
"Assalamualaikum" ucap Nazra sedikit keras agar orang di rumahnya dapat mendengar
"Wa'alaikumussalam" Jawab Adzam Atha dan juga mbok asih
Nazra menyalim satu persatu orang yang lebih tua darinya lalu duduk di samping abinya "Abi pulang jam berapa?" tanya Nazra
"Jam empat Abi sudah pulang dek, gimana tadi mainnya" tanya Adzam
"Seru bi soalnya udah lama Ara gak main sama Maura dan Aya" ucap Nazra "Oh iya tadi Ara ada beli sesuatu untuk Abi" ucap Nazra mengambil peaperbag nya
"Abang gak di beliin apa apa nih" tanya Atha pura pura cemburu
"Abang tenang aja Ra gak bakal lupa kok sama Abang, Ara juga beliin sesuatu untuk mbok" ucap Nazra
"Loh mbok juga dapat neng" ucap mbok asih walau sebenarnya ia sudah biasa mendapatkan hadiah hadiah kecil dari Nazra namun tetap saja mbok asih merasa bahagia
"Iya dong, ini untuk Abi. ini untuk Abang dan ini untuk mbok" ucap Nazra sambil menyerahkan masing masing peaperbag setelah memeriksa isinya agar tidak salah
"Loh dek ngapain beliin Abang jam ini, kan mahal uang tabungan kamu habis nanti" ucap Atha karena Nazra membelikannya jam bermerek yang cukup mahal
"Gak papa bang sekali sekali juga, lagian biar Abang selalu ingat waktu walaupun lagi sibuk" ucap Nazra
Atha mengusap kepala Nazra dengan sayang "Makasih banyak adek Abang" ucap Atha mengecup kepala Nazra
Adzam ikut membuka peaperbag nya dan di dalamnya terdapat kemeja dengan warna kesukaannya "Makasih ya putri Abi" ucap Adzam
"Sama sama Abi" ucap Nazra
"Mbok gak mau lihat hadiah kecil dari Ara" tanya Nazra karena mbok asih hanya diam dengan senyum yang tak pernah luntur melihat interaksi keluarga Adzam
"Mbok lihat di kamar aja neng, makasih banyak loh neng udah beliin mbok hadiah" ucap mbok asih, merasa terharu karena Nazra selalu memperlakukannya dengan baik begitu pula Adzam dan Atha namun Nazra yang lebih sering karena Nazra yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama mbok asih
"Sama sama mbok" ucap Nazra
Mbok asih yang hidup sebatang kara merasa memiliki Keluarga sejak tinggal bersama keluarga Adhitama. saat Alana uminya Nazra meninggal dunia mbok asih turut merasa kehilangan karena Alana sangat baik kepadanya dan sifat Alana turun kepada putri satu-satunya
Sedangkan Nazra sendiri sudah menganggap mbok asih seperti ibunya karena mbok asih sudah turut membantu Abi dan abangnya dalam merawat Nazra sejak bayi
"Dek kamu gak beli apa-apa?" tanya Atha karena di tangan Nazra kini hanya tersisa satu peaperbag
Nazra menggeleng "Ara lagi nggak butuh apa-apa bang" ucap Nazra jujur, beginilah Nazra dia lebih suka membelikan sesuatu untuk orang terdekatnya dibandingkan dirinya sendiri
...****************...
__ADS_1