Bunda untuk El

Bunda untuk El
33. Jadi Bundanya El


__ADS_3

"Ra mau beli apa aja?" tanya Maura


Saat ini Nazra dan Maura tengah berada di sebuah toko mainan, mereka sedang membeli mainan untuk di bawa ke panti asuhan besok


Sebenarnya Aya juga ingin ikut belanja namun Nazra dan Maura melarang karena takut sahabat mereka yang tengah hamil tua itu kelelahan "beli beberapa robot bagus kali ya mau soalnya El suka mainin" ucap Nazra sambil menunjuk rak berisi robot


"Ya udah pilih aja beberapa" ucap Maura sambil mendorong troli di tangannya yang hampir penuh terisi berbagai jenis mainan


Nazra mengambil beberapa robot untuk di masukkan ke dalam troli "Ya udah ini aja cukup deh mau kita juga harus beli buku sama makanan" ucap Nazra


"Iya Ra segini aja dulu" ucap Maura


Kedua gadis berparas cantik itu berjalan ke kasir untuk membayar belanjaan mereka, Setelah selesai membayar mereka segera pergi meninggalkan toko mainan menunju toko buku yang menjual alat tulis dan buku


Mereka memang sengaja membeli banyak mainan dan juga buku buku karena besok mereka akan pergi ke panti asuhan. kegiatan seperti ini sudah biasa mereka lakukan sejak duduk di sekolah menengah atas, Namun sudah beberapa bulan mereka tidak datang ke panti karena kesibukan masing-masing


Nazra dan Maura memilih buku tulis buku bacaan buku gambar alat menggambar dan juga alat menulis dengan jumlah yang cukup banyak


Saat melewati rak tempat buku bacaan Nazra memilih buku bacaan untuk ia berikan pada Razeel karena Razeel sudah mulai lancar membaca


"Buat siapa Ra tadi kan kita udah ambil beberapa" tanya Maura


"Buat El" ucap Nazra


"Iya deh calon bundanya El" ucap Maura langsung mendapat tatapan tajam dari Nazra


"Apaan sih mau jangan ngomong sembarangan" ucap Nazra


Maura tertawa "Ra gimana kalau bapaknya si El nikah lagi kan El jadi punya bunda terus dia lupain Lo dan jarang main sama Lo lagi" ucap Maura membuat Nazra menghentikan kegiatannya memilih buku bacaan


"Ya nggak gimana-gimana aku justru senang kalau El bisa punya bunda karena memang itu yang El butuh" ucap Nazra sambil melanjutkan kegiatannya yang sempat terhenti


"Bohong Lo" ucap Maura yang bisa melihat perubahan raut wajah Nazra "Pasti Lo sedikit nggak rela kan kalau El bakalan lupain Lo" ucap Maura


Nazra mengangguk karena memang begitu adanya "Ya gimana mau aku udah sayang sama El udah anggap dia seperti keluarga aku sendiri ya pasti gak rela kalau tiba-tiba El lupain aku" ucap Nazra jujur


"mangkanya Lo nikah aja sama bapaknya si El biar El gak lupain Lo" ucap Maura dnegan santainya


Plak


Nazra memukul lengan Maura "Udah ah mau jangan bahas nikah, siapa juga yang mau nikah" ucap Nazra malas


"Gue Ra mau nikah sama Abang Lo" ucap Maura sedangkan Nazra hanya memutar bola mata malas


"Iya mau aku doakan bang Atha segera dibukakan pintu hatinya agar mau melamar kamu" ucap Nazra, meski sedikit kesal Nazra akan selalu mendoakan yang terbaik untuk sahabatnya


"Aamiin" ucap Maura dengan semangat

__ADS_1


"Dasar bucin bang Atha" cibir Nazra namun tidak dihiraukan Maura


Setelah merasa cukup dengan belanjaan di dalam troli mereka segera pergi ke kasir untuk membayar belanjaan mereka


.........


Nazra dan Maura menghempaskan tubuh mereka di atas kasur karena merasakan lelah setelah belanja seharian "Ternyata capek juga ya" ucap Maura


Nazra mengangguk setuju "Tapi gak papa ini juga demi adek adek di panti" ucap nazra


"Ra butik Lo kapan bukanya sih" tanya Maura


"Mungkin beberapa hari lagi mau belum bisa aku pastikan juga mau karena masih banyak yang harus aku persiapkan kamu doakan aja biar cepat buka" ucap Nazra


"Tentu gua bakalan doakan yang terbaik untuk Lo sama Aya" ucap Maura dibalas Nazra dengan senyuman


Maura memegang perutnya yang berbunyi "Kamu lapar ya mau?" ucap Nazra di balas Maura dnegan cengirannya


Nazra tertawa "Ya udah ayok aku masakin makanan lagian sih kamu tadi di ajak makan di luar katanya nanti aja" ucap Nazra


Maura memanyunkan bibirnya karena dapat Omelan dari sang sahabat "Udah ah Ra ngomelnya, ayok masakin gue makanan" ucap Maura langsung berdiri dan menarik Nazra menuju lantai bawah


Sesampainya di dapur keduanya justru bingung ingin makan apa "Mau makan apa mau?" tanya Nazra


"Apa ya, gue pengen makan yang pedas pedas sih Ra" ucap Maura


Nazra mendelik mendengar ucapan Maura "Jangan aneh aneh deh mau, kamu tuh nggak tahan pedas mau sok Sokan makan pedas" ucap Nazra


"Ya udah kamu tunggu di situ aja" ucap Nazra lalu berjalan ke arah kulkas mengambil bahan bahan yang di perlukan, karena tidak ingin ribet Nazra hanya akan menggoreng ayam yang sudah di bumbui dari semalam


Sebagai tambahan Nazra membuat omlet dan juga sambal lalap yang tentunya tidak pedas karena Maura tidak tahan pedas, jika makan yang terlalu pedas maura akan sakit perut


Dari kursinya Maura hanya diam memperhatikan Nazra yang begitu lihai dalam memasak, Maura selalu menyukai apapun yang di masak sahabatnya, terkadang Maura merasa insecure melihat bagaimana Nazra yang begitu pandai memasak


.........


Pagi pagi sekali Nazra dan Maura sudah siap pergi ke panti asuhan, semua bawaan yang akan mereka bawa juga sudah di tata dengan rapi di dalam mobil, Nazra kembali keluar dari mobil Maura saat Mabil lain masuk ke pekarangan rumah Nazra


Nazra sudah mengenal mobil yang tak lain adalah milik Shadev. dan benar saja begitu mobil berhenti keluarlah sosok anak laki laki berusia lima tahun "Kak Ara" sapa Razeel dengan riang sambil berlari ke arah nazra


Nazra tersenyum manis "Pagi El" sapa Nazra sambil mensejajarkan tinggi badannya


"Pagi kak Ara, kakak mau pergi ya?" tanya Razeel karena melihat Nazra yang sudah rapi di tambah ada Maura yang menunggu dari dalam mobil


Nazra mengangguk "El mau ikut?" tanya Nazra


Razeel tentu mengangguk antusias "assalamualaikum" ucap Shadev yang baru keluar dari mobilnya

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam" jawab Nazra kembali berdiri


"Maaf ya Ra pagi pagi sudah mengganggu waktu kamu" ucap Shadev merasa tidak enak karena memang mereka datang lebih pagi dari biasanya karena keinginan Razeel yang bahkan belum sempat sarapan


"Gak papa kok om" ucap Nazra "Tapi Ara lagi ada urusan di luar kalau Razeel Ara Bawak nggak papa kan om" ucap Nazra meminta izin


Shadev tampak berfikir dia takut nanti putranya akan merepotkan Nazra "Nanti kamu kerepotan jaga Razeel, El pulang aja ya lain kali aja main ke sini" ucap Shadev


Razeel menggelengkan kepalanya dan semakin mengeratkan pegangannya pada jari Nazra "Nggak papa om Ara gak repot kok" ucap Nazra


"El juga mau ikut kak Ara ayah, El bosan di rumah" ucap Razeel karena memang hari ini dia libur sekolah


Shadev menghela nafas dan akhirnya mengangguk pasrah dari pada putranya kembali sedih, Shadev mengeluarkan dompetnya dan mengambil sebuah kartu "Ini kamu pegang ra, kalo Razeel butuh sesuatu beli pakai ini aja nanti PINnya saya kirim" ucap Shadev


Nazra tentu langsung menolak "Eh nggak usah om" Tolak nazra dengan cepat "Lagian kamu cuman pergi ke panti asuhan kok om nggak perlu sampai kasih kartu kredit begitu" ucap Nazra


Shadev mengangguk dan kembali memasukkan kartunya namun dia mengambil lima lembar uang seratus ribu dan memberikan pada Razeel "El pegang uangany, kalau takut hilang suruh kak Ara aja yang pegang, kalau El jajan pakai uang ini ya jangan repotin kak Ara terus" ucap Shadev pada putranya


Razeel tentu saja menerima uang pemberian Shadev meski dia tidak tahu jumlahnya berapa karena selama ini Razeel tidak pernah memegang uang sepeserpun "Om gak perlu gitu Nazra masih bisa kok belikan El jajan, dan itu kebanyakan untuk anak seusia Razeel" ucap Nazra


"Tidak papa, kalau gitu saya permisi dulu, El baik baik sama kak Ara jangan nakal ya, ayah ke kantor dulu" ucap Shadev lalu mengacak rambut putranya sebelum berjalan menuju mobilnya


"dada ayah" ucap Razeel sambil melambaikan tangannya


.........


"Razeel udah sarapan nggak?" tanya Nazra saat mereka sudah berada di perjalanan


Razeel menggelengkan kepalanya karena memang dia belum sarapan, Nazra menghela nafas "Mau kita cari tempat sarapan dulu ya kasian El belum sarapan" ucap Nazra pada sahabatnya


Maura tentu saja menyetujui usul Nazra karena tidak tega jika membiarkan Razeel kelaparan "El mau makan apa?" tanya Nazra


Razeel berfikir sejenak "Mau bubur kak" ucap Razeel


Nazra mengangguk "Kalo ada penjual bubur berheti ya mau" ucap Nazra di balas maura dengan anggukan kepala


Razeel kembali melihat jalanan yang padat kendaraan "Kak Ara kita mau ngapain ke panti asuhan dan panti asuhan itu apa?" tanya Razeel


"Panti asuhan itu tempat anak anak yang di tinggal orang tuanya, kita ke sana mau kasih mereka mainan sama makanan" ucap Nazra sambil tangannya sibuk merapikan rambut Razeel yang sedikit berantakan


"El juga di tinggal mama kak tapi El nggak pernah ke panti asuhan" ucap Razeel dengan polosnya


Nazra dan Maura yang mendengar itu merasa sedih apalagi Razeel mengatakan dengan tatapan polosnya "Itu karena El masih punya ayah Oma opa dan om yang sayang sama Razeel, sedangkan mereka udah nggak ada keluarga yang mau merawat karena itu mereka di titipkan di panti asuhan" ucap Nazra


Razeel membalikkan tubuhnya sehingga bisa berhadapan dengan nazra "Kak Ara sayang nggak sama El?" tanya Razeel


Nazra mengangguk "Tentu aja sayang" ucap Nazra lalu mengecup gemas pipi Razeel

__ADS_1


"Kalau begitu kakak mau nggak jadi bundanya El?" pertanyaannya polos dari Razeel namun dari tatapan Razeel tersirat keinginan besar untuk Nazra menerima permintaannya


...****************...


__ADS_2